Aktivis Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Raju Firmanda Hutagalung mengaku heran dengan sikap yang dipertontonkan terduga pelaku penistaan agama berinisial MN yang merupakan mantan anggota DPRD Kota Sibolga, dengan mengklarifikasi status media sosial milikinya kepada sejumlah oknum Ketua Ormas Kepemudaan, beredar di GWA, pada Selasa (3/9/2024).
Raju menjelaskan, oknum ketua ormas yang datang mengklarifikasi ke kediaman MN tersebut tidak mewakili umat Islam. Ia menduga oknum tersebut hanya mencari panggung dengan keadaan yang ada saat ini.
"Mereka siapa? dan mewakili siapa? memangnya itu dugaan penistaan ormas? itu penistaan terhadap agama Islam, MN harusnya mengklarifikasi kepada umat Islam mengingat status tersebut tersebar luas di media sosial. Apa urusannya dengan oknum yang datang ke kediamannya?" kata Raju kepada wartawan.
Mantan presiden mahasiswa STITIM ini pun menyesalkan sikap yang dipertontonkan oleh sejumlah oknum ormas pemuda di Sibolga dan Tapteng, yang ujug-ujug mendatangi kediaman terduga seolah-oleh dengan pertemuan tersebut masalah telah selesai.
"Saya mau tanya kepada abang-abang wartawan, apa pasca kedatangan mereka ke rumah MN, oknum ormas tersebut ada menyampaikan keterangan atas hasil dari klarifikasi mereka? kan tidak ada. Jadi dugaan kita hanya mau gagah-gagahan biar dianggap paling peka terhadap situasi saat ini," tegasnya.
Ia pun menegaskan kepada MN bahwa oknum ketua ormas yang mendatangi kediamannya tidak mewakili umat Islam khususnya di Sibolga dan Tapanuli Tengah.
"Kalau ingin mengklarifikasi ada MUI, ada IKADI, ini kok ke ormas?" ucap Raju dengan heran.
"Subjek dari status yang diduga menista itu adalah umat Islam, bukan ormas pemuda. Maka jika ada klarifikasi kepada umat Islam," tegasnya menambahkan.
Aktivis vokal ini pun menegaskan jika respon publik atas status MN tidak terafiliasi kepada kepentingan politik mana pun. Sehingga MN diminta tidak perlu khawatir jika persoalan yang ia hadapi saat ini dipolitisasi.
"Mana ada urusan dengan politik. MN itu bukan calon kepala daerah, bukan anggota DPRD, jadi gak ada urusannya dengan politik," pungkasnya.
Raju juga berharap, agar Polres Sibolga serius menangani perkara yang ia laporkan pada Senin 2 September 2024 atas dugaan penistaan agama tersebut.
Sementara itu, beredar hari ini di Grub WhatsApp (GWA) tangkapan layar akun facebook bernama Muchtar Nababan mengunggah sebuah foto bersama beberapa pemuda dengan kalimat sebagai berikut;
"Terimakasih saya ucapkan kepada Ketua GP Ansor, sdr Zulfandi, ketua PMII saudara Wais,perwakilan IPNU saudara Wais sudah datang mengklarifikasi isu yg berkembang masalah penistaan agama dan sudah saya jelaskan kepada mereka tidak ada maksud dan tujuan saya menistakan agama Islam dan saya mohon tidak di politisir," isi kalimat dalam akun facebook tersebut.