Kamis, 21 Mei 2026

Diduga disuruh Ketua Parpol, seorang wartawan dikeroyok di Madina Sumut

TABAGSEL (utamanews.com)
Kamis, 27 Mar 2014 10:32
<i>Jeffry Barata Lubis, wartawan harian andalas di Madina yang menjadi korban penganiayaan puluhan OTK divisum di RSU Panyabungan.</i>
harianandalas.com

Jeffry Barata Lubis, wartawan harian andalas di Madina yang menjadi korban penganiayaan puluhan OTK divisum di RSU Panyabungan.

Tindak kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi. Selasa (25/3) sekira pukul 21.00 WIB, giliran wartawan harian andalas di Mandailing Natal (Madina), Jeffry Barata Lubis yang menjadi korban.

Dia dianiaya puluhan orang tak dikenal (OTK) mengendarai 2 unit mobil L-300 jenis mini bus dan L-300 jenis Pick up dibalut stiker Partai Hanura di depan Lapas Klas II-B sipapaga Panyabungan, Kabupaten Madina.

"Saya menduga para pelaku orang suruhan salah seorang narapidana Lapas Klas II-B Panyabungan, Ir Ali Makmur Nasution yang juga Ketua Hanura Madina sekaligus anggota DPRD Madina.

Sebelumnya, beliau sempat mengajak ribut (berkelahi,red), ketika saya sedang ngobrol dengan teman saya, Robinson Tampubolon, salah seorang pegawai Lapas klas II-B Panyabungan yang sedang piket malam itu," kara Jeffry.
Lebih lanjut Jeffry menjelaskan, sekira pukul 20.30 WIB, dirinya datang ke Lapas Klas II-B Panyabungan untuk bertemu temannya. Ketika sedang asik ngobrol, tiba-tiba terdengar suara keras dari dalam blok Lapas suara Ir Ali Makmur Nasution alias Jaganding kepada seorang napi yang berstatus sebagai tamping (pembantu pegawai,red).

Dia berkata “bre bilang sama si Jeffry itu biar main kami. Biar tau dulu dia siapa aku. Lalu sambil mendekati pagar penjagaan yang hanya berjarak dua meter dari tempat duduk Jeffry dan Robinson, dia berkata lagi “Pak, tolong dulu masukkan kami dua di kereng, biar main kami dulu di ring.

Mendengar kata-kata tersebut, Jeffry langsung berdiri dan berkata “ayolah, kalau itu mau kau“. Namun Robinson melarang Jeffry untuk meladeni tawaran Jaganding dengan berkata “ngak ada gunanya ditanggapi itu Pak Jef “ sambil mengajak Jeffry pindah ngobrol di halaman depan Lapas.
Berselang kurang lebih 30 menit Jeffry dan Robinson ngobrol di halaman depan Lapas, tiba-tiba dengan kecepatan tinggi dan rem mendadak, 2 unit mobil L-300 jenis mini bus dan jenis Pick up dengan dibalut stiker Partai Hanura bermuatan penuh parkir di depan Lapas Klas II-B Panyabungan.

produk kecantikan untuk pria wanita
Penumpang kedua mobil L-300 yang berlainan jenis tersebut, turun puluhan orang yang langsung masuk ke halaman Lapas Klas II-B menuju pintu masuk Lapas. Robinson yang sedang piket malam itu, langsung berdiri dan berkata jam besuk malam tidak ada, besok saja datang bertamu.
Jeffry yang merasa tidak nyaman dengan kedatangan puluhan orang mengendarai 2 mobil berbalut stiker Partai Hanura, pelan berdiri dan beranjak dari duduknya hendak pulang.

Namun, baru beberapa langkah berjalan, tiba-tiba dia mendengar teriakan keras “itu dia Si Jeffry“ dari arah belakangnya, langsung mencoba menyelamatkan diri dari kejaran puluhan orang yang diduga suruhan tersebut.

Namun, kurang lebih 30 sampai 50 meter dia berlari untuk menyelamatkan diri, Jefrry terjatuh sehingga dengan leluasa Jeffry dipukuli serta injak-injak oleh puluhan orang. Kurang lebih 3 menit sebelum Robinson dan warga sekitar Lapas menolong Jeffry yang tak berdaya dari kejaran puluhan orang tersebut.

iklan peninggi badan
Setelah berhasil diselamatkan Robinson dan warga, Jeffry diamankan di rumah Kalapas yang letaknya tak jauh dari lokasi Jeffry dikeroyok, tetapi Kalapas sedang tak berada di rumah.
Setelah dihubungi, beberapa saat kemudian Kalapas datang. Kemudian Jeffry minta tolong agar Kalapas membantunya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Madina.

Beberapa saat kemudian, Kapolres Madina AKBP Mardiaz Kusin Dwihananto SIK MHum datang bersama Kasatreskrimnya AKP Yos Ade Chandra dan anggotanya ke rumah Kalapas guna melakukan penyelidikan.

Dalam penyelidikan polisi mengamankan handphone milik Ali Makmur. Setelah diperiksa ada pesan masuk yang berbunyi “madung satonga mate dot lombom ma, aman do Bang kan ? (sudah setengah mati dan lemban, aman kan bang ?).

Dan waktu pengiriman pesan tersebut diperkirakan sesuai dengan waktu setelah Jeffry selesai dikeroyok puluhan orang tersebut. Atas dasar petunjuk dari SMS tersebut, handphone yang disebutkan milik Jaganding sementara disita Lapas Kls IIB Panyabungan, sebelum disita Polres Madina sebagai barang bukti atas dugaan keterlibatan Jaganding sebagai dalang atas pengeroyokan Jeffry Barata Lubis.

Jeffri menduga pengeroyokan tersebut buntut ketidak-senangan Ali Makmur Nasution alias Jaganding karena selalu diberitakan terkait kasus penipuan dan penggelapan mahar politik 2010. (AND/JBL)
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later