Masyarakat Sumatera Utara dan Kota Medan khususnya diminta untuk mewaspadai daging sapi impor selundupan yang disinyalir muncul menjelang lebaran. Daging sapi ilegal itu diduga masuk dengan pengangkutan kapal-kapal kayu dengan tujuan beberapa muara-muara sungai pantai kemudian diangkut menggunakan mobil box.
Petugas TNI bekerjasama dengan petugas Bea dan Cukai Belawan baru-baru ini berhasil menangkap 5,4 ton daging sapi ilegal asal India dan sudah dimusnahkan. Dan yang perlu diwaspadai daging sapi yang diduga sempat dijual di pasaran luput dari pengawasan aparat. Aktivis LSM Perjuangan Hukum dan Politik (PHP) Sumut Armen Tanjung,Minggu (5/7) mengharapkan aparat harus lebih jeli mencermati gerak gerik pelaku penyelundupan daging tersebut. Sebab kalau daging tersebut dikonsumsi warga dikhawatirkan akan menimbulkan beragam penyakit, sebab daging ilegal itu belum jelas kondisinya.
Ia mengatakan, para penyeludup daging ilegal selalu memanfaatkan berbagai momen termasuk saat ramadhan dan menjelang lebaran tahun ini. Karena dengan hitung-hitungan ekonomis, jika daging ilegal itu lolos masuk dan dipasarkan, para penyelundup akan meraih keuntungan besar.
Sebelumnya, Kasi Penindakan Balai Karantina Tumbuhan Belawan Ir Afni Zahara, saat melakukan pemusnahan daging selundupan, Kamis kemarin mengatakan bagi warga yang mengetahui daging sapi impor dijual di pasaran dapat dilaporkan ke pihak berwajib seperti ke polisi dan akan ditindaklanjuti. Dikatakannya, para penyeludup nakal sangat berbahaya dan licik serta tau membaca momen kapan saat melakukan penyelundupan sehingga luput dari pantaun aparat. (int)