Kamis, 30 Apr 2026

Beralih ke BPJS, ribuan anak panti asuhan di Medan tak punya jaminan kesehatan

MEDAN (utamanews.com)
Jumat, 15 Apr 2016 21:28
Malang benar nasib anak panti asuhan di Sumatera Utara. Negara terkesan abai karena sampai saat ini mereka tak mendapat jaminan kesehatan. Ketua Forum Panti Asuhan Sumatera Utara, Rafdinal kepada media pada Jumat (15/04/2016) menerangkan, Sumatera Utara menjadi provinsi yang nasib anak panti asuhannya terkesan diabaikan.


Di Kota Medan sendiri, kata Rafdinal, ada 2.500 anak panti asuhan yang sampai saat ini belum menjadi peserta layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

"Dari awal 2015 anak-anak ini tak terdaftar sebagai peserta BPJS. Di Medan ada 2.500 anak, di Sumut ada sekira 5.000 anak panti asuhan," terang aktivis Muhammadiyah itu.
Tadinya, sambung dosen UMSU itu, kesehatan anak panti asuhan ditanggung program Jamkesmas. Namun seiring peralihan kepada program BPJS, kesehatan anak panti pun terkatung-katung.

"Harusnya secara otomatis peserta jamkesmas jadi peserta BPJS. Tapi entah apa alasannya hingga kini anak-anak tidak terdaftar. Mohon kepada Walikota Medan perhatikan ini," tandas Rafdinal.

Pihaknya mengatakan sudah pernah mengadukan hal ini ke Dinas Sosial Kota Medan. Namun jawaban dinas itu menyebutkan persoalannya masih nyangkut di BPJS dan Dinas Kependudukan Catatan Sipil Pemko Medan.

Memang, katanya, saat ini ada program dari Pemko Medan yang mengalokasikan dana Rp200 juta per tahun. Anggaran itu dialokasikan untuk penanganan anak terlantar, panti asuhan dan Mr X (mayat tanpa identias).
produk kecantikan untuk pria wanita

"Itu (uangnya) ada di Pemko Medan. Jika ada anak panti yang dirawat di rumahsakit, kita urus di Dinas Sosial untuk biaya rumahsakitnya," ungkap Rafdinal.

Rafdinal menekankan, anggaran sebesar itu tidak bisa menanggung ribuan anak panti asuhan. Apalagi jika kuota Rp200 juta itu sudah habis sebelum satu tahun, maka tidak ada lagi uang untuk menanggung kesehatan anak panti.

"Bahkan sebulan yang lalu ada dua anak panti asuhan yang ditolak rumahsakit karena kuota Rp200 juta itu sudah habis. Padahal anak itu darurat untuk dioperasi," katanya.

iklan peninggi badan
(red)
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️