Presiden Jokowi dan rombongan di lokasi pengungsian. Tampak Ibu Negara duduk manis bersama warga pengungsi, (29/10)
Presiden Joko Widodo menyatakan masalah relokasi yang menjadi persoalan pengungsi Sinabung segera diselesaikan. Izin dari Kementerian Kehutanan yang menjadi kendala pembangunan jalan pun sudah diatasi.
"Memang masih ada masalah perizinan dari Menteri Kehutanan, tapi tadi menterinya sudah saya telepon langsung," kata Jokowi di Posko Penanggulangan Bencana Erupsi Gunung Sinabung di Pendapa Kantor Bupati Karo di Jalan Veteran, Kabanjahe, Karo, Selasa (29/10) sore.
Jokowi menyatakan sudah memerintahkan Menteri Kehutanan untuk menyelesaikan surat perizinan itu dalam 2 atau 3 hari ini. "Setelah suratnya dipegang, saya perintahkan ke pihak kodam untuk langsung dikerjakan jalannya sekitar 6,5 km. Rampung, masalah relokasi selesai," ujarnya.
Dia memaparkan, pemerintah sudah menghitung biaya yang diperlukan untuk pembangunan akses jalan ke lokasi relokasi. "Totalnya sekitar Rp11,5 miliar. Sudah kita berikan ke Pangdam. Untuk pembangunan dan perbaikan rumah akan dikirim lagi. Saya lupa jumlahnya. Kalau tidak salah kira-kira Rp 80 miliar," terang Jokowi.
Selain itu, Jokowi juga memaparkan para pengungsi juga sudah mendapat bantuan Rp 500 ribu per KK. Mereka juga diberikan Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar.
Ditanya soal kebutuhan mendesak, Jokowi menyatakan, pengungsi hanya minta relokasi. "Itu kebutuhan yang mendesak dan itu sudah diputuskan. Pak Bupati OK, Pak Gubernur OK, menteri OK, jalan sudah OK, 3 hari ini sudah dimulai," tuturnya.
Saat ditanya apakah erupsi Gunung Sinabung dapat dinaikkan statusnya sebagai bencana nasional, Jokowi menyatakan akan mempertimbangkannya. "Nanti dilihat, status, nggak penting, (yang penting di) lapangan, kerjakan, beri solusi," tuturnya. (mrdk)