Plt Walikota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSi diwakili Sekda Ir Syaiful Bahri MM mengatakan, berdasarkan Undang-Undang nomor 14/2005 tentang guru dan dosen, dimana guru ditetapkan sebagai tenaga professional dibidang pendidikan, maka seorang guru harus memiliki kompetensi, sebagai tenaga pendidik professional kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilam dan prilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai dan diaktualisasikan oleh guru dalam menjalankan tugas keprofesionalan.
Hal ini dikatakannya saat membuka acara pelatihan praktik yang baik dan manajemen berbasis sekolah (MBS) tingkat SD/MI mitra USAID Prioritas Provinsi, Senin (9/9) di gedung SDN 064036 Jalan Turi Ujung Medan Kota, tampak hadir Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Drs Parluhutan Hasibuan, Camat Medan Kota serta sejumlah Kepsek SD dan sejumlah guru.
Dikatakannya, selanjutnya sebagai tenaga professional maka kinerja guru harus diukur secara priodik melalui ukuran-ukuran tertentu, ukuran-ukuran tersebut telah dirumuskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional menjadi alat penilaian kemampuan guru (APKG) dimana alat penilaian ini menyoroti tiga aspek utama kemampuan guru yakni, rencana pelaksanaan pembelajaran (teaching plans and material), prosedur pembelajaran (classingroom procedure) dan hubungan pribadi (interpersonal skill dan penilaian pembelajaran.
“Berdasarkan peraturan pemerintah nomor 19/2005 tentang standard nasional pendidikan (SNP), guru di Indonesia diharapkan punya empat kompetensi dalam menjalankan profesinya yaitu kompetensi pedagogi, kompetensi kepribadian, kompetensi professional dan kompetensi sosial,“ ujar Syaiful Bahri.
Ditambahkannya, kurikulum 2013 telah menanti kita secara resmi kurikulum 2013 telah diimplementasikan secara terbatas termasuk di Kota Medan, keberhasilan kurikulum 2013 terletak pada kemampuan bapak dan Ibu guru bersama kepala sekolah, pengawas sekolah dan komite sekolah mengimplementasikannya kedalam bentuk pembelajaran yang relevan dengan kata kuncinya adalah kebersamaan antar semua pihak.
“Kita beruntung mendapat dukungan dari pihak USAID priotitas bidang pendidikan, program ini dinilai relevan dengan kurikulum 2013, karena program USAID ini telah memiliki pengalaman dan keterampilan dalam mengimplementasikan model pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013,“ ungkapnya.
Koordinator USAID Priotitas Sumut Agus Marwan mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian lanjutan kerja sama USAID prioritas dengan Pemko Medan tahun lalu dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di Kota Medan, secara national p[rogram ini ada di tujuh provisnsi dan 10 di Kabupaten/Kota di Sumatera Utara salah satunya di Kota Medan, tahun menambah dua Kabupaten lagi yakni Langkat dan Toba Samosir.
Menurutnya ada tiga komponen program yang dikembangkan oleh USAID Prioritas, yakni komponen untuk meningkatkan mutu pembelajaran, baik di Perguruan Tinggi, lembaga Pendidikan juga guru, program peningkatan mutu manajeman tata layanan dalam pendidikan dan penerapan metoda pendidikan di Kabupaten/Kota, Provensi dan juga di tingkat sekolah, dan pelataihan ini merupakan program peningkatan mutu tahap pertama.
Ditambahkannya, pelatihan pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (Pakem) berlangsung dari 9 sampai 11 September 2013, sedang pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) berlangsung 13 sampai 15 September 2013, pelatihan ini nantinya akan ditindak lanjuti dengan kegiatan pameran untuk melihat sejauh mana pelatihan ini telah diserap oleh para pendidik dan pendidik telah mengajarkannya pada anak didiknya. (hpm)