Kamis, 30 Apr 2026

Diskanak Palas Terus Pantau Kesehatan Sapi Bali

TABAGSEL (utamanews.com)
Kamis, 19 Jan 2017 08:14
<i>Kepala Diskanak Palas, Ir. Abu Bakari terlihat sedang memantau kesehatan petani di salah satu kandang peternakan milik warga, guna mengantisipasi merebaknya wabah penyakit yang menyebabkan banyak sapi bali di Palas mati mendadak. </i>
 Maulana Syafii

Kepala Diskanak Palas, Ir. Abu Bakari terlihat sedang memantau kesehatan petani di salah satu kandang peternakan milik warga, guna mengantisipasi merebaknya wabah penyakit yang menyebabkan banyak sapi bali di Palas mati mendadak. 

Terkait mewabahnya penyakit untuk jenis sapi Bali di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas), sehingga kejadian ini menjadi perhatian serius bagi Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Palas untuk memantau terus kesehatan sapi bali yang dikelola sejumlah peternak di daerah ini. Bahkan, pihak Diskanak Palas juga sudah berkoordinasi dengan pihak provinsi untuk penambahan stok obat.

"Kita akan terus pantau perkembangan kesehatan sapi bali di sini. Kita juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk bisa dikirimkan obat," kata Ir Abu Bakari, Kepala Diskannak Palas, kepada wartawan, Rabu (18/1).

"Kita juga instruksikan petugas kesehatan hewan dari Diskannak Palas untuk siap siaga turun ke lokasi peternakan untuk dilakukan penanganan. Untuk itu, bagi peternak yang sapinya mengalami kondisi sakit, diharapkan secepat mungkin menghubungi Dinas Perikanan dan Peternakan Palas," jelasnya.

Diakuinya, kejadian sapi mati mendadak masih terus bertambah di daerah Palas. Info terakhir, satu ekor sapi lagi mati mendadak, setelah mengalami kelumpuhan dari tiga jam sebelumnya. Sapi yang mati mendadak itu, ditemukan di Desa Ujungbatu Kecamatan Sosa. Tentu saja, kematian sapi di tempat ini cukup mengagetkan peternak.
"Jam empat tadi saya lihat masih sehat. Sapinya masih berdiri. Tapi tiba-tiba, jam segini (sekira pukul 7 pagi-red) sudah seperti ini sapinya," kata Pareddi Daulay, satu peternak di Desa Ujungbatu, Senin (16/1).

"Memang, kami pun panik tadi, pertolongan sudah dilakukan, dengan memberi minum air dicampur gula merah ke sapi. Namun, sapi tidak juga membaik, malahan kondisinya semakin parah. Akhirnya, tak terselamatkan lagi. Ini penyakitnya macam lumpuh gitu. Sapi nggak berdaya sama sekali. Bahkan, nafasnya pun tinggal satu-satu," tambah Pareddi menceritakan kondisi sebelum sapi mati.

Sebelumnya, peternak sapi bali di Desa Janjiraja, juga mengalami hal serupa. Hanya saja, di sini, jenis sapi bali yang mati sebelumnya mengalami mencret dalam kondisi parah. Dua hari sakit dan tak mau makan, akhirnya sapi pun mati.

Pada kejadian ini, peternak memang memberikan penanganan waktu itu. Sapi masih sempat disuntik oleh petugas kesehatan hewan, lalu diberikan obat dan suplemen makanan untuk mendapat tenaga. Tetapi, melihat kondisi penyakit sapi tersebut, dinyatakan sudah dalam kondisi parah.
produk kecantikan untuk pria wanita

"Memang musim sekarang penyakit sapi, khususnya sapi bali. Bahkan, belum lama ini terjadi di Desa Tran Aliaga Unit 4, sebanyak empat ekor sapi bali mati mendadak di kandangnya. Tiba-tiba, datang yang punya sapi memberitahukan ke saya, empat ekor sapi sudah mati," kata Adam Malik Siregar, petugas kesehatan hewan dari Diskanak Palas.

Dikatakannya juga, baru-baru ini ada satu ekor sapi yang termasuk kategori induk juga mati mendadak di Desa Mananti Sosa Julu. Bahkan, sapi yang mati ini baru beberapa jam tiba dari tempat pembelian. "Untuk mengantisipasi lebih banyak lagi sapi bali mati mendadak, kami dari petugas kesehatan hewan Diskanak Palas sudah disiagakan untuk bisa menangani secepat mungkin setiap laporan sapi bali yang mengalami sakit," jelasnya. (MS)
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️