Kamis, 21 Mei 2026

Satgas PKH Dituding Rampas Lahan! Apa Kabar Sawit Masyarakat Tesso Nilo?

Pelalawan (utamanews.com)
Oleh: Yamin Simatupang Selasa, 09 Sep 2025 11:29
Posko Taktis Satgas PKH di TNTN kab. Pelalawan - Riau
Istimewa

Posko Taktis Satgas PKH di TNTN kab. Pelalawan - Riau

Pasca penertiban perkebunan kelapa sawit milik masyarakat oleh Satuan Petugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), muncul polemik yang berkepanjangan di tengah masyarakat. Berbagai aliansi bermunculan, masing-masing berupaya mempertahankan lahan yang telah bertahun-tahun diusahakan oleh masyarakat setempat.

Perjuangan masyarakat dalam mempertahankan perkebunan sawit tersebut dianggap sebagai upaya mempertahankan ekonomi keluarga dan sumber penghidupan yang telah dibangun selama puluhan tahun, meski berada di dalam kawasan TNTN.

Tindakan penertiban yang dilakukan Satgas PKH merujuk pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memulihkan kondisi kawasan konservasi TNTN yang semakin terdegradasi.

Namun, di tengah pelaksanaan penertiban tersebut, muncul kekhawatiran dari sebagian masyarakat. Bahkan, beberapa pihak menuding bahwa Satgas PKH telah melakukan tindakan "penggusuran dan perampasan" lahan masyarakat di kawasan TNTN.
Salah satu warga, M. Panjaitan dari Torojaya, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, mengungkapkan keresahannya pada Senin (8/9/2025). Ia menyatakan bahwa kehadiran Satgas PKH telah menimbulkan kecemasan di kalangan masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari kebun sawit mereka.

"Sebenarnya, kehadiran Satgas PKH ini untuk menertibkan kebun masyarakat yang telah menguasai kawasan TNTN. Namun masyarakat menjadi was-was karena mereka sudah lama membangun perekonomian dari lahan tersebut," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kekhawatiran masyarakat semakin meningkat karena merasa lahan mereka akan "dirampas", padahal tujuan Satgas PKH adalah untuk memberikan solusi jangka panjang demi kehidupan ekonomi masyarakat yang lebih baik.

Lebih lanjut, ia menduga keresahan ini juga dipicu oleh adanya pihak-pihak tertentu yang memiliki lahan luas di kawasan TNTN dan menunggangi keresahan masyarakat kecil demi kepentingan pribadi.
produk kecantikan untuk pria wanita

Menanggapi hal ini, Ketua RT 37 Dusun Kelapa Gading, Desa Lubuk Kembang Bunga, Andika Sirait, mengimbau agar masyarakat tidak menganggap Satgas PKH sebagai musuh. Ia menegaskan bahwa Satgas hanya menjalankan tugas negara dan tidak mungkin pemerintah berniat menyengsarakan rakyatnya.

"Satgas PKH itu bukanlah musuh kita. Mereka hanya melaksanakan tugas. Tidak mungkin pemerintah menyengsarakan masyarakatnya," tegasnya.

Andika juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang baru dikenal dan mengatasnamakan perjuangan membela hak lahan masyarakat. Menurutnya, provokasi semacam ini justru memperkeruh keadaan dan menghambat penyelesaian konflik.

iklan peninggi badan
Ia menambahkan bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Pelalawan melalui TP4 telah melakukan pendataan lahan masyarakat yang berada dalam kawasan TNTN. Proses ini masih terus diperjuangkan bersama pemerintah pusat, karena keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah pusat, bukan pemerintah daerah atau DPRD.
Editor: Budi
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later