Sabtu, 06 Mar 2021 23:28
  • Home
  • Opini
  • Medan Perang dan Jihad Pemuda Indonesia

Medan Perang dan Jihad Pemuda Indonesia

MEDAN (utamanews.com)
Senin, 20 Mar 2017 10:13

Tindakan radikalisme yang dilakukan oleh generasi muda kembali menjadi perhatian serius oleh banyak kalangan di dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Serangkaian aksi teror, baik sebagai pelaku atau simpatisan pendukung, aktif maupun pasif, mayoritas berasal dari kalangan usia muda.

Saat ini, fenomena radikalisme di Indonesia telah menjadi ancaman serius bagi anyaman kebhinnekaan NKRI. Apalagi, akhir-akhir ini, radikalisme semakin menguat dan menyasar pada perpecahan bangsa, dimana pelaku sekaligus korbannya adalah kalangan generasi muda juga. 

Aliran radikal saat ini sudah memasuki beragam sektor, diantaranya mulai dari pendidik, pedagang, dan masuk menembus lintas generasi, lintas profesi. Hal tersebut tentu tidak boleh dibiarkan. Generasi muda Indonesia harus kembali mengkaji dan mencegah segala kemungkinan yang terjadi di kalangan mereka. Mengingat virus radikalisme dapat menjangkit siapa saja termasuk kalangan muda yang seringkali rentan terjangkit virus itu, sehingga dapat ringan tangan melakukan perusakan, pertikaian, penganiayaan dan penyerangan terhadap kelompok yang berseberangan. Jika hal tersebut terus dibiarkan dan tidak segera dicari penawarnya, virus radikal akan semakin menjalar dan menular ke skala yang lebih luas dan tentunya akan menimbulkan dampak yang lebih berbahaya, bahkan mengancam keutuhan dan persatuan bangsa Indonesia. 

Untuk memutus regenerasi radikalisme, di setiap jalur pendidikan harus ada pendidikan agama. Di sinilah peran guru agama sangat strategis mengingat mereka (kelompok radikal) masuk lewat pemahaman pendidikan dan agama. Setidaknya ada beberapa faktor yang bisa digunakan untuk menjelaskan fenomena radikalisme di kalangan kaum muda, yakni pertama, dinamika sosial politik di fase awal transisi menuju demokrasi yang membuka struktur kesempatan politik yang baru di tengah tingginya gejolak dan ketidakpastian. Faktor kedua, tingginya angka pengangguran di kalangan kaum muda di Indonesia. Faktor inilah yang menyebakan radikalisme mendapat tempat di kalangan generasi muda. 

Harapan besar NKRI adalah jangan sampai ideologi radikalisme berkembang, bahkan mengakar dan menyebar di kalangan generasi muda. Oleh karenanya, perlu dikaji dan direspon secara serius, bahkan dilakukan penanganan-penanganan khusus oleh berbagai pihak melalui program-program yang preventif dan edukatif baik skala regional, nasional, maupun internasional. Sebab, jika generasi muda telah terkontaminasi dengan pemahaman ideologi radikalisme, ekstrimisme, dan terorisme, maka mereka akan kehilangan masa depan yang cerah. 

Namun sebaliknya, para generasi muda yang baik dan berjiwa damailah yang akan tumbuh dan berkembang di masyarakat yang berperadaban, sehingga mereka akan memimpin dengan baik. Oleh karena itu, perang dan jihad hari ini bukanlah bagaimana melakukan kekerasan, perusakan, penganiayaan, tetapi perang dan jihad hari ini adalah bagaimana belajar sebaik mungkin dan menggapai cita-cita setinggi-tingginya. 

Musuh kita sekarang adalah diri sendiri yaitu kebodohan, kemiskinan dan kemunduran. Jika mampu mengatasi musuh tersebut, maka kita akan menjadi generasi pemenang dan kejayaan NKRI di masa depan akan menjadi nyata. (Red)
T#g:cipkonJihad
Berita Terkait
  • Kamis, 27 Des 2018 22:27

    Neno: Jihad Harta Untuk Prabowo-Sandi Auto Masuk Surga

    Lama tak muncul, ustadzah gadungan Neno Warisman kembali berulah. Kali ini mengenai jihad instan agar jamaah auto masuk surga.

  • Rabu, 27 Sep 2017 15:57

    Panglima TNI: Tugas Membela NKRI adalah Jihad

    Apabila keimanan dan ketaqwaan kita tebal, kita akan sadar bahwa dalam melaksanakan tugas-tugas membela NKRI adalah Jihad dan tidak ada yang perlu ditakutkan.Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jend

  • Selasa, 30 Mei 2017 03:30

    Jihad Kebangsaan Melalui Pelarangan HTI di Indonesia

    HTI, embrionya mulai dari tahun 1974-1976 oleh pengasuh Kyai Mama Abdulah. Pada tahun 1982-1983, mengundang pengajian di Pondok Algojali, dengan membahas 3 kitab yang keras.

  • Minggu, 19 Mar 2017 11:27

    Pemimpin Harus Bersih, Jujur dan Tidak Korupsi

    Oleh : Ramen Antonov PurbaDemokrasi saat ini memudahkan rakyat memilih pemimpin, salah satunya melalui Pilkada. Hal tersebut telah dilakukan 41,2 juta pemilih pada 15 Februari di 101 daerah yang mengg

  • Jumat, 17 Mar 2017 08:42

    Pupuk Nasionalisme, Pahami Ancaman Proxy War

    Maraknya aksi unjuk rasa dengan mempertontonkan kata-kata kasar dan kadang berujung bentrok, salah satunya disebabkan oleh lunturnya wawasan kebangsaan. Tak dapat dipungkiri banjirnya informasi di dun

  • Rabu, 15 Mar 2017 11:47

    Apa peranan orangtua agar tidak muncul lagi Ivan Hasugian baru

    Pembahasan Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Perda) Lingkungan dan Syarat Kepala Lingkungan di DPRD Kota Medan, pada Senin (13/3) menyinggung diperlukannya bebas dari ISIS menjadi sa

  • Senin, 13 Mar 2017 09:18

    Hubungan Guru Agama dan Cinta Tanah Air

    Oleh : Hasrian Rudi SetiawanMata pelajaran agama merupakan mata pelajaran yang wajib diajarkan kepada peserta didik pada lingkungan sekolah. Untuk mengajarkan mata pelajaran agama ini maka sebuah seko

  • Sabtu, 11 Mar 2017 11:06

    Apresiasi untuk pendidikan dan pelatihan anti paham radikal

    Sejumlah tokoh mengapresiasi adanya kegiatan pendidikan kepada para taruna bangsa, khususnya kegiatan pendidikan karakter untuk menghempang paham-paham radikalisme yang saat ini marak di media sosial,

  • Jumat, 10 Mar 2017 22:07

    Koramil 0819/06 Tosari bangun etika dan disiplin

    Di era globalisasi saat ini kaum pelajar mengalami banyak penurunan etika dan disiplin. Salah satunya yang dilakukan oleh pelajar SMP dan SMA di wilayah Tosari, mulai dari waktu jam belajar yang serin

  • Jumat, 10 Mar 2017 09:54

    Menyikapi Fenomena Budaya Meme di Media Sosial

    Oleh : Seli Alfianti *)Pembentukan opini di media sosial kini diramaikan dengan keberadaan tulisan, gambar atau video berbentuk meme. Sering sebuah meme menjadi viral karena berkenaan langsung isu yan

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak