Rabu, 29 Apr 2026

Walikota Medan bawa Fajar yang lumpuh berobat ke rumah sakit

MEDAN (utamanews.com)
Selasa, 03 Mar 2015 07:01
Walikota Medan, Drs. Dzulmi Eldin saat menyapa Fajar di rumah sakit, (3/3)
 HPM

Walikota Medan, Drs. Dzulmi Eldin saat menyapa Fajar di rumah sakit, (3/3)

Fajar terus menangis, air mata membasahi kedua belah pipinya sambil mendekap erat tubuh ibunda tercinta yang menggendongnya ketika meninggalkan rumah. Pagi itu bocah malang berusia 6 tahun ini dibawa ke Rumah Sakit Murni Teguh untuk mengobati penyakit lumpuh yang diidapnya sejak kecil. Akibat penyakit yang menggerogoti tubuhnya tersebut, anak 6 dari 7 bersaudara ini tidak bisa duduk dan berjalan. Hari-harinya habis dilalui hanya dengan berbaring sambil menatap langit-langit kamar rumah.

Ketiadaan dana membuat kedua orang tua Fajar, Mawardi Malau (49) dan Rasmi Br Marpaung (40) hanya bisa pasrah. Meski demikian mereka tak putus berdoa, semoga penyakit Fajar bisa disembuhkan sehingga hidup normal layaknya anak-anak seusianya. 

Ternyata doa mulia itu terkabul, Senin (2/3), Wali kota Medan Drs H T Dzulmi S MSi didampingi Camat Medan Tuntungan Gelora Kurnia Putra Ginting STTP menyambangi kediaman Fajar di Jalan Bunga Turi II, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Medan Tuntungan.

Mantan Sekda Kota Medan ini langsung terharu dan terenyuh melihat penderitaan Fajar. Jangan kan berdiri atau berjalan, duduk pun tak bisa. Untuk melakukan aktifitas sehari-hari, Fajar harus digendong secara bergantian. Jika tidak kedua orang tuanya, abang dan kakak lah yang menggendongnya. 
Melihat kondiosi Fajar yang sangat memprihatinkan itu, Wali Kota selanjutnya memerintahkan anggotanya segera membawa Fajar ke RS Murni Teguh. Dengan digendong ibunya, Fajar pun dibawa meski menolak sambil menangis dan meronta-ronta. Warga sekitar yang menyaksikan pun ikut terharu, sebab sudah lama mereka iba melihat penderitaan yang dialami Fajar. 

“Semoga penyakit Fajar bisa disembuhkan, kasihan kali kami melihat dia selama ini” ungkap salah seorang ibu rumah tangga dengan mata berkaca-kaca.

Menurut Wali Kota, Fajar dibawa berobat ke RS Murni Teguh untuk menyembuhkan penyakitnya dengan peralatan dan tenaga medis yang dimiliki. Pihak rumah sakit akan mengobservasi apa yang menyebabkan Fajar lumpuh selama ini. Lalu hasil obeservasi akan ditindaklanjuti guna diambil langkah-langkah penyembuhan selanjutnya.

 “Jika sudah diketahui apa penyebab terjadinya kelumpuhan, insya Allah pihak rumah sakit bisa menetukan bagaimana penyembuhan yang bisa dilakukan. Untuk itu marilah kita sama-sama berdoa, semoga penyakit Fajar bisa disembuhkan sehingga dia bisa hidup normal,” kata Wali kota.
produk kecantikan untuk pria wanita

Disinggung mengenai biaya selama perawatan, Wali kota mengatakan tidak ada masalah. Fajar akan menggunakan BPJS. Jika itu tidak mencukupi, maka akan dihimpun dana dari para stakeholder untuk membantunya. Wali Kota mengaku banyak stakeholder yang siap membantu warga, terutama dari kalangan kurang mampu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. “Insya Allah masalah dana, nggak ada masalah,” ungkapnya.

Sementara itu ayah Fajar, Mawardi Malau mengaku kelumpuhan anak keenamnya itu tidak terlepas dari proses kelahirannya yang premature. Dikatakannya, Fajar lahir ketika kandungan istrinya berusia 6 bulan 2 minggu. Untuk itulah selama sebulan penuh, Fajar harus dirawat di ruang inkubator. 

“Seharusnya dia dirawat di ruang ingkubator selama 2 bulan namun karena tidak ada biaya, hanya sebulan saja,” jelas Mawardi.

iklan peninggi badan
Sebagai ganti ruang ingkubator, pria yang sehari-harinya bekerja sebagai penarik becak bermotor ini mengaku, mereka terus menyelimuti tubuh Fajar agar selalu hangat sekeluarnya dari rumah sakit. Kondisi ini berakibat fatal, kondisi kesehatan Fajar pun tidak normal. Terbukti ketika usianya setahun lebih, Fajar tidak bisa duduk ataupun berdiri. 

“Untuk mengobatinya, kami hanya membawanya kusuk ke tukang kusuk. Namun tidak ada hasil, Fajar tetap lumpuh sampai saat ini. Jadi saya dan istri pun pasrah, kami gak bisa berbuat apa-apa. Penghasilan saya menarik becak tidak mencukupi, begitu juga dengan pengghasilan istri saya sebagai tukang cuci,” ungkapnya lirih.

Karena itulah Mawardi sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan Wali Kota tersebut. Dia mengaku tidak menyangka jika orang nomor satu di Kota Medan itu, masih peduli dengan nasib orang seperti dirinya meski sibuk menjalankan roda pemerintahan. 

“Terima kasih Pak Wali, atas bantuan yang diberikannya ini. Semoga penyakit anak kami bisa disembuhkan. Semoga Tuhan membalas kebaikan Pak Wali,” harapnya. (sam)
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️