Setelah sebelumnya sempat menerima perlakuan tidak pantas, di hari keduanya di Medan, Riska Amanda, bayi usia 1 tahun 3 bulan asal kabupaten Batubara, sudah menjalani rawat inap di RS Pirngadi Medan.
Ditemui di sela-sela kunjungan sejumlah wartawan dari Medan Jurnalis Club, di lantai 4 RS Pirngadi, Riska sudah terlihat pulas tertidur di ranjang rumah sakit milik pemerintah kota Medan ini.
Ibu bayi malang ini bercerita bahwa Riska sudah diperiksa dokter dan menurut dokter kondisi Riska saat ini masih belum prima untuk menjalani operasi pengangkatan penyakitnya.
"Sejak pukul setengah dua belas tadi Riska disuruh di sini, katanya menginap sambil periksa keadaannya. Katanya belum bisa dioperasi," ujar Risna pada Matahari, Selasa (12/4/2016)
Riska butuh penambahan asupan gizi
Pihak RS Pirngadi Medan, yang diwakili oleh Edison, SH., M.Kes selaku Humas mengkonfirmasi perihal penanganan Riska saat ini.
"Masih penanganan awal, belum pada kesimpulan apakah tumor yang ada pada tubuh Riska ganas atau tidak," kata Edison di ruang kerjanya.
"Hasil pemeriksaan dokter Iqbal, sementara ini tubuh Riska belum dapat menjalani operasi. Maka kepada pasien direkomendasikan untuk menjalani rawat inap untuk mencapai kondisi yang fit dioperasi," tambah Edison.
Edison meminta keluarga untuk membantu upaya pencapaian kondisi ini dengan penambahan asupan gizi.
"BPJS kan hanya menanggung biaya perobatan. Itu pun standar rumah sakit. Ya kalau bisa, maunya adalah susu untuk menambah asupan gizi dari luar," jelasnya.
Khairul, kerabat Riska mengaku bahwa kepadanya pihak rumah sakit sudah memberi tahu bahwa apabila kondisi Riska cukup baik untuk menjalani operasi maka pihak dokter yang menanganinya akan melakukan operasi.
"Kalau kondisi tidak bagus juga dalam tiga, empat hari ini, kemungkinan si anak bisa juga akan dikembalikan untuk dirawat keluarga," tuturnya.
Kondisi yang dimaksud Khairul adalah kesehatan dan daya tahan tubuh Riska, yang erat kaitannya dengan asupan gizi. Hal ini dapat dimaklumi karena pasien berasal dari keluarga serba berkekurangan. Bukan asupan gizi Riska saja, bahkan untuk makan minum mereka selama merawat Riska pun masih menjadi persoalan berat yang harus dihadapi.
Berkaitan dengan hal ini, Asril dan Nanda dari MJC juga memperhatikan bahwa ruang tempat Riska berbeda dengan pasien lain, yang penuh dengan aneka roti, susu dan buah-buahan.
Riska masih butuh uluran tangan kita.