Jumat, 22 Mei 2026
Duga Ditipu Rp45 Juta, Pedagang Kain Laporkan Calo Kios Pasar Sibolga Nauli ke Polisi
Sibolga (utamanews.com)
Oleh: Bambang E. F Lubis Jumat, 07 Okt 2022 17:47
Aktifis Mahasiswa, Raju Firmanda Hutagalung (No 2 Kanan) dan Ofdyan Sadi (Pertama Dari Kiri) mendampingi Damler Brismanto Hutagalung / Pedagang Kain (No 2 Dari Kiri) bersama saksi, Pahala Siregar.
utamanews/Bambang EF Lubis

Aktifis Mahasiswa, Raju Firmanda Hutagalung (No 2 Kanan) dan Ofdyan Sadi (Pertama Dari Kiri) mendampingi Damler Brismanto Hutagalung / Pedagang Kain (No 2 Dari Kiri) bersama saksi, Pahala Siregar.

Pedagang yang berjualan di relokasi Stadion Horas, akan berpindah ke Pasar Sibolga Nauli, di Jalan Patuan Anggi, Kelurahan Pancuran Karambil, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), dalam waktu dekat ini.

Di balik perpindahan tempat dagangan, ada seorang pengecer pakaian bernama lengkap Damler Brismanto Hutagalung, diduga kena tipu sebanyak Rp45 juta oleh oknum calo yang mengaku dapat memberi kios kepadanya.
Pria dengan nama sapaan Damler ini, menyampaikan. Kedatangan dia di Polres Kota Sibolga pada Rabu 5 Oktober 2022 kemaren, untuk melaporkan oknum terduga calo inisial IAS bersama rekannya GAL.

"Saya Damler Brismanto hutagalung salah seorang pedagang, yang didampingi oleh dua adek saya, Raju Firmanda Hutagalung dan Ofdyan Sadi, dari aktivis mahasiswa, telah melaporkan saudara IS ke Polresta Sibolga dengan nomor surat tanda terima laporan Polisi STTLP/172/X/2022/SPKT atas dugaan penipuan yang dilakukan oleh saudara IAS. Dan diduga saudara GAL ikut serta dalam skema penipuan dan praktik pencaloan kepada saya," sebutnya, Jumat (7/10).

Didampingi Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng). Damler mengaku, jika uang diberikan kepada oknum tersebut, maka kios bangunan baru bisa dia tempati.
"Dimana Saudara GAL menjanjikan dengan saya, tentang kios baru yang akan saya tempati. Apabila saya memberikan sejumlah uang," bebernya sembari mengaku ia bertemu dengan oknum calo itu ketika berada di bangunan terminal baru saja selesai dibangun.

Diduga adanya bujuk rayuan dan keinginan harga yang ditentukan oleh calo, pedagang kain ini terpaksa menarik tabungannya hingga puluhan juta rupiah, agar dapat berjualan di Pasar yang menelan uang rakyat senilai Rp61.844.726.628,- itu.
laporan polisi ditipu calo
Surat tanda terima laporan Polisi STTLP/172/X/2022/SPKT atas dugaan penipuan yang dilakukan oleh saudara IAS.
"Atas keinginan Saudara GAL, per kios saya dimintai sebesar Rp20 juta. Saya kemudian meminta 2 kios dan disetujui oleh Saudara GAL, maka uang yang saya berikan kepadanya sebanyak Rp46 juta, dengan keterangan Rp20 juta untuk kios pertama, dan Rp25 juta untuk kios ke dua, dan biaya membalik namakan kios tersebut. Satu juta lagi untuk komisi yang dia minta untuk dirinya," jelas pedagang ini.

produk kecantikan untuk pria wanita
Akhirnya pun, Damler memberikan uang puluhan jutanya kepada IAS di depan GAL yang disaksikan oleh Pahala Siregar (Pedegang), sebagai pembayaran kios baru di Pasar Swadaya Sibolga Nauli.
"Uang saya berikan kepada Saudara IAS, disaksikan oleh Saudara Pahala Siregar. Dengan kemudian Saudara IAS melimpahkan uang tersebut kepada Saudara GAL, karena kedua orang tersebut bekerja sama dalam skema penipuan dan praktik pencaloan terhadap saya," jelasnya pada Utamanews.com

Ditenggarai, ia sepakat dan menunaikan kemauan calo, namun kios dagangannya hingga kini tak kelihatan wujudnya. 

Sambungnya, sebelum memberikan keterangan di Polresta Sibolga, Ia terus berupaya membangun silaturahmi dengan baik, supaya tidak ada yang tersakiti. Namun itikad baik pedagang kain ini, untuk meminta rupiahnya agar dikembalikan, sepertinya dipandang sebelah mata.
iklan peninggi badan

"Namun sampai hari ini, tidak ada pertanggung jawaban atas tindakan yang telah dilakukan oleh saudara yang bersangkutan. Begitupun sebelum pelaporan ini, saya sudah berupaya melakukan komunikasi baik dengan Saudara IAS dan GAL untuk mengembalikan uang saya. Namun berbalas janji-janji palsu dan tidak kunjung dipulangkan," cetus Damler.
Dia meyakini jika laporan tersebut memenuhi unsur dugaan tindak pidana, sehingga dirinya yakin, laporan tersebut diproses oleh Polres Kota Sibolga, sesuai harapan pedagang itu.

"Saya sangat yakin bahwa Polresta Sibolga dalam hal ini akan memberikan kepastian hukum, apa bila kebenaran telah terungkap dengan sejumlah bukti dan keterangan saksi yang telah diberikan. Terimakasih saya ucapkan kepada Polresta Sibolga yang telah menerima laporan saya. Begitu juga saya ucapkan terimakasih kepada dua Aktifis Mahasiswa, Adinda Raju Firmanda Hutagalung dan Ofdyan Sadi, telah memberikan motivasi dan dorongan sehingga saya berani melaporkan ini ke ranah hukum, dan saya sangat merasa terbantu," ungkapnya.

Terpisah, IAS menanggapi laporan Damler Brismanto Hutagalung di Polresta Sibolga. Pria brewokan itu menyampaikan via telepon, jika dirinya sedang berada di luar Kota sebagai Relawan.

"Nanti lah pak, tunggu saya pulang. Saya sekarang di Tarutung, Tapanuli Utara, sedang bekerja sebagai relawan gempa itu," katanya saat dihubungi melalui WhatsApp, Jumat (7/10/2022).
Sebelumnya, Kaur Humas Polresta Sibolga, AKP R Sormin, saat dikonfirmasi melalui telepon tidak mengangkat dan saat dilayangkan pesan WhatsApp belum dapat membalas konfirmasi Utamanews.com terkait laporan Pedagang kain.

Di lain tempat, GAL yang merupakan eks salah satu Ketua organisasi di Sibolga, belum memberikan konfirmasi kepada Utamanews.com hingga berita ini diterbitkan. 
Editor: Arman Junedy
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later