Delapan orang tewas dalam pemboman di Kolombia Sabtu (7/12). Tuduhan langsung dialamatkan pada pemberontak sayap kiri FARC yang saat ini terlibat dalam pembicaraan damai dengan pemerintah.'Para korban, terdiri dari dua warga sipil dan enam anggota militer serta polisi, meninggal ketika kendaraan sarat dengan bahan peledak meledak di kota kecil Inza saat penduduk setempat bersiap untuk ke pasar petani,' kata pihak berwenang.
Tujuh tentara terluka dalam ledakan Sabtu pagi tetapi kondisi mereka tidak akan segera diungkapkan.
Pihak militer mengatakan dalam sebuah pernyataan resmi bahwa insiden itu jelas menunjukkan bahwa FARC terus secara sistematis melakukan tindakan terorisme terhadap warga sipil.
Komisaris Polisi Rodolfo Polomino mengatakan kepada wartawan bahwa serangan itu bukti lebih lanjut dari aksi terorisme FARC.
'Selain dua warga sipil, mereka yang tewas termasuk seorang mayor angkatan darat, dua letnan, seorang sersan, seorang tentara dan seorang sersan polisi,' kata pernyataan itu.
Ledakan itu terjadi saat Bogota dan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kiri Kolombia (FARC), yang didirikan pada tahun 1964, mencoba menegosiasikan kesepakatan untuk mengakhiri konflik selama hampir 50 tahun.
Dianggap sebagai pemberontakan terlama di Amerika Latin, konflik ini telah menewaskan ratusan ribuan orang dan lebih dari 4,5 juta lainnya mengungsi.
Pembicaraan perdamaian dimulai lebih dari setahun yang lalu di ibu kota Kuba, Havana. Sejauh ini kedua pihak telah mencapai kesepakatan pada dua dari lima persoalan.
Inza adalah sebuah desa kecil dan terpencil yang terletak di wilayah Cauca yang bermasalah, dimana pasukan FARC lebih dominan. Sebagai kelompok pemberontak terbesar Kolombia, FARC memiliki 7.000 sampai 8.000 pejuang.