Sabtu, 02 Mei 2026

Sore ini, BMKG Wilayah I Medan Amati Rukyat Hilal Awal Bulan Jumadilawal

Medan (utamanews.com)
Oleh: Dian Selasa, 14 Nov 2023 13:54
Ilustrasi
 Istimewa

Ilustrasi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan kembali melakukan pengamatan astronomi, yaitu pengamatan hilal saat Matahari terbenam pada Selasa sore, tanggal 14 November 2023. Kegiatan observasi astronomi ini rutin dilakukan dan digunakan sebagai penentu untuk rukyat (observasi) hilal awal bulan Jumadilawal 1445 Hijriah. BMKG Wilayah I Medan akan melakukan kegiatan observasi di kantor BMKG sekitar jam 18.00 s/d 19.00 dengan teropong hilal.

Endah Puspita Sari, selaku kepala tim observasi hilal BMKG Medan, mengatakan bahwa ketinggian Bulan sekitar 12 derajat dan berada pada sebelah selatan atas Matahari. Posisi hilal turut dipengaruhi oleh waktu terbenam dan azimuth Matahari dan Bulan.

Endah menjelaskan pada tanggal 14 November waktu terbenam Matahari sekitar jam 18.05 - 18.15 WIB dengan Azimuth 251 derajat untuk wilayah Provinsi Sumatra Utara, sedangkan waktu terbenam bulan yaitu sekitar 18.54 - 19.05 WIB dengan azimuth 244 derajat. Untuk wilayah Indonesia, waktu Matahari terbenam paling awal adalah pukul 17.28.13 WIT di Jayapura, Papua, dan waktu Matahari terbenam paling akhir adalah pukul 18.19.24 WIB di Calang, Aceh.

"Secara astronomis, pelaksanaan rukyat Hilal penentu awal bulan Jumadilawal 1445 H bagi yang menerapkan rukyat dalam penentuannya adalah setelah Matahari terbenam tanggal 13 bagi yang di tempatnya konjungsi terjadi sebelum Matahari terbenam dan tanggal 14 November 2023 bagi yang konjungsinya terjadi setelah Matahari terbenam," tambah Endah.
Sementara bagi yang menerapkan hisab dalam penentuan awal bulan Jumadilawal 1445 H, perlu diperhitungkan kriteria-kriteria hisab saat Matahari terbenam tanggal 13 dan 14 November 2023 tersebut. Endah menambahkan, ketinggian Hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 13 November 2023, berkisar antara -2.35 derajat di Jayapura, Papua, sampai dengan -0.75 derajat di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat.

Adapun ketinggian Hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 14 November 2023, berkisar antara 8.64 derajat di Melonguane, Sulawesi Utara, sampai dengan 10.65 derajat di Parigi, Jawa Barat. Sedangkan, wilayah Sumatra Utara berkisar antara 9 - 10 derajat pada 14 November sehingga hilal berpotensi dapat dilihat jika tidak ada faktor lain seperti cuaca buruk dan hujan yang akan mengganggu pandangan horizon.

Sebagai informasi, penentuan awal bulan Jumadilawal ini sangat penting bagi umat Muslim karena berhubungan dengan waktu ibadah, terutama bulan Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Untuk melihat bagaimana proses pengamatan hilal, masyarakat bisa mengikuti streaming secara online dan langsung pada laman https://hilal.bmkg.go.id/livestream. Info selengkapnya terkait hasil pengamatan dapat dilihat pada akun Instagram BMKG Sumut @infobmkgsumut.

busana muslimah

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️