Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Utara menyiapkan skenario pengurangan risiko bencana tsunami dengan memberikan pendidikan bagi masyarakat dalam menghadapi kemungkinan tsunami.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Asren Nasution di Medan, Kamis, 9 Mei 2013, mengatakan, skenario persiapan itu akan dilakukan di enam daerah yang memiliki potensi terjadi bencana tsunami.
Keenam daerah itu adalah Kabupaten Nias, Nias Selatan, Mandailing Natal, Tapanuli Tengah, dan Kota Sibolga yang keseluruhannya berada dekat samudera Indonesia.
Skenario tersebut berupa pendidikan kepada masyarakat mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan mendapatkan tanda atau gejala terjadinya bencana tsunami.
Dengan kesiapan tersebut, kemungkinan terjadi risiko tersebut dari bencana tsunami dapat dikurangi, baik dari aspek korban jiwa mau pun kerusakan bangunan.
Kesiapan tersebut semakin dibutuhkan karena Sumut termasuk daerah yang rentan dengan gempa yang dapat menimbulkan potensi tsunami disebabkan berada diatas lempeng bumi.
Selain mendidik masyarakat untuk memiliki kesiapan terhadap bencana tsunami, BPBD menyiapkan berbagai peralatan yang dibutuhkan jika terjadi bencana besar di Sumut.
Ia mencontohkan keberadaan mobil satelit yang akan diturunkan ke suatu daerah yang mengalami bencana besar sehingga merusak seluruh infrastruktur yang ada, termasuk sistem telekomunikasi.
Dengan keberadaan mobil satelit tersebut, aparatur pemerintah yang diturunkan ke lokasi bencana dapat menginformasikan situasi di lapangan dan melaporkan kebutuhan yang diperlukan.
Demikian juga dengan tenda berukuran besar yang dapat menjadi kantor darurat bagi pejabat pemerintahan jika terjadi bencana besar di Sumut atau provinsi tetangga.
“Ukurannya sekitar 50×50 meter, dilengkapi dengan AC (pendingin ruangan),” katanya.
Ia menambahkan, selain untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, berbagai kesiapan tersebut juga diperlukan karena Sumut merupakan daerah penyangga bagi provinsi tetangga yang rawan dengan bencana alam. (ant)