“umur panjang namun pikun, ngga guna juga”
Direktur Eksekutive Alzheimer’s Indonesia DY Suharya bersama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede, Presiden Diretur CIMB Niaga Tigor M Siahaan, Direktur Utama PT. Transportasi Jakarta, A.N.S. Kosasih melakukan prosesi peringatan Bulan Alzheimer Dunia di Silang Monas, Jakarta, Minggu Pagi (27/9) dengan melakukan kampanye bersama ratusan masyakat peduli Alzheimer.
Seperti yang dikatakan oleh DY Suharya, penderita alzheimer atau senis demensia (pikun) di Indonesia telah meningkat 20% dari 1 juta penderita menjadi 1,2 juta penderita ( data Wolrd Alzheimer’s Disease) bahkan terdapat suspect termuda yang berusia 22 tahun.
Alzheimer adalah senis demensia (pikun) yang paling umum yang awalnya ditandai oleh melemahnya daya ingat. “ Edukasi kepada masyarakat akan gejala penyakit demensia ini terus digalakkan, karena penyakit ini tidak semata merupakan domain orang lanjut usia (lansia) dan masyarakat kini sudah mulai tinggi kesadarannya pada gejala-gejala penyakit ini,” ujar DY.
Menurut DY (Diwai) saat ini ada 20 negara yang sudah sangat peduli dengan alzheimer dengan memiliki National Dementia Plan dan Indonesia diharapkan akan menjadi negara ke 21 yang peresmiannya dalam waktu dekat. Untuk saat ini Provinsi DKI melalui Gubernur Ahok telah memulainya .
“DKI sangat mendukung agar orang menerapkan pola hidup sehat, agar hidup bisa berumur panjang. Tapi bila umur panjang namun pikun ngga guna juga. Jadi kita harus mengerti gejala-gejala demensia itu,” tutur Ahok.
Berbagai program telah dirancang DKI untuk peduli pada kaum lansia. Saat ini menurut Ahok DKI tengah membangun villa di Ciangir tak jauh dari BSD yang diperuntukan bagi para lansia. “ Nanti para lansia dapat menikmati hidup seperti di villa dengan gratis sebetahnya. Dan bagi lansia yang punya rekening Bank DKI kami gratiskan naik Trans Jakarta. Kami sediakan ambulan di Puskesmas untuk menjemput para lansia yang tidak bisa jalan yang ingin berobat ke Puskesmas,” kata Ahok.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Tigor M.Siahaan mengatakan, CIMB Niaga sangat mendukung gerakan yang dilakukan oleh Alzheimr’s Indonesia untuk terus mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat guna mencegah demensia. “Penyakit demensia dapat kita cegah asal kita dapat mendeteksinya sejak muda, dengan cara masyarakat harus mengetahui 10 gejala awal demesia, yang terpenting kita harus meningkatkan kualitas hidup dengan pola hidup sehat dan CIMB Niaga senang dapat menjadi bagian dari upaya-upaya untuk mengajak masyarakat peduli akan resiko alzheimer,” ujar Tigor. (we)