Pil pahit harus diterima 11 pemain PSMS Medan yang melakukan aksi demo didepan kantor Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) beberapa waktu lalu karena mereka terancam sanksi yang lebih berat. Awalnya mereka berdemo untuk mencari dukungan kepada PSSI terkait masalah gaji yang belum dibayarkan oleh klub, namun sayangnya usaha mereka dinilai telah mencemarkan nama baik PSMS.
Belum lama ini komdis PSSI berencana untuk memanggil ke-11 pemain tersebut dengan agenda meminta keterangan tentang apa yang sebenarnya terjadi dalam tubuh klub. "Jika mereka terbukti bersalah bukan tidak mungkin kita akan menghapuskan hak mereka, karena semuanya sudah tertera dalam kontrak," ujar Ketua Umum PSMS Medan Indra Sakti, Selasa (9/7).
Dalam kontrak yang dimaksud oleh Indra, ada poin di mana klub memperbolehkan menghilangkan hak-hak dari pemain apabila mereka terbukti melakukan tindakan yang kurang menyenangkan. "Mereka mengaku disuruh untuk mengalah dalam lanjutan kompetisi Liga, itu kan mencoreng kehormatan PSMS. Jika publik percaya akan hal itu pasti ujung-ujungnya berdampak negatif untuk PSMS," tandasnya. (GC/WN)