
Sedikitnya 700 orang warga Sei Berombang tidak terima dan merusak kediaman AS (46), seorang pemilik Minyak Solar yang diduga sebelumnya melakukan pemukulan terhadap 2 orang anak di bawah umur di Lingkungan VI, Kelurahan Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu, Kamis (23/01/2020) sekira pukul 22.30 WIB
Menurut warga Berombang berinisial TB (39), kejadian tersebut berawal saat kedua anak yang berinisial A (12) dan AP (14) yang merupakan warga Lingkungan VI Gang Aman Kelurahan Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara diduga dipukuli oleh sang pemilik rumah, karena mengetahui kedua anak tersebut sedang mencuri minyak jenis Solar dari Boat milik AS, tepatnya yang berada di gudang belakang miliknya.
"Ketika dipergoki oleh AS, kemudian kedua pelaku (A dan AP) mencoba melarikan diri ke arah depan rumahnya, akan tetapi pelaku tidak dapat meloloskan diri sehingga keduanya dipukuli hingga mengalami luka lebam di wajah dan tidak sadarkan diri," jelas TB
Kemudian, lanjut TB, pemukulan terhadap kedua anak di bawah umur tersebut sampai ke telinga masyarakat, hingga membuat masyarakat Sei Berombang geram, mengingat pelakunya masih tergolong anak anak.
"Benar bang, mendengar kejadian itu sekitar 700 massa beramai-ramai mendatangi rumah milik AS dan melakukan pelemparan serta pengerusakan dengan menggunakan batu," tambahnya.
Ketika dikonfirmasi lewat WhatsApp-nya, Dandim 0209/LB Letkol Inf Santoso melalui Pasi Intel Kodim 0209/LB Lettu Inf Dedi M Sibarani, membenarkan kejadian ini, yang mana saat pengerusakan terjadi, Personel Koramil 03/Sei Berombang dan Polsek Panai Hilir sudah berada di lokasi, namun dikarenakan jumlah massa saat itu jauh lebih banyak, sehingga aparat TNI/POLRI sulit untuk menghalau tindakan massa.
"Personel Koramil 03/Sei Berombang dan Polsek Panai Hilir sudah berada di lokasi, namun dikarenakan jumlah massa saat itu jauh lebih banyak, sehingga aparat TNI/POLRI sulit untuk menghalau tindakan massa", sebutnya
Kemudian untuk mendapatkan pertolongan, A dan AP, sekira pukul 22:45 Wib, diboyong ke Puskesmas Sei Berombang, tetapi kondisi kesehatan keduanya menurun, sehingga pukul 23.30 WIB kembali dievakuasi menuju RSUD Rantauprapat dengan menggunakan Ambulance Puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Hingga pukul 23.45 WIB massa masih berkumpul di depan rumah milik AS tetapi dirinya tidak kunjung keluar karena diduga telah melarikan diri. Pasca kejadian tersebut, aparat TNI/Polri masih berjaga di sekitar lokasi guna mengantisipasi terjadinya kerusuhan.