Plt Walikota Medan saat diabadikan bersama DPC Banteng Muda Indonesia kota Medan, 19 Nopember 2013
Seluruh pengurus dan kader DPC BMI Kota Medan siap mendukung sepenuhnya kepemimpinan Pelaksana Tugas Wali Kota Medan,” kata Sastra, didampingi sejumlah pengurus lainnya ketika beraudiensi di Balai Kota Medan, Selasa (8/11).
Dalam pertemuan singkat itu, Sastra menyampaikan ada 2 permasalahan yang harus segera disikapi di Kota Medan saat ini. Pertama, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kantibmas) yang belakangan ini cukup rawan dengan aksi perampokan yang dilakukan pengendara sepeda motor atau lebih terkenal dengan istilah geng motor. Kedua terkait fasilitas umum seperti infra struktur jalan banyak yang rusak.
Untuk masalah geng motor, Sastra menilai aksi yang dilakukan selama ini telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Kondisi ini membuat masyarakat merasa was-was saat beraktifitas di luar rumah. Selain masyarakat, sejumlah turis pun telah menjadi korban perampokan geng motor. Jika kondisi ini tidak cepat ditangani, maka image Kota Medan akan akan negatif di mata turis internasional karena dinilai sebagai kota yang tidak aman untuk dikunjungi.
“BMI Kota Medan sangat mendukung setiap langkah yang dilakukan dalam rangka pemberantasan pemberantasan geng motor,” tegasnya.
Selanjutnya terkait masalah fasilitas umum seperti ditemukannya sejumlah infra struktur jalan yang rusak, Sastra minta secepatnya ditangani. Dicontohkan Jalan Bunga Asoka, sejumlah pengguna jalan mengalami luka-luka disebabkan jalan rusak.
Didampingi Kadis Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan Drs. Abd Azis dan Kepala Kesbangpol dan Linmas Ceko Wakhda Ritonga, Eldin sangat mengapresiasi kedatangan pengurus DPC BMI Kota Medan. Meski pertemuan berlangsung singkat namun sangat memberikan manfaat, sebab pihaknya mendapatkan masukan-masukan yang berharga dalam mendukung pembangunan di Kota Medan.
Terkait masalah geng motor, Eldin mengaku pihaknya terus berkoordinasi dengan Kapolresta Medan untuk mengatasinya. Dia pun berharap agar Kapolresta menurunkan sejumlah personel untuk terus berpatroli guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Namun dia tidak sepakat jika perampokan disertai kekerasan yang terjadi selama ini dilakukan oleh geng motor melainkan perkumpulan sejumlah orang yang benar-benar ingin merampok.
Sedangkan mengenai infrastruktur jalan yang, Eldin mengaku menjadi fokus utama untuk diperbaiki. Hanya saja yang diperbaiki jalan rusak yang masuk kategori jalan kota, sebab di Medan ada 3 jenis jalan, yaitu jalan negara, jalan provinsi dan jalan kota.
“Guna menghindari agar jalan yang baru diperbaiki rusak, saya minta pegawas benar-benar mengawasinya. Artinya, perbaikan yang dilakukan harus sesuai dengan standard mutu yang telah ditetapkan sehingga tidak cepat rusak kembali,” ungkapnya. (hpm)

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama