Kamis, 21 Jan 2021 11:38
  • Home
  • Opini
  • Denny Siregar: Mahasiswa Cabe-cabean

Denny Siregar: Mahasiswa Cabe-cabean

MEDAN (utamanews.com)
Kamis, 12 Jan 2017 08:00
Dok
Ilustrasi
Lucu baca rencana aksi mahasiswa tanggal 12 Januari nanti. Mereka menamakan gerakan mereka 121, mirip ma gerakan 411 dan 212. Sepertinya ada yang lagi senang ma susunan angka-angka sehingga dijadikan simbol.

Yang paling lucu adalah mereka menamakan gerakan mereka Reformasi jilid II.

Mencoba nostalgia dengan gerakan kakak-kakak mereka di tahun 98 yang kebanyakan sekarang udah pada kenyang di DPR, perutnya gendut dan rambut mulai botak. Malah ada kakak-kakak mereka yang dulu teriak-teriak "Demi rakyat !!" sekarang lagi tidur-tiduran di sel karena tertangkap mencuri uang rakyat.

Ada lagi yang lebih lucu...

Seorang mahasiswa dari Universitas Islam Indonesia UII berkata kepada media, “Kenaikan tarif biaya STNK, BPKB, SIM, disusul kenaikan harga BBM dan ditambah tingginya harga cabai hingga mencapai 200 ribu lebih, dianggap menjadi bukti nyata ketidak berhasilan Jokowi memimpin Indonesia”, Permisi, harga Cabai? Indikator ketidak-berhasilan Jokowi dilihat dari harga Cabai? Ini mahasiswa apa emak-emak?

Rasanya mau sobek celana membaca masalah kenaikan biaya STNK 100 rebu rupiah yang hanya 5 tahun sekali itu diributkan. Ditambah BBM naik yang non subsidi juga di permasalahkan. Duh, kok indikator ketidak-berhasilan Jokowi itu cuman bernilai beberapa rebu rupiah gitu ya?

Kenapa si siswa yang merasa maha ini tidak melihat indikator yang lebih besar? Misalnya kembalinya dana ribuan triliun rupiah melalui amnesty pajak ke Indonesia? Atau selamatnya 120 triliun potensi laut Indonesia oleh Menteri Susi? Atau selamatnya uang negara 275 triliun per tahun yang sekian lama dibayarkan ke Petral dalam pembelian migas?

Yang dibahas Jokowi itu triliun, nak.. bukan rebu... Kebiasaan jajan minta emak sih jadi gak paham triliun itu enolnya berapah..

Coba si siswa yang belum lurus kencingnya itu tanya ke warga Papua. Berapa triliun yang dikucurkan Jokowi untuk pembangunan infrastruktur disana, sesuatu yang selama ini tidak pernah dilakukan pemimpin sebelumnya?

Tanya ke NTT, berapa triliun lagi yang dikucurkan Jokowi untuk pembangunan 7 waduk besar disana, supaya mereka tidak akan pernah kekeringan lagi ketika musim kemarau panjang tiba?

Sekali lagi, ini kita ngobrol triliun rupiah adek-adekku yang ganteng-ganteng tapi keteknya jarang kena deodoran.. TRILIUN, tuh gua tulis pake hurup kapital biar bulu halus di atas bibir kalian bisa meregang..

Dan kalian meributkan harga cabai yang naik 200 rebu rupiah per kg yang bukan kebutuhan pokok dan naik sementara hanya karena momentum saja?

Kalian ini nanti lulus cita-citanya mau jadi tukang sayur atau gimana?

Belajar dulu lagi lah hitung-hitungan. Jangan nanti salah lagi ngitung peserta demo yang hanya beberapa ratus orang tapi diklaim 7 juta jiwa. Mending kalian pelajari lagi dengan seksama bagaimana men-download video Mia Khalifa dengan baik dan benar.

Sinih abang ajak minum kopi.. Jangan pake susu kalo berasa laki. Sudah saatnya kalian itu berpikir lebih besar. Malu ma gelar "Maha"nya kalau ternyata kalian hanya sekelas cabe-cabean. Laki itu seruput, bukan minum pake sedotan.. Pahamkan itu.

*) Dikutip dari Denny Siregar.com
T#g:cipkon
Berita Terkait
  • Senin, 20 Mar 2017 10:13

    Medan Perang dan Jihad Pemuda Indonesia

    Tindakan radikalisme yang dilakukan oleh generasi muda kembali menjadi perhatian serius oleh banyak kalangan di dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Serangkaian aksi teror, baik sebagai pelaku atau s

  • Minggu, 19 Mar 2017 11:27

    Pemimpin Harus Bersih, Jujur dan Tidak Korupsi

    Oleh : Ramen Antonov PurbaDemokrasi saat ini memudahkan rakyat memilih pemimpin, salah satunya melalui Pilkada. Hal tersebut telah dilakukan 41,2 juta pemilih pada 15 Februari di 101 daerah yang mengg

  • Jumat, 17 Mar 2017 08:42

    Pupuk Nasionalisme, Pahami Ancaman Proxy War

    Maraknya aksi unjuk rasa dengan mempertontonkan kata-kata kasar dan kadang berujung bentrok, salah satunya disebabkan oleh lunturnya wawasan kebangsaan. Tak dapat dipungkiri banjirnya informasi di dun

  • Rabu, 15 Mar 2017 11:47

    Apa peranan orangtua agar tidak muncul lagi Ivan Hasugian baru

    Pembahasan Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Perda) Lingkungan dan Syarat Kepala Lingkungan di DPRD Kota Medan, pada Senin (13/3) menyinggung diperlukannya bebas dari ISIS menjadi sa

  • Senin, 13 Mar 2017 09:18

    Hubungan Guru Agama dan Cinta Tanah Air

    Oleh : Hasrian Rudi SetiawanMata pelajaran agama merupakan mata pelajaran yang wajib diajarkan kepada peserta didik pada lingkungan sekolah. Untuk mengajarkan mata pelajaran agama ini maka sebuah seko

  • Sabtu, 11 Mar 2017 11:06

    Apresiasi untuk pendidikan dan pelatihan anti paham radikal

    Sejumlah tokoh mengapresiasi adanya kegiatan pendidikan kepada para taruna bangsa, khususnya kegiatan pendidikan karakter untuk menghempang paham-paham radikalisme yang saat ini marak di media sosial,

  • Jumat, 10 Mar 2017 22:07

    Koramil 0819/06 Tosari bangun etika dan disiplin

    Di era globalisasi saat ini kaum pelajar mengalami banyak penurunan etika dan disiplin. Salah satunya yang dilakukan oleh pelajar SMP dan SMA di wilayah Tosari, mulai dari waktu jam belajar yang serin

  • Jumat, 10 Mar 2017 09:54

    Menyikapi Fenomena Budaya Meme di Media Sosial

    Oleh : Seli Alfianti *)Pembentukan opini di media sosial kini diramaikan dengan keberadaan tulisan, gambar atau video berbentuk meme. Sering sebuah meme menjadi viral karena berkenaan langsung isu yan

  • Kamis, 09 Mar 2017 18:54

    Komitmen Kebangsaan Diperlukan Untuk Mencegah Disintegrasi Bangsa

    Dalam Rapat Kerja Tahunan Jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Kamis 9 Maret 2017 di Swiss bell Hotel Maleosan, Manado, telah diundang untuk memberi materi Kepala BIN Daer

  • Rabu, 08 Mar 2017 11:06

    Semua masyarakat bertanggungjawab melahirkan generasi yang baik

    Segenap elemen masyarakat harus bekerjasama melahirkan generasi yang baik. Indonesia diberi bonus demografi, yaitu 50 persen lebih berada pada usia kerja. Disebut bonus karena man power tersebut dapat

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak