Akhirnya pun, Damler memberikan uang puluhan jutanya kepada IAS di depan GAL yang disaksikan oleh Pahala Siregar (Pedegang), sebagai pembayaran kios baru di Pasar Swadaya Sibolga Nauli.
"Uang saya berikan kepada Saudara IAS, disaksikan oleh Saudara Pahala Siregar. Dengan kemudian Saudara IAS melimpahkan uang tersebut kepada Saudara GAL, karena kedua orang tersebut bekerja sama dalam skema penipuan dan praktik pencaloan terhadap saya," jelasnya pada Utamanews.com
Ditenggarai, ia sepakat dan menunaikan kemauan calo, namun kios dagangannya hingga kini tak kelihatan wujudnya.
Sambungnya, sebelum memberikan keterangan di Polresta Sibolga, Ia terus berupaya membangun silaturahmi dengan baik, supaya tidak ada yang tersakiti. Namun itikad baik pedagang kain ini, untuk meminta rupiahnya agar dikembalikan, sepertinya dipandang sebelah mata.
"Namun sampai hari ini, tidak ada pertanggung jawaban atas tindakan yang telah dilakukan oleh saudara yang bersangkutan. Begitupun sebelum pelaporan ini, saya sudah berupaya melakukan komunikasi baik dengan Saudara IAS dan GAL untuk mengembalikan uang saya. Namun berbalas janji-janji palsu dan tidak kunjung dipulangkan," cetus Damler.
Dia meyakini jika laporan tersebut memenuhi unsur dugaan tindak pidana, sehingga dirinya yakin, laporan tersebut diproses oleh Polres Kota Sibolga, sesuai harapan pedagang itu.
"Saya sangat yakin bahwa Polresta Sibolga dalam hal ini akan memberikan kepastian hukum, apa bila kebenaran telah terungkap dengan sejumlah bukti dan keterangan saksi yang telah diberikan. Terimakasih saya ucapkan kepada Polresta Sibolga yang telah menerima laporan saya. Begitu juga saya ucapkan terimakasih kepada dua Aktifis Mahasiswa, Adinda Raju Firmanda Hutagalung dan Ofdyan Sadi, telah memberikan motivasi dan dorongan sehingga saya berani melaporkan ini ke ranah hukum, dan saya sangat merasa terbantu," ungkapnya.
Terpisah, IAS menanggapi laporan Damler Brismanto Hutagalung di Polresta Sibolga. Pria brewokan itu menyampaikan via telepon, jika dirinya sedang berada di luar Kota sebagai Relawan.
"Nanti lah pak, tunggu saya pulang. Saya sekarang di Tarutung, Tapanuli Utara, sedang bekerja sebagai relawan gempa itu," katanya saat dihubungi melalui WhatsApp, Jumat (7/10/2022).
Sebelumnya, Kaur Humas Polresta Sibolga, AKP R Sormin, saat dikonfirmasi melalui telepon tidak mengangkat dan saat dilayangkan pesan WhatsApp belum dapat membalas konfirmasi Utamanews.com terkait laporan Pedagang kain.
Di lain tempat, GAL yang merupakan eks salah satu Ketua organisasi di Sibolga, belum memberikan konfirmasi kepada Utamanews.com hingga berita ini diterbitkan.