Pandemi Covid-19 membawa petaka bagi seluruh segmentasi sendi sendi kehidupan masyarakat, mulai dari kondisi di bidang kesehatan, perekonomian dan juga segmentasi pada bidang kehidupan sosial masyarakat.
Hal ini menjadi perhatian tersendiri bagi Akademisi kampus untuk dapat memberikan sedikit perhatian agar Kelompok Usaha Mikro Kecil (UMKM) mampu tetap 'survive' di tengah gempuran badai pandemi yang meluluhlantakkan ekonomi real masyarakat kecil.
Demikian terungkap di sela-sela kegiatan pendampingan UMKM yang dilaksanakan oleh para dosen dan mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed).
Salah seorang kelompok UMKM Zafira Snack, Sri Wahyuni yang bergerak pada bidang penjualan snack dan kuliner mengungkapkan bahwa, setahun terakhir ini kondisi perputaran usaha yang ia geluti nyaris tanpa hasil seperti yang diharapkan.
"Di awal usaha, sebelum pandemi kami menjual produk snack makanan ringan tradisional seperti opak, kerupuk nasi, aneka keripik, secara langsung ke para pembeli, selain itu juga banyak produk olahan dititipkan ke kedai-kedai di sekitaran Nagori, maka penjualan pun terbatas hanya di sekitar Nagori Dolok Maraja saja sehingga hasil yang didapatpun hanya pas-pas makan. Hal ini bertambah sulit dimasa pandemi dimana daya beli para pelangganpun terasa berkurang", ungkap ibu kreatif dengan 3 anak tersebut, Jum'at (22/10).
Ketika ditanya tentang bantuan pemerintah untuk UMKM yang bergulir semasa Pandemi, Ia menegaskan bahwa, bantuan selama pandemi yang dari pemerintah tidak pernah ia rasakan padahal sudah acap kali ia ajukan.
"Untuk bantuan dari pemerintah gak pernah kami dapat, dah capeklah kami ajukan sama Gamot atau Kadus sampai ke desa tapi hasilnya nihil, begitupun kami tetap berusaha menekuni usaha tanpa mengharapkan bantuan karena jualan kuliner tradisional ini jalan rezeki bagi kami", cetus pemilik merek usaha kuliner Dapoer Bunda Zafira ini.
Lanjutnya, adapun bantuan yang dirasakan sangat membantu selama pandemi adalah bantuan dari Kampus Unimed.
Dimana Unimed tidak hanya membantu pada pemasaran dengan menggunakan media sosial akan tetapi logo dan nama produk serta mesin-mesin, perlengkapan untuk usaha juga dibantu oleh pihak kampus.
"Sejak adanya penjualan online dengan media sosial, kami cukup terbantu penjualan tidak hanya di nagori saja akan tetapi sudah sampai merambah ke Siantar. Selain itu variasi produk tidak hanya keripik dan kerupuk tradisional, kami telah kembangkan makanan tradisional nusantara seperti mpek-mpek, cireng, cilor, klepon dan kuliner yang lainnya", ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut tim Pengabdi dari Unimed Dr. Zulkifli, M.Sn didampingi tim dosen dan mahasiswa mengungkapkan bahwa, Unimed sebagai universitas yang concern dalam pengembangan Program Kampus Merdeka dengan menurunkan dosen dan mahasiswa untuk melakukan pendampingan terhadap UMKM yang yang memiliki kemauan kuat untuk bangkit dimasa pandemi dengan digitalisasi usaha.
"Jadi yang kita bantu tidak hanya bantuan secara fisik teknologi dan alat usaha, secara mental dan manajemen usaha pun kita terus lakukan pembinaan, karena pendampingan-pendampingan tersebut yang dalam kondisi pandemi diperlukan oleh pelaku usaha", tandas Koordinator Pusat Bisnis Dan Kewirausahaan Inkubator Unimed tersebut.