Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumatera Utara Bambang Winardji mengatakan, pihaknya tidak mencampuri keputusan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dalam menerapkan kurikulum 2013. Sebaliknya, lembaga ini akan melakukan koordinasi dengan guru maupun tenaga pendidik dari kabupaten dan kota di daerah ini, supaya implementasi kurikulum tersebut berjalan lancar.
"Belum dapat diketahui secara pasti, apakah seluruh sekolah di kabupaten dan kota di daerah ini, sudah mengetahui secara utuh implementasi kurikulum dari pemerintah pusat tersebut. Habis lebaran, kami akan mengundang seluruh dinas pendidikan untuk rapat koordinasi. Rapat ini diperlukan supaya mempermudah mensosialisasikan kurikulum tersebut," ujar Bambang Winardji di Medan, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (18/7).
Menurutnya, LPMP merupakan unit pelaksana teknis departemen yang berkewajiban membantu pemerintah daerah dalam mencapai standart nasional pendidikan. Lembaga ini juga berperan dalam memberikan masukan, bantuan teknis kepada setiap satuan pendidikan, baik itu di tingkat dasar, menengah maupun pendidikan nonformal. LPMP akan meneruskan program kurikulum 2013 tersebut dengan menyentuh guru.
"Belum semua tenaga pengajar termasuk dari dinas pendidikan yang mengetahui implementasi kurikulum tersebut. Apalagi, sosialisasi dari kementerian pendidikan belum ada dilaksanakan di daerah ini. Penerapan perlu dilakukan supaya tidak mempersulit guru dalam memberikan bimbingan pelajaran. Program tersebut belum dapat berjalan secara utuh selama belum disosialisasikan, baik itu ke kabupaten maupun kota," sebutnya. (b1)