Kamis, 21 Mei 2026
Kapak Sitepu bersama anaknya yang tewas dibantai di tanahnya pada tahun 1991

Perwiritan Untuk Doakan Kapak Sitepu

DELI SERDANG (utamanews)
Selasa, 04 Jun 2013 22:01
<font size="3">Acara Perwiritan yang digelar oleh ibu-ibu perwiritan untuk 
mendoakan almarhum Kapak Sitepu bersama anaknya yang tewas dibantai di 
tanahnya pada tahun 1991 lalu</font>
utamanews

Acara Perwiritan yang digelar oleh ibu-ibu perwiritan untuk mendoakan almarhum Kapak Sitepu bersama anaknya yang tewas dibantai di tanahnya pada tahun 1991 lalu

Acara yang digelar oleh ibu-ibu perwiritan untuk mendoakan almarhum Kapak Sitepu bersama anaknya yang tewas dibantai di tanahnya pada tahun 1991 lalu, yang terletak di Jl Jamin Ginting KM 11,5 tepatnya di bekas Hotel Sumatra Village Resort yang kini telah menjadi milik Yayasan Gereja Betel Indonesia (GBI). Dalam acara perwiritan itu, mereka mendoakan kedua almarhum agar diterima disisiNya, sehingga arwah keduanya tenang.

Ibu-ibu perwiritan, melakukan aktifitas berdoa untuk melakukan doa bersama untuk mengenang tragedi pembantaian Kapak Sitepu bersama anaknya. Dalam acara itu, mereka menuding pihak mafia tanah telah merubah kepemilikan tanah tersebut.

Seperti yang dikatakan Julkarnen Nasution yang merupakan kuasa hukum ke 17 ahli waris Kapak Sitepu, dikatakannya lagi,"tanah ini belum pernah di ganti rugikan sama siapa pun, karena surat SK 77 tahun 1986 yang ada sama kita masih tetap kita pegang. Bahkan Camat sebelumnya Edward Sembiring pada Tahun 2010 telah mengeluarkan surat bahwa mereka tak pernah melakukan transaksi ganti rugi mulai dari Tahun 1986," ujar Pak Jul sapaan akrab Julkarnaen.

"ke 17 ahli waris ini pun telah di kuatkan surat putusan dari Pengadilan Negeri Medan, bahwa secara hukum, mereka sah sebagai ahli waris, dan dari pengakuan mereka tak pernah sekali pun melakukan transaksi jual beli," ujar Pak Jul.

Petugas Kepolisian dari Sektor Delitua yang dipimpin Kapolsek Kompol Bhactiar Marpaung, SH, Ssos, Mhum langsung turun kelokasi untuk menjaga hal-hal yang tidak dinginkan, karena sejumlah petugas Security dari pihak Yayasan telah di siagakan di gerbang menuju ke dalam.

"pimpinan Yayasan ini tak berada didalam, kalau mau ketemu datang aja langsung ke Medan Plaza, karena disanalah kantornya," ujar pria berperawakan kurus ini sambil mengaku kalau dirinya tak mengetahui tentang kepemilikan tanah yang diributkan itu, ujar salah satu security. (Tm)
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later