dr Susanti Dewayani SpA menghadiri undangan Kompas.com pada tapping program “Nusa Raya”
Wali Kota Pematangsiantar dr Susanti Dewayani SpA menghadiri undangan Kompas.com pada tapping program “Nusa Raya”, Kamis, 30 Mei 2024, Pukul 14.00 WIB, di Studio Nusaraya, Gedung Kompas Gramedia, Gedung Unit II, Lt 5 Jl, Palmerah Selatan No 20-28, Jakarta Pusat.
Kompas.com ingin lebih mengenal Kota Pematangsiantar dengan lebih jernih. Ada banyak kemajuan yang terjadi di Kota Pematangsiantar yang layak untuk disebarluaskan, bagaimana langkah
Wali Kota Pematangsiantar dr Susanti menjaga hal tersebut dan menjawab tantangan pembangunan Kota Pematangsiantar
dimana posisi strategis di tengah pantai timur dan barat , dan juga tugas berat menyiapkan dan menjaga kondusifitas pelaksanaan Pilkada 2024.
Diawal, Wali Kota dr Susanti menyampaikan bagaimana terjun ke dunia Politik.
“Saya dulunya seorang ASN, dan menjadi asn kita tahu tentunya memiliki banyak keterbatasan di dalam melakukan terobosan-terobosan untuk membangun sebuah Kota. Dokter memberi pelayanan kepada pasien, wali kota memberi pelayanan kepada masyarakat yang lebih luas lagi dalam hal ini. Dan sekarang menjadi walikota dan akhirnya selaras menjadi wali kota akhirnya menjadi politik yang begitu, sehingga di dalam politik ini, merupakan salah satu konsekuensi dari jabatan wali kota tersebut,” ungkapnya.
Jadi, lanjut Wali Kota dr Susanti, kenapa saya ingin membangun Kota Pematangsiantar, ini semata-mata karena kecintaan saya kepada Kota Pematangsiantar, saya ingin memberikan yang terbaik.
Host Kompas.com Putri menanyakan bahwa Kota ini punya julukan ibu, sebagai Kota pendidikan, tapi ada juga sebagai Kota preman, ibu kenapa sih, julukan ini bisa tertanam di Kota siantar.
Wali Kota Pematangsiantar dr Susanti menjelaskan melalui lagu maju tak gentar itu adalah ciptaan cornel simanjuntak orang siantar asli siantar, anak siantar atau siantarmen, lagu nasional yang memberikan semangat dari dulu sampai sekarang masih sering didengungkan di setiap kegiatan kegiatan tentang kenegaraan itu, dan penciptanya adalah anak siantar.
“Untuk penjelasan kenapa Kota Siantar terkenal sebagai kota preman, dikarenakan di beberapa Kota, di Jawa itu adalah tulisannya kos-kosan, tidak menerima kos-kosan anak siantar, nah segitu kalinya memang, nah memang siantar ini atau siantarmen ini dikenal dengan ketegasannya kemudian suaranya yang volumenya di atas rata-rata, sehingga itulah mungkin orang menganggap, namun kita juga perlu tahu bahwa siantar telah melahirkan tokoh-tokoh nasional seperti bapak Adam Malik, ini adalah wakil presiden kemudian bapak TB Simatupang pahlawan nasional, tadi barusan kita dengar bapak cornel simanjuntak pencipta lagu maju tak gentar dan beberapa pahlawan lainnya,” jelas dr Susanti.
Sedangkan untuk julukan dari Kota pendidikan, terang dr Susanti, ini muncul karena pada era tahun sebelum tahun 1900-an itu sudah di siantar sudah ada lembaga pendidikan sehingga sampai saat ini juga sudah banyak lembaga pendidikan Kota Pematangsiantar, bahwa saat ini ada 12 perguruan tinggi swasta kurang lebih 59 SMA, dan SLTA ya sederajat dan 27 smp swasta maupun Negeri.
“Jadi pelajar-pelajar dari luar daerah itu banyak sekali yang menetap sementara untuk di Kota Pematangsiantar mereka untuk belajar untuk mengenyam pendidikan sehingga sebenarnya menurut saya Kota siantar sebagai Kota pendidikan Kota pelajar itu masih relevan hingga saat ini,” ungkapnya.
Putri Host Kompas.com menanyakan tadi kan kalau kita dengar masyarakat di siantar ini memang punya volume yang tinggi tinggi sedangkan yang dari jogja, pernah terasa ada culture Shock di sana ibu diceritain gimana tuh..
Wali Kota dr Susanti mengungkapkan sejak awal menjabat kita membawa visi misi siantar yang sehat, sejahtera, dan berkualitas.
“Nah kita awali dengan kata sehat dulu, tentunya warga kalau sudah sehat maka akan lebih mudah untuk membawanya ke arah sejahtera tentunya berkualitas. Fasilitas kesehatan untuk di Kota pematangsiantar sudah cukup memadai yaitu ada satu buah rumah sakit Umum milik pemerintah daerah, satu rumah sakit TNI, kemudian 7 rumah sakit swasta, yang tentunya menjadi rujukan Faskes dari luar daerah. Kemudian kalau klinik ini jangan ditanya lagi klinik dokter spesialis juga cukup banyak tersebar di seluruh pelosok Kota Pematangsiantar sehingga ini menjadikan siantar salah satu tujuan bagi masyarakat dari luar daerah untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang memadai,” tuturnya.
Nah pada saat ini di RSUD, ujar dr Susanti, kami ada satu jasa besar lagi yang milik pemerintah daerah sedang berbenah diri dengan membuka layanan Faskes unggulan yang lebih atau yang belum dimiliki oleh daerah-daerah lain di Sumatera Utara antara lain mamografi, cath lab untuk yang penyakit jantung kemudian ada akupuntur medis kemudian fisioterapi. Alat alat fisioterapi ini terlengkap setelah Kota Medan di Sumatera Utara, Potensi-potensi tersebut.
“Dan hal ini terlihat dari indikator-indikator yang salah satunya kita mulai dari studi pembangunan ekonomi inklusif di Kota Pematangsiantar. Nah pada tahun lalu tahun 2023 itu bappenas telah menetapkan bahwa Kota Pematangsiantar merupakan daerah dengan nilai indeks pembangunan ekonomi inklusif yang tertinggi di provinsi Sumatera Utara pencapaiannya angkanya 6,43 jadi yang kita lakukan saat ini sudah untuk trend. Berikutnya tentunya menjadikan Kota Siantar Berkualitas. Tadi Siantar Sehat sudah, sejahtera dan penuh berkualitas,” jelas dr Susanti.
Tentunya ada beberapa indikator yang bisa kita jadikan acuan untuk menentukan sebuah Kota ini berkualitas atau tidak, ungkap dr Susanti, tentunya di sini dalam hal ini adalah indeks pembangunan manusia, di mana upaya-upaya yang telah kita lakukan setelah ini telah berhasil.
Host Kompas.com Putri menyampaikan kalau misalkan ada pariwisata, ada wisatawan yang ingin ke danau toba ibu tapi sebenarnya kita juga pengen siantar tuh menjadi Kota tujuan kan. kira-kira nih apa upaya Pemkot untuk menjadikan siapa sebagai Kota destinasi bagi para pariwisata.
Wali Kota dr Susanti menjawab jadi ada slogan Kota Pematangsiantar destinasi yes, transit no ini yang selalu kita sampaikan namun slogan itu tidak tertutup hanya pada wisatawan yang hanya berkunjung di satu atau dua hari mengapa demikian karena posisi siantar ini memang posisi yang sangat strategis di mana siantar menghubungkan daerah antara pantai Barat dengan pantai Timur Pulau Sumatera jaraknya hanya sekitar 50 km dari wisata alam terbesar dunia bahkan menjadi destinasi internasional yaitu danau toba.
“Tentunya bukanlah pilihan yang bijak jika kami mau terlalu fokus untuk mengambil hak tersebut, namun bagaimana kita menjadikan Kota Pematangsiantar ini menjadi tujuan bagi orang-orang yang dari luar daerah untuk menghabiskan uangnya di Kota Pematangsiantar, dalam hal ini menghabiskan uangnya tentunya ada beberapa hal yang harus kita jual harus kita fokuskan supaya perekonomian di Kota Pematangsiantar juga meningkat,” tuturnya.
Nah dalam hal ini, tukas dr Susanti, potensi terbaik yang memiliki efek domino ekonomi yang tinggi adalah pada bidang pendidikan dengan banyaknya pelajar dari luar daerah yang menetap di siantar, tentunya menjadikan siantar Kota tujuan bagi pelajar itu sendiri dan mungkin juga keluarganya yang mengunjungi anaknya yang sekolah di Kota Pematangsiantar. Dan tentunya ini dari keluarga itu juga akan bolak-balik datang ke Pematangsiantar, dan ini efek dominonya yang bisa panjang lagi yaitu mulai dari bisnis kos-kosan tentunya bisnis kos-kosan ini juga akan menjamur kemudian belum lagi pedagang makanan minuman kemudian peralatan sekolah dan kebutuhan hidup lainnya juga tentunya akan berkembang.
Selanjutnya, Wali Kota dr Susanti menjelaskan selain tadi Kota destinasi dari pendidikan tentunya juga dari bidang kesehatan juga kami akan maksimalkan fasilitas kesehatan yang dimiliki Kota Pematangsiantar merupakan rujukan dari daerah untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yang lebih memadai. dengan banyaknya rumah sakit klinik dan dokter spesialis ini mengundang masyarakat dari luar Kota siantar, untuk menjadikan Siantar Kota tujuan, untuk berobat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan ini dampaknya bagi ekonomi Kota Pematangsiantar cukup besar.
Oleh karena itu, pungkas Wali Kota dr Susanti, kita harus memberikan kenyamanan bagi mereka mereka yang berkunjung di Kota Pematangsiantar, tetapi lebih dari itu mungkin seminggu mungkin tiga tahun enam tahun. Jadi ketika luar daerah itu memikirkan tentang pendidikan anak anaknya kemudian memikirkan untuk kesehatan mereka pasti akan berpikir untuk datang ke Kota Pematangsiantar maka kita jadikan siantar ini menjadi tujuan terlebih dari akomodasi di Kota Pematangsiantar ini sudah bagus dan konsep destinasi yes transit no itu Insya Allah dapat terwujud.
“Untuk potensi inilah yang akan kita maksimalkan, untuk pengembangan UMKM Kota Pematangsiantar karena pasarnya juga sudah tersedia baik para wisatawan maupun warga siantar sendiri. Dan tentunya UMKM Siantar juga sudah pesat saat ini bahkan ada beberapa UMKM yang sudah menjadi unggulan bahkan sudah diekspor ke negeri,” tandasnya.
Kompas.com mengungkapkan ngomongin pariwisata mungkin, ibu walikota ini punya rekomendasi spot pariwisata nih iya siantar, kira-kira apa sih bu kalau misalkan ke siantar kita, harus ngapain kira-kira.
Wali Kota dr Susanti menjelaskan sekarang udah banyak sih mbak, sekarang udah banyak di bidang pariwisata tentunya siantar ini unggul, pertama di kulinernya, kulinernya itu kalau kita datang ke sempat ke siantar silakan kalau ke siantar itu di sudut-sudut Kota di sudut-sudut Jalan itu sudah banyak kafe-kafe kemudian yang paling apa itu rasa dari kuliner di Pematangsiantar itu khas gitu wajib dicoba karena masakan yang ada di Kota siantar itu bumbunya berani sehingga bumbunya nggak tanggung tanggung jadi nanti kami undang buat putri dan tim nanti ke Kota Pematangsiantar dan ini wajib dicoba kemudian ada roti ganda yang tentunya sudah menjadi legenda ya sudah menjadi legenda kemudian banyak lagi benar-benar yang sedang tumbuh menjamur di Kota Pematangsiantar.
Selanjutnya, ada wisata edukasi seperti taman hewan, taman hewan yang ada di Kota Pematangsiantar merupakan taman hewan yang memiliki kualitas hewan yang terlengkap di sepulau Sumatera jadi pengunjungnya pun juga didominasi oleh masyarakat dari luar Sumatera dari Sumatera Utara, dari Aceh dari Pekanbaru dari Riau itu juga sering berkunjung ke kebun binatang siantar. Kemudian spot wisata selanjutnya adalah wisata sejarah dan budaya di sini berbagai event diselenggarakan untuk melestarikan budaya dan sejarah sekaligus menarik minat para wisatawan untuk menjadikan Kota Pematangsiantar sebagai tujuan wisata.
Kompas.com menanyakan bahwa Kota Siantar sebagai Kota preman ibu bahkan ada adegan di film warkop tahun berapa tuh 1970-an ya kalau nggak salah ini kenapa orang siantar, orang-orang pada was was nih bu kira-kira kenapa sih Kota siantar ini melekat sebagai Kota yang apa nih preman katanya.
Wali Kota dr Susanti menegaskan bahwa dulu ketika ada yang bilang siantarmen orang akan langsung menganggap kriminal preman, kekerasan bahkan dulunya di beberapa Kota di Jawa ini juga ada yang membuat iklan-iklan untuk kos, kosannya menerima kos kecuali orang siantar, orang siantar ini memang terkenal dengan ketegasannya.
Host Kompas.com Putri menanyakan bahwa Wali Kota Pematangsiantar dr Susanti sempat viral dikarenakan digugat ke MA dikarenakan manajemen ASN tapi gugatan ini ditolak sama MA, ternyata ini bisa diceritain nggak sih bu seperti apa ceritanya saat itu.
Wali Kota dr Susanti menjelaskan jadi untuk gugatan kepada saya sebagai wali kota siantar tahun 2022 kemarin, itu salah satu poin gugatannya adalah terkait perbedaan pemahaman dalam implementasi manajemen kepegawaian.
“Saya ingin agar ASN ini selaku pelaksana kebijakan publik dapat memberikan pelayanan yang lebih responsif, dan lebih maksimal kepada masyarakat. Niat baik saya ini dalam melakukan kebijakan tersebut ternyata dinilai keliru dan dirasa merugikan beberapa pihak sehingga hal ini beberapa pihak mengajukan, menyuarakan kepada DPRD, sehingga DPRD mengajukan usulan pemakzulan ke mahkamah agung. Singkat cerita, MA menolak gugatan tersebut,” ujar dr Susanti.
“Nah di sini Mbak Putri saya juga mau menyampaikan bahwa dalam hal manajemen ASN Kota Pematangsiantar bahkan menerima penghargaan dari BKN atas implementasi norma standar prosedur dan kriteria atau NSPK manajemen ASN di tahun yang sama tahun 2022 tahun ke-3 gugatan itu disampaikan. Di mana siantar menerima ataupun memperoleh nilai indeks dengan kategori B nilainya kalau nggak salah 76,08 gitu, dan ini meningkat sebesar 35 poin sekian indeksnya. Artinya dari kategori c kemudian menjadi kategori b, adapun indikator yang mendukung pencapaian tersebut antara lain pengadaan dan pengangkatan asn, pemberhentian asn, kepangkatan dan kode etik, penghargaan penggajian, tunjangan dan fasilitas serta pensiun begitulah,” pungkasnya.
Kompas.com menanyakan kesiapan Wali Kota dr Susanti menghadapi Pilkada Tahun 2024. Tahun ini kita mau menghadapi pilkada, gimana nih kesiapan ibu menghadapi pilkada tahun ini,
Wali Kota dr Susanti mengatakan tentunya di musim pilkada tahun ini, saya selaku Wali Kota, kepala daerah, terus berikhtiar dalam segala hal di dalam masa jabatan saya kan belum berakhir mbak.
“Jadi saya terus, akan bekerja semaksimal mungkin untuk tetap memajukan Kota Pematangsiantar dan saya sebagai walikota artinya ajang dan kesempatan ini tetap akan saya manfaatkan untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi Kota Pematangsiantar, apalagi Kota yang memang Kota saya cintai. Tetap bekerja untuk kemajuan kebangunan masyarakat Kota Pematangsiantar,” tegasnya.
Harapan Wali Kota dr Susanti saat ditanya Kompas.com, untuk warga Kota Pematangsiantar yang saya cintai, siantar terkenal dengan kerukunannya dalam keberagamannya. Keberagaman itulah yang menjadi kekuatan kita untuk bersama-sama membangun Kota Pematangsiantar, Siantar dari dulu selalu berhasil melalui berbagai dinamika yang dapat mengganggu kerukunan tersebut namun untuk membangun Kota Pematangsiantar yang kita cintai ini kita harus bergandeng tangan, berkolaborasi dan yang satu lagi kita harus tulus, kita harus ikhlas. Harapannya Kota kita bisa bangkit dan maju, menuju Kota Pematangsiantar yang Sehat, Sejahtera, dan Berkualitas. Pembangunan yang telah kita lakukan, seperti smart city kemudian penyegaran kembali Kota pendidikan dan PR PR prioritas yang telah dikerjakan mulai dari penampakan mulai sudah mulai nampakkan hasilnya.
“Mari kita lanjutkan pembangunan yang telah berada pada jalur yang tepat ini dan memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh Kota Pematangsiantar. Terima kasih untuk seluruh warga yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk dapat berbuat dan mengabdi untuk Kota kita tercinta Kota Pematangsiantar,” harapannya.
Editor: Yudi Setyawan
Tag: