Banjir setinggi 1,5 meter di kampung Sibarabara desa Simataniari kecamatan Angkola Sangkunur Kabupaten. Tapanuli Selatan, melumpuhkan aktivitas warga desa Kamis (5/12) pagi.Kerugian akibat bencana banjir tersebut mencapai ratusan juta rupiah, sebab banjir merendam puluhan hektar lahan sawah, kebun sawit serta merendam bangunan sekolah sekitar desa tersebut, warga mengungsi di tempat sanak saudara terdekat. Banjir merendam rumah yang dihuni sekitar 100 Kepala Keluarga (KK).
Kepala sekolah Sekolah Dasar Negeri 102590 terpaksa meliburkan siswanya karena banjir merendam sekolah tersebut.
Kepala Desa setempat, Darman Nasution,menjelaskan bahwa banjir terjadi karena intensitas curah hujan yang tinggi sehingga mengakibatkan sungai Batang Toru dan sungai Sangkunur meluap.
“Hujan yang mengguyur sejak pagi, mengakibatkan dua sungai yang alirannya melalui desa ini meluap, ketinggiannya mencapai 1,5 meter “
Dikatakan juga, tidak adanya korban jiwa, namun akitivitas warga lumpuh total karena rumah serta lahan perkebunan ikut terendam banjir.
Sebagian warga masih ada yang bertahan di rumahnya, dan warga berharap adanya solusi dari Pemkab Tapsel dalam mengatasi banjir yang sering terjadi di desa yang dipimpinnya
“Kami sudah capek dengan musibah banjir yang terus melanda desa ini, kami minta pemkab Tapsel lebih serius dalam mengatasi masalah banjir ini, setiap tahunnya air meluap hingga membanjiri desa ini terus-menerus, saat ini saja hingga 3 hari, air belum juga surut, saya khawatir jika hujan terus turun akan menenggelamkan desa kami,“ ujar Darman.
Pantauan di lokasi, sebagian warga telihat masih bertahan di dalam rumahnya, tanpa melakukan aktivitas ekonomi.