Belum usai persoalan pelecehan seksual yang diduga dilakukan pemilik Pondok Pesantren (Ponpes) yang berada di Kecamatan Padang Tualang, hal yang mengejutkan kembali terjadi di Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat.
Pasalnya, dua orang anak yang masing masing masih berusia 7 dan 4 tahun, tega di rudapaksa oleh kakek dan pamannya.
Akibat perbuatannya, kedua tersangka bejat ini sudah diamankan di Sat Reskrim Polres Langkat.
"Ya benar, sudah diserahkan warga. Saat ini kedua tersangka sudah berada di sel tahanan Polres Langkat," ujar Kasi Humas Polres Langkat, AKP S Yudianto, Senin (11/9).
Adapun kedua tersangka berinisial HS (kakek) berusia 60 tahun, dan paman korban berinsial HS berusia 19 tahun. Keduanya warga Kelurahan Beras Basah, Kecamatan Pangkalan Susu.
Sementara itu, kedua korban saat ini juga sudah mendapatkan pendampingan dari Unit Pelayanan Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Langkat.
"Yang di Kecamatan Pangkalan Susu, kedua anak itu psikologisnya sudah kita periksa, tinggal menunggu jadwal sidang kedua tersangka," ujar salahsatu pendamping UPTD PPA Langkat, Malahayati.
"Kalau hasil psikologis, mungkin yang memeriksa yang mengetahui hasilnya. Cuma sewaktu kita periksakan, si korban keadaannya ceria banyak yang mengunjungi korban," sambungnya.
Lebih lanjut dikatakan wanita yang kerap disapa Mala tersebut, ternyata kedua orangtua korban diketahui sudah bercerai. Oleh karena itu, kedua korban tinggal bersama kakek dan paman dari keluarga ayahnya.
"Ibu dan ayahnya sudah bercerai, ayahnya pergi ke Bali, ibunya menikah lagi di daerah Kota Berastagi. Jadi kedua korban ini tinggal sama kakek dari ayahnya," urai Mala.
Sementara saat ini kedua korban sudah dititipkan sementara dirumah salah seorang pendeta yang bertempat tinggal disekitar tempat kejadian perkara.
Diketahui, kejadian ini bermula saat salah seorang guru sekolah MS yang berusia 7 tahun. Dimana pada saat itu, korban hendak membuang air kecil di toilet sekolah.
Namun korban merasa kesakitan pada kemaluannya sehingga guru sekolah mengetahui dan memeriksakan korban ke Puskesmas Beras Basah.
"Kedua korban sempat mendapat perawatan di Puskesmas Beras Besah. Untuk kedua korban ini, safetynya sudah kita jalankan sesuai tupoksi UPTD PPA Langkat," tutup Mala.