Air mata Rotua Br Tobing tampak menetes membasahi kedua pipinya ketika melihat suami tercinta Fasa Aro Gea (40) ditandu untuk dibawa menuju mobil ambulan. Selain sedih melihat kondisi suaminya, perempuan berusia 40 tahun itu pun sangat terharu karena suaminya akan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bandung Jalan Mistar Medan. Sudah setahun lebih pria yang telah memberinya lima orang anak itu terkapar tak berdaya akibat menderita penyakit sirosis hepatis (penyakit kronik hati) .
Sebelumnya Rotua hanya bisa pasrah dan tak mampu untuk mengobati penyakit suaminya akibat ketiadaan dana. Selama ini Rotua beserta lima orang anaknya itu menggantungkan hidup dari penghasilan sang suami mencari barang-barang bekas (botot). Namun sejak dua tahun belakangan ini, suaminya tak bisa mencari nafkah lagi. Diawali dengan batuk dan buang air besar berdarah, kondisi kesehatan Gea pun semakin memburuk.
Dengan segala upaya yang dilakukan, Rotua pun berusaha menyembuhkan penyakit suaminya tersebut. Pengorbanan Rotua berhasil, batuk dan buang air besar berdarah yang menyerang suaminya akhirnya sembuh. Namun belum sempat Rotua bernafas lega, cobaan kembali datang mengujinya. Suaminya justru mengidap penyakit baru, setiap kali makan, lambungnya terasa sakit. Lama kelamaan perut suaminya membengkak layaknya wanita hamil.
“Sejak setahun ini, perut suami saya terus membesar. Kondisi itu menyebabkan suami saya tidak berdaya dan hanya bisa tergolek lemah di tempat tidur. Untuk mengobati penyakitnya, saya tidak memiliki uang. Jangankan untuk berobat, makan sehari-hari pun kami payah. Sejak setahun belakangan ini, praktis kami hanya mengharapkan belas kasihan para tetangga,” kata Rotua sambil menyeka air matanya dengan punggung telapak tangan kanannya ketiak ditemui di kediamannya Jalan Antariksa Gg Nazir, Kelurahan Karang Sari, Kecamatan Medan Polonia, Selasa (10/6).
Lantaran iba melihat kondisi kehidupan mereka dan suami pun sakit-sakitan, Rotua mengaku para tetangga pun silih berganti memberi bantuan untuk makan kebutuhan mereka sehari-hari. Ada yang member beras, ada pula yang memberikan lauk pauk seadanya. Jadi Rotua hanya bisa menangis dalam hati melihat kondisi kesehatan sang suami yang terus memburuk hari demi hari. Apalagi ketika melihat sang suami mengerang kesakitan sambil memegangi perutnya yang terus membengkak.
Cobaan cukup berat yang menimpa keluarga Rotua akhirnya terdengar oleh Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi. Selanjutnya Kepala Puskesmas Medan Polonia, dr Muklis pun diturunkan untuk memeriksa kondisi Gea. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan, Gea dideteksi mengidap penyakit sirosis hepatis. Penyakit ini timbul akibat kuman, virus dan bakteri serta membahayakan. Untuk itulah Gea direkomendasikan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Wali Kota pun langsung turun tangan dan mendatangi kediaman Rotua yang berukuran lebih kurang 5 x 8 meter tersebut. Mantan Sekda Kota Medan itu mendapati Gea terbaring di atas rusbang meringis kesakitan didampingi Rotua, istrinya. Melihat kondisi Gea seperti itu, Eldin minta pria malang itu langsung dibawa ke rumah sakit. Lantaran kondisinya tak memungkinkan berjalan, Gea pun akhirnya ditandu menuju ambulan. Selanjutnya, Gea pun dibawa ke RS Bandung guna menjalani perawatan intensif.
Kemudian kepada kepala lingkungan dan warga sekitar, Eldin minta agar menjaga dan mengawasi rumah Gea beserta kelima anak-anaknya. Hal itu dilakukan agar Rotua bisa merasa tenang saat mendampingi suaminya menjalani perawatan di RS Bandung. Eldin pun berharap agar penyakit Gea bisa disembuhkan.
Kepada wartawan, Eldin menjelaskan dibawanya Gea ke rumah sakit untuk mengetahui apa sebenarnya penyakitnya sekaligus dilakukan pengobatan sampai tuntas. “Jika penyakitnya bisa disembuhkan, tentunya Gea dapat menjalani aktifitas seperti biasa dan bisa menafkahi keluarganya kembali. Untuk itu kita mengusahakan agar pengobatan dilakukan sampai tuntas,” ungkap Wali Kota.
Mengenai biaya perawatan sekaligus pengobatan, Wali Kota mengatakan untuk sementara akan ditanggung sejumlah donatur lantaran Gea belum terdaftar menjadi peserta BPJS. Bersamaan dengan perawatan yang dilakukan, pengurusan BPJS Gea akan dilakukan di RS Bandung. “Jadi tidak ada masalah dengan biaya. Kita ingin dia secepatnya sembuh,” jelasnya.
Selanjutnya Eldin mengungkapkan, sejumlah warga yang telah dibantu mendapatkan pelayanan kesehatan selama ini umumnya sampai sembuh. Eldin mengaku terus memantau perawatan terhadap warga tersebut. Di samping itu pihak rumah sakit pun selalu melaporkan hasil perkembangan kesehatan warga yang mereka rawat. “Setelah sembuh barulah warga yang dibantu tersebut diperbolehkan pulang dari rumah sakit,” paparnya. (red)