Kamis, 19 Sep 2019 12:36
  • Home
  • Ragam
  • Sutiyoso: Pancasila Falsafah Bangsa, Bukan Bagian Empat Pilar

Sutiyoso: Pancasila Falsafah Bangsa, Bukan Bagian Empat Pilar

JAKARTA (utamanews)
Sabtu, 08 Jun 2013 05:52
Ketua Partai Kesatuan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Sutiyoso mengemukakan, Pancasila bukanlah bagian dari Empat Pilar Bangsa, tetapi merupakan falsafah negara. Ia pun mengkritik konsep Pancasila sebagai salah satu pilar bangsa, seperti yang disosialisasikan oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Taufiq Kiemas.

"Saya tidak begitu setuju dengan pandangan Pak Taufiq Kiemas atau MPR, tentang Pancasila sebagai salah satu dari Empat Pilar. Pandangan itu menyelaraskan Pancasila dengan UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Padahal Pancasila lebih dari itu," kata Sutiyoso, di Jakarta, Jumat (7/6).

Sutiyoso menjelaskan, Pancasila bukanlah pilar, melainkan dasar atau "Weltanschauung", alias pandangan hidup bangsa Indonesia. Dengan kata lain menurutnya, Pancasila adalah landasan dan jiwa bangsa Indonesia.

Adapun konsep Empat Pilar itu sendiri, menurut Sutiyoso tidak tepat dan fatal, karena "merendahkan" nilai Pancasila. Pancasila yang merupakan dasar negara, menurutnya tidak setara dengan Kebhinnekaan atau UUD 1945, bahkan NKRI.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini pun menegaskan, konsep yang lebih tepat untuk menggantikan istilah Empat Pilar Kebangsaan adalah "Pancasila Plus Tiga". Artinya menurutnya, Pancasila merupakan pedoman utama, yang dilengkapi UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Pria yang akrab disapa Bang Yos ini pun menginginkan agar MPR segera mengoreksi konsep Pancasila sebagai bagian Empat Pilar itu. Dalam rangka mengoreksi pemahaman yang keliru soal Pancasila ini, ia pun rencananya akan menerbitkan sebuah buku yang isinya tentang Pancasila sebagai falsafah hidup yang harus menjiwai seluruh nafas hidup bangsa Indonesia.

Selain itu, ditambahkan Sutiyoso, karena Pancasila merupakan jiwa bangsa Indonesia, maka Pancasila merupakan fondasi yang menjadi dasar dari semua prinsip politik tentang bagaimana membangun Indonesia. Oleh karena itu menurutnya, Pancasila tidak tepat dijadikan azas tunggal partai politik (parpol) di Indonesia, sebab akan mengganggu segala kebebasan ideologi politik.

"Pancasila dijadikan sebagai saringan bagi organisasi politik. Dengan demikian, sebebas-bebasnya partai membangun ideologi politik, tetap saja akan tersaring dengan sempurna oleh Pancasila," ujarnya pula.

Hal senada dikemukakan oleh Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Izha Mahendra. Menurutnya, Pancasila adalah landasan falsafah negara sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945, khususnya alinea keempat. Dalam hal ini artinya, Pancasila tidak bisa disamakan dengan pilar.

"Saya lebih suka menyebut Pancasila sebagai landasan falsafah negara, bukan dasar negara atau ideologi sebagaimana sering kita dengar," tegas Yusril.

Menurut Yusril lagi, landasan falsafah negara haruslah merupakan kesepakatan bersama dari semua aliran politik ketika mereka mendirikan sebuah negara. Oleh karena itu, landasan falsafah negara harus menjadi titik temu atau common platform dari semua aliran politik yang ada di dalam negara itu. (berita1)
T#g:opiniPancasila
Berita Terkait
  • Kamis, 05 Sep 2019 09:05

    Belajar Memaknai Toleransi dan Kewaspadaan Dari Peristiwa Papua

    Negara ini dibangun atas dasar perbedaan. Menghargai perbedaan merupakan kunci terciptanya perdamaian. Sejarah mencatat bahwa tegaknya negara ini karena menghargai perbedaan suku, ras, agama, dan anta

  • Rabu, 28 Agu 2019 16:28

    Pancasila adalah kunci keutuhan bangsa

    Pancasila adalah kunci keutuhan bangsa, pondasi bangsa Indonesia. Ideologi pemersatu semua perbedaan anak bangsa. Sejarah mencatat, bangsa ini lahir bukan karena persamaan suku, ras, agama atau golong

  • Kamis, 05 Sep 2019 03:05

    Pihak yang tidak akui pemerintahan sah merupakan pengkhianat bangsa

    Salahsatu keputusan Ijtima' Ulama IV pada tanggal 5 Agustus 2019 adalah tidak mengakui pemerintah yang terpilih sebagai hasil pemilihan umum yang lalu. Berdasarkan konstitusi, hal tersebut merupa

  • Minggu, 01 Sep 2019 03:01

    Peran Anak Muda Menolak Konsep NKRI Bersyariah

    Ijtima Ulama 4 menghasilkan konsep NKRI Bersyariah, konsep tersebut jelas sangat tidak diperlukan, karena Indonesia sudah memiliki ideologi Pancasila. Sehingga Ideologi- ideologi lainnya tidak bisa di

  • Sabtu, 17 Agu 2019 03:17

    Mari Ramai-Ramai Menolak NKRI Bersyariah

    Ijtima' Ulama 4 dalam salah satu keputusannya seakan menuntut terwujudnya konsep NKRI Bersyariah. Hal tersebut tentu juga bisa saja menimbulkan kontroversi dan melakukan penentangan atas keputusa

  • Kamis, 01 Agu 2019 20:41

    Beri semangat dan pesan pada PP Labusel, Ketua MPW PP Sumut: Jangan mengeluh walau tak ada dukungan Bupati

    Bung Kodrat Shah (Ketua MPW PP Prov Sumut), Mayor Czi Baginda Siregar (Danramil 11/KP), AKP Hitler Sihombing (Kapolsek Kampung rakyat), Iptu Sihar Hutagalung (mewakili Kapolsekta Kotapinang), Muhammad

  • Rabu, 17 Jul 2019 14:47

    PAC dan 12 Pimpinan Ranting Bosar Maligas Tolak RPP MPC Pemuda Pancasila Simalungun

    Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan 12 Pimpinan Ranting Pemuda Pancasila Kecamatan Bosar Maligas melakukan penolakan terhadap keputusan Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Simalungun y

  • Rabu, 10 Jul 2019 15:40

    SAPMA PP Tebing Tinggi Dukung Mhd Yuridho Chap Pimpin Pemuda Pancasila

    Sehubungan akan diselenggarakannya musyawarah cabang Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Tebing Tinggi sekaligus pemilihan ketua periode 2019-2023, Satuan siswa, pelajar dan mahasiswa

  • Minggu, 07 Jul 2019 18:57

    SAPMA PP Pematangsiantar & Simalungun adakan aksi belasungkawa ke korban kebakaran

    Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Pematangsiantar dan Simalungun melakukan aksi belasungkawa atas peristiwa kebakaran yang terjadi di Jl. Mangga Kota Pematangsiantar, Minggu (7/

  • Senin, 01 Jul 2019 23:51

    Fun Bike Memperingati Hari Lahir Pancasila

    Jember Sport Garden, Stadion kebanggaan masyarakat Jember, pada Minggu (30/06/2019) Pukul 06.00 Wib sudah dibanjiri bikers dari berbagai daerah, baik dari dalam Kabupaten Jember maupun dari luar Kabup

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak