Selasa, 11 Des 2018 21:52

WALHI Tuntut Penghentian Pembangunan PLTA Batang Toru

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Elman
Kamis, 20 Sep 2018 17:20
Istimewa
WALHI Tuntut Penghentian Pembangunan PLTA Batang Toru karena potensi bahaya lingkungan dan kerugian ekonomi yang besar.
WALHI menuntut pemerintah agar menghentikan Poyek Pembangunan Batang Toru karena akan menimbulkan kerugian keuangan negara dan merusak ekosistem. Selain itu, proyek ini berada di area Sesar Besar Sumatera (the Great Sumatra Fault) yang berpotensi sebagai pusat gempa bumi. Dalil pembangunan PLTA yang ramah lingkungan menjadi tidak sinkron karena besarnya ekosistem yang dikorbankan.
 
Penyelamatan ekosistem Batang Toru dan potensi kerugian negara ini dibahas dalam acara Konferensi Pers yang digelar di Jakarta, Kamis (20/9/2018). 

Hadir sebagai pembicara, Direktur Eksekutif Walhi Sumatera Utara Dana Prima Tarigan, Manajer Kampanye Walhi Eksekutif Nasional Dwi Sawung, Akademikus Universitas Sumatera Utara Jaya Arjuna, dan Ketua Forum Konservasi Orangutan Sumatera Kusnadi Oldani.

Direktur Eksekutif WALHI Sumatera Utara Dana Prima Tarigan mengatakan Walhi bersama-sama dengan beberapa akademisi terus menyuarakan untuk penghentian pembangunan PLTA Batang Toru.  Proyek ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional, sehingga seharusnya Presiden Joko Widodo sendiri membatalkan proyek ini. Sebagai Indepentend Power Producer (IPP), PLTA Batang Toru akan mempunyai nilai keekonomisan harga jual listrik ke PLN yang sangat rendah. PLTA ini akan menjadi PLTA termahal di Indonesia, dilihat dari biaya investasi dan harga jual per Kwh, sehingga akan menimbulkan kerugian terhadap PLN.


"Kami selalu untuk mencoba untuk membuka ruang dialog dengan pemerintah, tapi pemerintah sepertinya menutup ruang itu. Walhi juga sudah menyurati Bank of China yang menjadi penyandang dana proyek ini. Mereka akan memberikan jawaban pada 31 Agustus lalu. Tapi saat kami minta konfirmasi lebih lanjut, pihak Bank of China hanya memberikan jawaban normatif. Di tengah tidak stabilnya neraca keuangan negara, maka sudah sepantasnya proyek ini dihentikan karena hanya akan menimbulkan kerugian negara yang lebih besar," kata Dana.

Akademikus Universitas Sumatera Utara Jaya Arjuna menjelaskan bahwa proyek PLTA Batang Toru akan mengancam kehidupan masyarakat di sekitar hilir sungai. PLTA ini akan menggunakan sistem peaker, yaitu membendung sungai untuk mendapatkan debit air yang cukup untuk menggerakkan PLTA. Dengan sistem ini, maka masyarakat bagian hilir hingga ke pesisir pantai, yang menggantungkan hidupnya sebagai nelayan dan petani akan menjadi pihak pertama yang merasakan dampak negatifnya.

Ia juga menambahkan bahwa AMDAL  PLTA Batang Toru bermasalah karena tidak memberikan kajian yang jelas. Misalnya saja soal wilayah ini yang merupakan wilayah gempa bumi, dan juga soal penanganan fluktuasi air dari sekitar 60 m kubik/detik menjadi 2,5 m kubik/detik. PLTA juga tidak memiliki rencana pengelolaan lingkungan (RKL dan RPL) yang jelas. Dengan debit air yang dibendung diperkirakan mencapai 3,6 juta liter, maka bila terjadi banjir akan menimbulkan bencana besar di wilayah hilir yang tercakup wilayah Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah. 

Sedangkan Ketua FOKUS Kusnadi Oldani mengatakan bahwa daerah ini merupakan wilayah habitat Orang Utan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis), yang merupakan spesies paling langka di dunia. Bila pemerintah membiarkan perusakan terhadap ekosistem mereka, tentu hal ini akan menjadi sorotan dunia. 

"Menteri LHK sudah meminta Dirjen KSDAE untuk memberikan pengawasan melekat terhadap proyek ini. Saat ini pihak BKSDA sudah mendapatkan temuan bahwa Orangutan sudah mulai hidup tersegregrasi. Orangutan hidup terpisah di blok Barat dan Timur, padahal  proyek ini baru tahap awal," imbuh Kusnadi.

Terkait gugatan yang dilayangkan WALHI, Kordinator Kuasa Hukum Walhi untuk gugatan pembatalan ijin lingkungan PT. NSHE di batang toru mengatakan WALHI berharap akan adanya keputusan sela di PTUN Medan untuk menghentikan sementara semua kegiatan di lapangan sampai ada keputusan hukum yang pasti. "Kita berharap nantinya ada keputusan sela dari majelis hakim, agar memerintahkan menghentikan semua aktifitas di lokasi sampai ada keputusan hukum tetap, agar tidak terjadi kerusakan lingkungan lebih besar," tegasnya.

Editor: Sam

T#g:Batang ToruOrangutanPLTAWALHI
iklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Senin, 04 Jun 2018 16:24

    RDP Soal Jual Beli Lahan Proyek PLTA Batang Toru di DPRD Sumut Tak Tuntas

    Komisi D DPRD Sumatera Utara mengadakan rapat dengar pendapat (RDP) dengan masyarakat yang mengaku sebagai korban jual beli lahan proyek PLTA Batang Toru serta perwakilan Pemkab Tapanuli Selatan dan p

  • Jumat, 03 Nov 2017 20:03

    Spesies Kera Besar terbaru di dunia, Orangutan Tapanuli

    Belum lama ini ditemukan Orangutan Tapanuli, dengan nama latin Pongo Tapanuliensis, sebagai spesies kera besar terbaru di dunia.

  • Minggu, 27 Mar 2016 16:05

    Saatnya anak muda pimpin Walhi Sumut

    Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatera Utara diharapkan menjadi ujung tombak kampanye lingkungan. Namun cita-cita itu membutuhkan seorang penggerak yang bisa menakhodai Walhi Sumut ke arah lebih bai

  • Rabu, 03 Feb 2016 08:19

    Walhi Sumut ingatkan Pemda Palas tidak gegabah pada pembukaan akses Palas-Madina

    Pelaksanaan uji kelayakan yang dilakukan oleh Pemda Padanglawas (Palas) untuk membuka akses transportasi Palas menuju Madina, mendapat respon dari Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sumatera Utara.Lembag

  • Sabtu, 21 Nov 2015 12:17

    Hari Ini, PLTA Asahan IV berkapasitas 90 MW Mulai Dibangun

    Medan, (utamanews.com) - Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan IV kapasitas 3 x 30 megawatt (90 MW) di Desa Tangga dan Desa Lubu Rappa, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan mulai di

  • Minggu, 01 Des 2013 06:18

    Telkomsel kembangkan pembangkit listrik sendiri

    Telkomsel akan mengembangkan pembangkit listrik sendiri untuk menjamin ketersediaan listrik di wilayah kepulauan, perbatasan dan daerah terpencil lainnya yang masih kesulitan jaringan komunikasi."Ada

  • Rabu, 20 Mar 2013 12:55

    Walhi: Banyak Sungai di Medan Berwarna Hitam

    Masalah air yang dialami berbagai kota dan kabupaten di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) belum mendorong ataupun meningkatkan kesadaran serta kepedulian bersama terutama pemerintah dan dunia usaha dala

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak