Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtasari, Ashari, sudah dilantik oleh Walikota Binjai, Drs. H Amir Hamzah MAP, Rabu (7/2) lalu, atau belum genap sebulan.
Meski demikian, Ashari yang sebelumnya merupakan pegawai pada badan usaha milik daerah (BUMD) Kota Binjai ini, belum menunjukkan kerja nyata dan bergerak cepat.
Buktinya, pelanggan PDAM Tirtasari masih mendapatkan kualitas air yang buruk.
"Kemarin sore, kami yang merupakan pelanggan PDAM Tirtasari mendapat air yang kualitasnya buruk," ujar seorang masyarakat yang berdomisili di Jalan Apel, Kecamatan Binjai Barat, Selasa (5/3).
"Bahkan pagi ini pun airnya keruh. Kualitas airnya buruk kali," sambungnya.
Padahal menurut sang sumber, air adalah kebutuhan utama keperluan masyarakat sehari-hari. Ia pun menilai, kedatangan Direktur PDAM Tirtasari periode 2024-2029 belum memberikan dampak positif.
"Kami kira dengan direktur baru, ada perubahan kualitas penyaluran air bersih ke pelanggan. Tapi nyatanya gak," bebernya.
Selain masyarakat Binjai Barat, hal serupa juga terjadi di Kelurahan Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara. Disini, para pelanggannya juga mengeluhkan kualitas air yang buruk.
"Kualitas air PDAM Kota Binjai sangat buruk di Jalan Garu, Kelurahan Cengkeh Turi. Padahal air merupakan keperluan utama masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari. Seperti mencuci, mandi dan berwudhu," katanya.
Terpisah, Direktur PDAM Tirtasari, Ashari menjelaskan, kualitas air buruk yang dialiri ke pelanggan terjadi karena reservoir atau tempat penyimpanan air belum pernah dibersihkan.
Akibatnya, sebut Ashari, lumpur mengendap pada penampungan tersebut.
"Sebab utamanya di pengolahan, reservoir penampungan belum pernah dibersihkan dari endapan lumpur," katanya.
Menurutnya, pihaknya akan melakukan pembersihannya dari lumpur yang mengendap tersebut. "Upaya pembersihannya memerlukan alat-alat penghisap lumpur yang pengadaan alatnya masih kita upayakan pengadaannya. Saat ini yang terus kita kerjakan membuat washing out di pipa distribusi kita," kata Ashari.
Disinggung kinerjanya sebagai orang nomor satu yang baru di tubuh PDAM Tirtasari Binjai, Ashari menyebutkan hal tersebut membutuhkan waktu dan tidak semudah membalikkan telapak tangan.
"SK (surat keputusan) definitif saya 7 Februari 2024, belum sebulan. Kami di 100 hari pertama ini masih berupaya mencari dana pinjaman ke bank, karena semua program-program kerja dan perbaikan untuk alat-alat memerlukan biaya," ujarnya.
Diakuinya, pihaknya masih membutuhkan dana untuk melakukan pembenahan. "Kalau mencari bantuan ke pemerintah, tentunya makan waktu lama dari perencanaan sampai dengan pelaksanaan. Karena memang dari APBD Binjai belum bisa atau belum ada anggaran untuk perbaikan alat-alat yang ada di bagian pengolahan atau produksi," demikian tutup Ashari.