Kasus Frambusia di Kabupaten Labuhanbatu saat ini ada di empat desa dan dianggap endemis frambusia baik dari kasus lama maupun kasus baru, yaitu di Desa Kampung Dalam Kecamatan Bilah Hulu, Desa Sei Sakat, Desa Sei Baru dan Desa Wonosari Kecamatan Panai Hilir.
Hal itu dikatakan Bupati Labuhanbatu H Pangonal Harahap, SE, M.Si, Jum’at (3/6) pagi dalam pidatonya saat membuka kegiatan Sosialisasi dan Orientasi Dalam Rangka Pemberian Obat Pencegahan Massal Frambusia Di Daerah Endemis Frambusia Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2016 di Hotel Platinum Rantauprapat.
Dijelaskan Pangonal Harahap, dalam rangka mencapai target eradikasi frambusia tahun 2020 dan menghentikan penularan frambusia di seluruh wilayah Indonesia, Kementerian Kesehatan RI menargetkan kegiatan POPM Frambusia di daerah endemis terpilih pada tahun 2016 diantaranya Kabupaten Labuhanbatu yang diawali dengan sosialisasi dan orientasi yang dilaksanakan hari ini dengan tujuan dapat tersampaikannya informasi persiapan pelaksanaan pemberian obat pencegahan massal frambusia serta dapat memberikan gambaran peran serta lintas sector dalam mencapai eradikasi (membasmi/memusnahkan) frambusia 2020.
Menurut Pangonal Harahap, untuk mensukseskan sosialisasi dan orientasi dalam rangka pemberian obat pencegahan massal frambusia di daerah endemis frambusia tahun 2016, saya sebagai Bupati Labuhanbatu sangat mendukung dan berharap kepada seluruh peserta pertemuan ini kiranya dapat mengikutinya dengan baik khususnya bagi Camat, Kepala Puskesmas dan Kader yang nantinya di daerahnya mendapat pengobatan massal frambusia.
Kadis Kesehatan Labuhanbatu dr H Alwi Mujahit Hasibuan, M.Kes pada kesempatan itu menerangkan, bahwa sampai saat ini ternyata frambusia masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, berdasarkan laporan WHO Tahun 2012, Indonesia menjadi satu-satunya Negara di regional Asia Tenggara yang melaporkan adanya kasus frambusia. Sebanyak 1521 kasus frambusia dilaporkan pada tahun 2014 dengan focus penyebaran terbesar berada di wilayah timur Indonesia, penyakit ini terutama ditemukan pada daerah dengan sanitasi lingkungan dan akses terhadap air bersih yang buruk serta kesadaran masyarakat akan kebersihan diri yang rendah.
Pada bulan Januari 2012, WHO dan Negara-negara endemis frambusia mempublikasikan peta jalan tentang penyakit tropic yang terabaikan, dalam peta jalan tersebut telah disusun berbagai strategi dan kebijakan baru serta ditetapkan target pencapaian eradikasi/memusnahkan frambusia di Negara-negara endemis pada tahun 2020, terang Alwi Mujahit.