Kamis, 30 Apr 2026
Walaupun tanpa plafon

Rehab gedung sekolah SD Negeri 106822 Desa Sukadamai sesuai RAB

Minggu, 27 Jan 2013 23:34

Rehab gedung sekolah SD Negeri No. 106822 di Desa Sukadamai, Kec. Kutalimbaru, Kab.Deli Serdang hingga akhir Januari 2013 belum rampung dikerjakan. Proyek bersumber dari DAK (Dana Alokasi Khusus) sebesar 139 juta, yang digunakan untuk merehab dua ruang kelas, namun pemasangan asbes gedung tersebut belum dilakukan dan pekerja tidak ada lagi. 

Kepala SD Negeri 106822 Sukadamai, Antonius Sinulingga, SPd saat dikonfirmasi, pihaknya  membenarkan perbaikan gedung sekolah yang dipimpinnya itu belum selesai. Dia mengatakan rasa herannya terhadap tukang yang mengerjakan gedung sekolah itu. “Lantai untuk kedua ruangan yang baru dikerjakan mengharuskan perbaikan kembali karena walau baru dikerjakan sudah pecah kembali. Lantai yang lama seharusnya diketok terlebih dahulu baru dicor kembali. Tapi nyatanya tidak dilakukan sehingga hal inilah penyebab pecahnya kembali lantai tersebut,” ujar Antonius.

Dikatakan Antonius, apa yang dikerjakan untuk gedung sekolah tersebut sudah sesuai dengan RAB. Seperti halnya perbaikan dilakukan hanya untuk dua lokal ruang kelas tanpa dipasang asbes atau plafon. Ketika ditanya kenapa sekolah lain dengan menggunakan DAK bisa menyelesaikan tiga ruang kelas sekaligus dipasangi asbes, Antonius mengatakan, kalau untuk sekolah yang dipimpinnya itu tidak mungkin sama dengan sekolah lain. Sekolah yang dipimpinnya termasuk SD terpencil, sehingga biaya transportasi cukup tinggi. “Harga satu sak semen saja setelah sampai di sekolahnya mencapai Rp 65.000 dan begitu juga dengan bahan-bahan lainnya yang harganya cukup tinggi karena biaya pengangkutan yang mahal,” kata Antonius.
Antonius juga menjelaskan, baru-baru ini pihak dari Kejaksaan Pancurbatu datang ke sekolahnya untuk melihat bangunan yang dikerjakan melalui DAK tersebut. “Kepadanya juga saya katakan bahwa apa yang dikerjakan sudah sesuai dengan RAB. Saya juga menyuruh mereka untuk melihat RAB bangunan ini.

Walaupun dikatakan rehab, tapi dikerjakan dari dasar karena bangunan sekolah sebelumnya terbuat dari papan. Dindingnya saja dibeton mulai dari dasar sehingga memerlukan semen yang cukup banyak. Begitu juga dengan lantai yang harus dilakukan pengecoran kembali,” aku Antonius.

Yang jelasnya biaya untuk mengangkut bahan-bahan bangunan ke sekolah ketika itu cukup mahal karena kondisi jalan yang cukup parah. Kalau saat ini jalan menuju sekolah tersebut sudah lebih bagus setelah dilakukan perbaikan melalui dana PPIP (Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan) tahun 2012. 

“Saat ini kondisi jalan sudah jauh lebih bagus. Kalau pada saat bahan-bahan bangunan untuk perbaikan sekolah dimasukkan, keadaan jalan masih sangat parah sehingga biaya pengangkutan cukup tinggi,” ujarnya. (Herda)
produk kecantikan untuk pria wanita

Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️