<i><font color="#000099">Aktifis NGO asal Korea Selatan, Heavenly Culture, World Peace, Restoration of Light (HWPL) diabadikan bersama mahasiswa di USU, Jumat (20/5/2016)</font></i>
Salah satu NGO terbesar di dunia Heavenly Culture, World Peace, Restoration of Light (HWPL) menggelar kegiatan pengumpulan tanda tangan untuk deklarasi penghentian perang dan perdamaian dunia, di kampus USU di kota Medan, Jumat (20/5/2016). Kegiatan ini berlangsung di 137 negara yang ada di Benua Asia, Amerika, Eropa dan Oceania.
"Kami datang ke Medan untuk memperkenalkan organisasi kami dan mendeklarasikan penghentian perang dan perdamaian dunia untuk kaum muda," kata Office Program Coordinator HWPL Christina Lee, saat ditemui di sela sela kegiatan di FISIP USU.
Amatan utamanews.com, hingga siang tadi sudah terkumpul 200 tanda tangan dari mahasiswa di FISIP USU.
Di Indonesia, beberapa kota juga terlibat dalam deklarasi perdamaian terebut. "Untuk di Indonesia sendiri kita melaksanakannya dibeberapa kota besar seperti, Medan surabaya Makassar dan Jakarta. Antusiasnya juga sangat banyak untuk deklarasi perdamaiannya." katanya.
Tanda tangan dari seluruh dunia ini nantinya berguna untuk mengefektifkan hukum internasional (International Law) tentang perdamaian di PBB. "Agar PBB bisa mengesahkan rancangan undang-undang perdamaian dunia," jelasnya.
Mahasiswa terlihat antusias memberikan dukungan melalui tanda tangan. Bahkan mereka menyempatkan diri mengabadikan momen tersebut bersama beberapa anggota HWPL yang berasal dari Korea Selatan.
HWPL adalah salah satu NGO terbesar di dunia yang mengkampanyekan penghentian perang dan peramaian dunia. HWPL berpusat di Negara Korea Selatan. Mereka telah banyak menyelenggarakan kegiatan guna mendukung PBB untuk mengesahkan RUU Perdamaian Dunia.