Sejumlah elemen organisasi di kota Pematang Siantar angkat bicara terkait isu Intoleran yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab dengan menampilkan di YouTube, maupun media sosial lainnya.
Zainul Siregar selaku Ketua DPD LPM Kota Pematang Siantar mengharapkan agar akibat ulah sekelompok orang dapat membuat kota Pematang Siantar tidak menjadi kondusif.
Hal tersebut, dinilai Zainul jangan dibiarkan agar tidak berkembang di tengah masyarakat.
Ia mengaku telah melihat video yang sebarkan di media sosial, menurutnya gambar yang ditampilkan merupakan perayaan di jalan Bandung beberapa tahun lalu.
"Inikan karena di beda tempat, lokasi yang melanggar ketentuan, wajar jika ditertibkan", tuturnya, Senin (16/1/2023).
"Jika memungkinkan, penegak hukum bisa melakukan tindakan," sebutnya,
Dalam hal ini, Ia mengaku di bawah kepemimpinan dr Susanti Dewayani Sp.A selaku Wali Kota, toleransi semakin terjaga dan terawat.
"Ibu Wali Kota merupakan orang yang menjaga toleransi, jangan dirusak kota Pematang Siantar ini dengan informasi yang hoax," sebut Zainul.
Senada dengan hal itu, Henry Hutapea Ketua KNPI kota Pematang Siantar mengutarakan bahwa kota terbesar setelah kota Medan ini jangan dirusak toleransinya oleh orang yang tidak bertanggungjawab.
"Kita sudah merawat Toleransi ini sejak lama, mari kita jaga. Terkait isu diskriminasi yang dimunculkan, hal itu isu hoax," ujarnya.
Menurutnya, dr Susanti Dewayani Sp.A selaku Wali Kota Pematang Siantar sejak menjabat merupakan orang yang konsern terhadap toleransi dan hadir diseluruh kelompok agama,etnis dan suku.
"Terbukti di seluruh acara hari besar keagamaan, Ibu Wali Kota selalu hadir. Jadi, mari kita jaga kekondusifan, kita jangan dipecah belah oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab", tutup Henry.