Pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) memancing perkembangan bisnis di Indonesia. Bahkan, start-up entrepreuner terus bermunculan. Karena itu, Prestasi Junior Indonesia (PJI) menggandeng Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM) Kementerian Koperasi dan UKM menggelar Jakarta Student Company Competition 2016 di Creative Space Galeri Indonesia Wow (GIW), Smesco Indonesia, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (30/7).
Direktur Utama LLP-KUKM Ahmad Zabadi merasa bangga dengan antusiasme para pelajar di Jakarta yang ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Bahkan, sejumlah SMA dan SMK se-DKI ikut berpartisipasi menyemarakan kegiatan yang juga bertujuan untuk melahirkan generasi baru wirausaha muda di ibu kota dan sekitarnya.
”Indonesia sangat membutuhkan lahirnya parastart-up entrepreuner agar jumlah wirausaha tumbuhsecara signifikan. Itu agar Indonesia bisa digolongkan sebagai negara yang memiliki kemampuan daya saing global,” ucap Zabadi di sela-sela Jakarta Student Company Competition 2016.
Karena itu, LLP-KUKM Kementerian Koperasi dan UKM sangat mendukung berbagai aktivitas yang dapat menginspirasi dan memotivasi lahirnya wirausaha baru. Terutama dari kalangan pelajar dan mahasiswa.
Zabadi menambahkan, event tersebut juga dikolaborasikan dengan kegiatan reguler Creativity Day yang setiap minggu diselenggarakan di GIW, Smesco Indonesia.
"Diharapkan siswa yang sudah mengikuti event tersebut memiliki bekal untuk mengembangkan bisnis yang dikelolanya," papar Zabadi.
Kegiatan tersebut diikuti SMKN 27 Jakarta, SMK Farmasi Ditkesad, SMK Bina Informatika, SMKN 6 Jakarta, SMAN 66 Jakarta, SMKN 28 Jakarta, SMKN 58 Jakarta, SMKN 60 Jakarta, dan satu sekolah berkebutuhan khusus, yaitu SMA LB Tuna Rungu Santi Rama.
Management Advisor Prestasi Junior Indonesia Robert Gardiner menambahkan, Program Student Company adalah program yang diadopsi dari Junior Achievement Worldwide, Boston. Kegiatan itu untuk memberikan pengalaman kepada generasi muda menjadi seorang wirausaha secara riil dengan menjalankan usaha bersama mulai dari perencanaan, operasional usaha, sampai dengan penutupan dengan mendirikan sebuah miniatur perusahaan.
Salah satu implementasi dari program Jakarta Student Company Competition 2016 ini adalah kompetisi antara generasi muda yang terlibat. Adapun kompetisi ini memiliki tingkatan, mulai dari regional, nasional, hingga Asia Pasific. ”Generasi muda yang terlibat akan diberi kesempatan untuk mempresentasikan laporan bisnis yang telah mereka jalankan kepada juri dan tamu undangan,” ujarnya.
Menurut dia, PJI sejak 3 tahun terakhir fokus pada peningkatan kemampuan kewirausahaan pemuda. Kompetisi tersebut juga sebagai pengalaman membangun pengetahuan dan kepercayaan diri bagi para lulusan sekolah untuk memulai bisnis. Itu bagus agar mereka bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi,” ucap Robert.
Acara tersebut juga didukung oleh berbagai perusahaan. Misalnya, Permata Bank. Bahkan, perbankan tersebut mendukung tiga sekolah yang jadi binaannya. Yaitu, SMKN 27 Jakarta, SMK Farmasi Ditkesad, dan SMK Bina Informatika.
”Program kewirausahaan semacam ini merupakan kesempatan emas bagi para siswa terpilih dalam mempelajari bagaimana membangun, mengelola, hingga mengembangkan perusahaan,” ujar Head of Corporate Affairs Permata Bank Richele Maramis.
Menurut dia, siswa dituntut berinovasi dalam menciptakan produk-produk baru serta berkontribusi dalam mengasah kemandirian mereka. Hal ini sejalan dengan visi Permata Bank, yaitu menjadi pelopor dalam memberikan solusi finansial yang inovatif.
Country Head Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N. Makki menyatakan, Indonesia membutuhkan semakin banyak anak muda yang memiliki jiwa kewirausahaan. ”Kami percaya bahwa hal ini dapat membantu mereka untuk meraih masa depan yang lebih baik, yaitu dengan memberikan kesempatan ekonomi atau yang kami sebut sebagai youth economic opportunity,” paparnya.
”Jakarta Student Company Competition 2016 merupakan salah satu implementasi dari misi kami untuk mendorong pertumbuhan dan mendukung kemajuan bagi generasi muda bangsa, utamanya dengan turut memasukkan literasi dan pendidikan keuangan dalam proses berjalannya program itu,” ujarnya.
Tahun lalu, lanjut dia, periode program serupa dimenangkan sekolah yang didukung oleh Citi Indonesia. Saat itu, pemenang berkesempatan untuk terbang ke Seoul, Korea Selatan, untuk mengikuti kompetisi di tingkat Asia Pasifik. ”Kami yakin hal ini merupakan satu faktor penting yang memberikan inspirasi dan membantu para peserta untuk belajar langsung mengenai bisnis dan keuangan dari bankir profesional Citi,” tutup Elvera. (Rls)