Menjadi pramuka identik menjadi pemuda Indonesia yang mencintai tanah airnya dengan diwujudkan melalui karya dan pengabdian. Karena itulah pramuka diharapkan dapat dijadikan salah satu wadah bagi pembentukan jiwa nasionalisme dan kebangsaan untuk semua, terutama bagi generasi muda guna mewujudkan bangsa yang berkarakter dan bermartabat. Demikian disampaikan Pelaksana Tugas Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi dalam upacara peringatan Hari Pramuka ke-52 tahun 2013 Tingkat Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Medan di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (31/8).
“Selain itu gerakan pramuka menanamkan jiwa dan semangat gotong royong, serta penghargaan kepada kebhinekaan yang ada. Kemudian harus memiliki rasa tanggung jawab yang kuat, teguh pendirian, rajin dan ulet dalam menghadapi setiap tantangan yang ada, terutama dalam menyosong masa depan,” kata Eldin.
Untuk itulah Eldin selaku Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Medan mengingatkan, salah satu tugas yang harus terus dilakukan yaitu bagaimana terus mengedepankan nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, saat ini kehidupan individu lebih menonjol dan mengembang. Dimana-mana banyak dijumpai pembicaraan tentang “aku’ dan bukan “kita”. Artinya, dunia “kita” semakin tereduksi oleh dunia “aku” yang semakin menonjol.
“Jadi tugas kita saat ini mengembalikan dunia “kita” yang semakin cenderung menghilang tersebut. Modernitas berbasis pada filsafat kehidupan yang cenderung materialistik dan individualistik ternyata tidak sepenuhnya relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia yang selama ini bermodal kerjasama dalam kebersamaan. Nilai dasar gotong royong dan kebersamaan itulah yang sebenarnya selalu diemban oleh gerakan pramuka di dalam berbagai programnya,” ungkapnya.
Menurut Eldin, melalui gerakan pramuka juga mendapatkan proses pembelajaran yang sangat mendasar yaitu tentang tumbuh kembangnya semangat nasionalisme dan kebangsaan yang bertali temali dengan pengembangan sikap kebersamaan, dedikasi tinggi, loyalitas dan kreatifitas. Dengan demikian gerakan pramuka bisa menjadi medium untuk pendidikan karakter yang sangat diperlukan di era perubahan sosial dimana berhimpitan dengan transformasi modernisasiyang tidak akan bisa ditolak.
“Justru itulah di tengah perubahan demi perubahan sosial yang terjadi tersebut, gerakan pramuka menawarkan solusi pendidikan jati diri bangsa yang sangat kita butuhkan. Untuk itu saya berharap melalui peringatan Hari Pramuka ke-52 tahun 2013 ini, harus dapat kita maknai secara riil sebagai bentuk tanggung jawab dan dedikasi moral kita kepada bangsa dan tanah air, melalui semangat nasionalisme sebagai modal utama pembentuk karakter dan martabat bangsa,” harapnya.
Anggota DPRD Sumut Brilian Moktar selaku Humas Kwarcab Pramuka Kota Medan mengaku sangat setuju jika pembentukan karakter bangsa dilakukan melalui gerakan pramuka. Itu sesuai dengan yang diamanatkan secara nasional oleh Presiden. Menurutnya, pembentukan karakter harus dimulai dari dunia pendidikan.
“Untuk itulah saya sangat berharap keputusan Undang-Undang Pramuka itu harus benar-benar dibentuk dengan pikiran jangka panjang untuk pembentukaan bangsa ini ke depan. Jadi saya minta kepada Gubenur selaku Kepala Kwarda Pramuka Sumatera Utara dan Pelaksana Tugas Wali Kota Medan agar menginstruksikan sekolah-sekolah agar menggiatkan kembali pramuka di gugus depan masing-masing,” ujar Brilian.
Selain itu, kata Brilian, kepala daerah juga harus menginstruksikan kepada seluruh jajaran camat dan lurah supaya melantik ranting-ranting masing-masing. Hal ini penting dilakukan agar gerakan pramuka ini benar-benar dapat dibangkitkan kembali dalam mendukung pembentukan karakter bangsa ke depan.
Sebelumnya Drs Hidayat M.Ed selaku ketua penitia pelaksana kegiatan mengatakan, sebelumnya pihaknya telah melakukan serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-52 tahun 2013 Tingkat Kwartir Cabang Gerakan Kota Medan seperti kegiatan ulang janji yang diikuti 200 peserta di Aula Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Medan Jalan Karya Wisata, Selasa (13/8).
Kemudian, lanjutnya, ziarah tabur bunga yang diikuti 500 orang di Taman Makam Pahlawan Bukit Barisan Jalan Sisingamangaraja Medan, Sabtu (31/8). Sedangkan kegiatan puncak yakni upacara Hari Pramuka yang diikuti lebih kurang 4.751 peserta di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (31/8).
Upacara Peringatan Hari Pramuka ini turut dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Medan, Sekda Kota Medan Ir Syaiful Bahri Lubis MM, asisten, pimpinan SKPD, camat dan lurah, kepala kwaran, kakak andalan, kakak pembina gugus depan serta adik-adik dari gugus depan. Disela-sela upacara, Eldin menyerahkan penghargaan kepada Lencana Melati dan Dharma Bakti dari Gerakan Pramuka Tingkat Nasional kepada sejumlah pengurus karena dinilai sangat peduli dan penuh dedikasi untuk memajukan gerakan pramuka. Selain itu juga menyerahkan penghargaan Panca Warsa dari Kepala Kwarda Pramuka Sumatera Utara. (Hpm)