Masyarakat kota Medan yang tinggal di kawasan Tuntungan menyatakan rasa kecewanya terhadap PDAM Tirtanadi karena perusahaan milik pemerintah daerah tersebut, pelayanannya mengecewakan.
Hal ini terungkap saat anggota DPRD Medan H.Salman Alfarisi Lc, MA turun meninjau banjir di Lingkungan 10, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, Senin (19/10). Salah seorang warga setempat, Untung menyatakan bahwa penderitaan mereka akibat banjir diperparah dengan ketiadaan suplai air bersih dari PDAM Tirtanadi.
"Sudah banjir, air pulak mati. Inilah yang kami alami sekarang," jelas Untung.
Diungkapkannya, aliran air Tirtanadi tidak bisa dirasakan warga sementara di lokasi lain air normal seperti biasa. "Cuma di kawasan kami, di beberapa lingkungan air macet," jelasnya seraya mengatakan kondisi ini memaksa warga harus ekstra bersabar.
Sementara itu, warga lainnya Surya mengaku buruknya layanan Tirtanadi tidak hanya terjadi sekali ini saja. Saat tidak banjir warga merasakan buruknya kualitas air. "Tidak hanya saat banjir, waktu normal pun air ini keruh warga suka terganggu aktifitasnya," jelasnya.
Untuk itulah, warga meminta DPRD Medan untuk menyampaikan permasalahan ini ke Tirtanadi. "Harapan kita pelayanan bisa ditingkatkan, jangan buat susah warga," jelasnya.
Anggota DPRD Medan H.Salman Alfarisi Lc, MA, menyampaikan keprihatinan atas bencana banjir yang menimpa warga di Tuntungan. Sementara itu terkait keluhan warga soal air Tirtanadi Salman langsung menelepon Dirut PDAM Tirtanadi namun nomor teleponnya tidak aktif.
"Soal air Tirtanadi kita akan panggil ke DPRD," ungkap Salman.
Diungkapkan Salman, pihaknya akan meminta Tirtanadi menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di Tuntungan. "Kita akan tanyakan kenapa air selalu keruh sehingga warga menjadi kesusahan," terangnya. (red)