Labura (UtamaNews.com) - Tarmidi dan Sri Nenti, pasangan suami istri asal Aek Kanopan, kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) hanya bisa pasrah melihat kondisi Zain Syah Rijal, bayi mereka yang baru saja berusia 3 hari.
Zain, putra ketiga pasangan ini, terlihat Lemah dan tak berdaya di Ruang ICU/Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aek Kanopan.
Informasi yang diperoleh utamanews dari Tarmidi, pada hari Minggu, (19/1/2016), bayinya lahir persalinan normal di RSU Avicena Labura, di Jalinsum Siranggong Damuli Pekan.
“Waktu itu isteri saya mengalami kelainan pada kandungannya, kemudian saya bawa ke RSU AVICENA Damuli Pekan. Tak berapa lama setelah itu, istri saya dirawat, putra ke 3 kami ini pun lahir dengan normal,” terang Tarmidi.
Kata Tarmidi, sewaktu Zain lahir, beratnya hanya 1 kg, melihat kondisinya lemah dan tidak stabil sebab kondisi istri dan anaknya terus memburuk ditambah lagi keterbatasan biaya, akhirnya dia memutuskan untuk membawa anaknya untuk dirujuk ke RSUD Aek Kanopan.
“Istri saya kondisi fisiknya semakin menurun dan terus memburuk, sebab istri saya telah 2 kali mengalami pendarahan,” katanya.
Tarmidi juga menjelaskan bahwa usia kandungan istrinya hanya sekitar 7 bulan dan sebelum menjelang kelahiran anaknya, ia sudah periksakan perkembangan kehamilan istrinya pada Dr. Eka Purnama D. Ritonga Sp. OG di ruang prakteknya.
“Pada waktu itu Dr. Eka mengatakan pada saya, bahwa istri saya telah mengalami tensi tinggi,” sebutnya.
“Sekarang istri saya sedang dirawat bersama anak saya. Setelah menjalani perawatan di RSUD Aek kanopan ini, kondisi anak saya semakin buruk dan berat badannya juga mengalami penurunan sebanyak 2 ons, karena sebelumnya beratnya 1 kg sekarang beratnya tinggal 8 ons,” ungkap Tarmidi pada sejumlah wartawan.
Tarmidi mengaku sudah pasrah. “Saya sudah tidak tahu lagi mau berbuat apa, saya sudah berusaha keras demikeselamatan istri dan anak saya, namun karena keterbatasan ekonomi saya hanya bisa pasrah, pak. Inilah kemampuan saya,” tambahnya.
Tak lupa Tarmidi berharap ada bantuan dari pemerintah atau hamba Allah untuk meringankan bebannya ini. “Semoga aja ada orang yang dapat membantu kami. Saya sudah mengeluarkan biaya yang lumayan besar untuk kesembuhannya.
Menurut Tarmidi, dirinya sudah mengeluarkan biaya sebesar Rp.1.800.000, dan yang kedua kalinya Rp.2.850.000.
"Gak tau mau gimana lagi, saya cuma bisa pasrah pak, sebab saya gak ada uang lagi buat pengobatan biaya istri dan anak. Saya berharap ada orang yang besar hati dan dapat membantu kami," ucap Tarmidi.
(YANDRI SIMATUPANG/DARWIN MARPAUNG)