Minggu, 07 Mar 2021 00:33
  • Home
  • Opini
  • Pupuk Nasionalisme, Pahami Ancaman Proxy War

Pupuk Nasionalisme, Pahami Ancaman Proxy War

MEDAN (utamanews.com)
Jumat, 17 Mar 2017 08:42
Maraknya aksi unjuk rasa dengan mempertontonkan kata-kata kasar dan kadang berujung bentrok, salah satunya disebabkan oleh lunturnya wawasan kebangsaan. Tak dapat dipungkiri banjirnya informasi di dunia maya saat ini telah menenggelamkan rasa nasionalisme anak bangsa. Hal ini diperparah dengan adanya ancaman global, regional dan nasional.  


Sebenarnya ancaman di atas dapat dicegah dengan selalu disiplin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, melakukan gerakan-gerakan dan memperbanyak komunitas berbasis kebangsaan dan serta merintis progam pembangunan karakter berbangsa dan bernegara. 

Generasi muda Indonesia sebagai anak NKRI harus paham apa arti mencintai tanah air Indonesia, serta harus dibuat bangga menjadi anak NKRI yang sumber daya alamnya kaya raya ini. Dan, kalau generasi muda mencintai tanah air, maka harus berpedoman pada Pancasila dan UUD 1945. Menanamkan jiwa nasionalisme kebangsaan kepada anak bangsa juga berperan untuk memberikan kontribusi positif, sesuai tugas dan bidangnya masing-masing, mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera dan menangkal segala bentuk ancaman yang dapat mengganggu keutuhan wilayah NKRI.

Anak muda juga harus tanggap akan perubahan lingkungan strategis dengan lingkup global, regional dan nasional. Bentuk ancaman global salah satunya liberalisme, bentuk ancaman regional di antaranya klaim wilayah, keamanan, salah persepsi keamanan regional dan ancaman nasional terkait dengan geografi, demograsi, SDA dan Ipoleksosbud serta pertahanan keamanan, semua bentuk ancaman tersebut harus generasi muda waspadai. Peran yang sangat penting dan strategis bagi pemuda Indonesia sebagai generasi penerus dan salah satu kekuatan utama bangsa harus sadar terhadap ancaman dari paham komunisme/PKI dan radikalisme yang sedang berkembang melalui cara- cara baru, namun efek penghancurannya lebih dahsyat. 

Selain itu, bangsa Indonesia saat ini dihadapkan pada ancaman berat, yang sangat jauh berbeda dengan ancaman di masa lalu, yang dikenal dengan istilah proxy war. Di mana pelaku tidak dikenal secara jelas, namun bila dicermati dampaknya telah menimbulkan berbagai persoalan dan berbagai konflik di masyarakat dengan pemerintah. 

Proxy War bukan perang konvensional, tidak jelas siapa kawan dan siapa lawan (perang menggunakan pihak lain sebagai boneka), yang dapat memecah belah dan mengancam bangsa Indonesia. Hal tersebut dapat dicegah dengan menanamkan jiwa nasionalisme dan patriot yang tinggi kepada generasi penerus. Untuk itu, segenap pemuda Indonesia harus bijak dan teliti memikirkan berbagai langkah menyikapi berbagai ancaman NKRI yang semakin nyata dan perlu antisipasi sedini mungkin. Yang diperlukan saat ini adalah bisa menjawab dan menghadapi tantangan jaman dengan berbagai bentuk ancaman. Untuk itu, mari bersama-sama menjaga kepentingan strategis nasional untuk menjamin kedaulatan keutuhan dan keselamatan NKRI. (SN)
T#g:cipkonopini
Berita Terkait
  • Rabu, 12 Agu 2020 20:12

    Mengatasi Stres Dengan Merawat Binatang atau Tanaman di Masa Pandemi Covid-19

    Menjaga kesehatan jiwa sangat penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Pandemi Covid-19 selain menyerang fisik namun juga menyerang kesehatan mental seseo

  • Selasa, 21 Apr 2020 09:01

    Perempuan Indonesia Belum Merdeka 100%

    Perempuan saat ini masih belum memerdekakan diri dengan pilihanya sehingga perempuan Indonesia masih terkungkung dalam pikiran manusia bahwasanya memiliki kodrat hanya sebagai Ibu rumah tanga yang men

  • Kamis, 27 Jun 2019 08:37

    Plt. Bupati Labuhanbatu Tandatangani Pernyataan Komitmen Penyelesaian Peningkatan Opini

    Plt. Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi Dalimunthe telah menandatangani pernyataan komitmen penyelesaian peningkatan opini dan penyerahan matriks action plan penyelesaian tindak lanjut oleh Bupati/ Walik

  • Selasa, 25 Jun 2019 21:15

    Diskusi Terkait Peran Media Mengawal Proses Demokrasi Konstitusional & Merajut Persatuan Kembali

    Media massa melalui perannya sangat diharapkan memberikan informasi yang edukatif kepada masyarakat agar sistem demokrasi konstitusional yang menjadi kesepakatan bangsa dapat berjalan dengan baik dan

  • Jumat, 10 Mei 2019 19:00

    PMKRI Cabang Pematangsiantar Gelar Lomba Menulis Opini

    Sebagai wadah pembinaan dan pengkaderan organisasi, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Asissi tahun 2019, melaksanakan kegiatan Pelat

  • Selasa, 30 Okt 2018 20:50

    Pejabat PU Palas Diduga Bekerjasama Memperkaya Diri

    Ketua KNPI Palas Risman Hasibuan sangat menyesalkan paket proyek peningkatan jalan Sp provinsi (Aliaga)  Desa Ujung Batu I, Kecamatan Huta Raja Tinggi belum setahun mulai rusak parah di beberapa

  • Jumat, 19 Okt 2018 18:09

    Labura Raih Posisi Terbaik untuk Opini BPK 2018

    Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) menerima penghargaan dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan Wilayah Sumatera Utara sebagai Pemerintah Daerah terbaik IV Opini BPK atas laporan kerja pe

  • Sabtu, 21 Apr 2018 16:21

    Pilkada Damai Kebutuhan Kita Semua

    Pilkada 2018 tinggal menghitung bulan, tentunya segala persiapan bagi calon peserta maupun proses Pilkada sudah berjalan sebagian besar. Namun harapan terbesar dari adanya Pilkada di Juni 2018 tidak h

  • Rabu, 06 Des 2017 20:26

    Gelar "Yang Maha Kuasa" untuk PLN

    Berlandaskan pada UU No. 25 Tahun 2009 tentang pelayanan Publik, maka sudah selayaknya masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik, baik oleh organisasi privat maupun publik.Sejumlah wilayah di Indones

  • Rabu, 29 Nov 2017 12:29

    Di Era Digital, Masyarakat Diminta Sampaikan Konten Positif

    Di tengah ketertinggalan Papua dalam pembangunan, khususnya infrastruktur, peran media sangat dibutuhkan dalam rangka membangun optimisme dan nasionalisme Papua untuk mengejar ketertinggalannya. 

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak