Rencana renovasi pembangunan Masjid Almaidah Nur yang beralamat Dusun II Titi Putih, Desa Empat Negeri, Kec. Datuk Lima Puluh, Kab. Batu Bara, akan dimulai tahun ini 2022 hingga Tahun 2023.
Lokasi Masjid Almaidah Nur tersebut, berada di Jalan Besar Lima Puluh-Simpang Dolok, tepatnya berada di sebelah Jembatan Titi Putih Kecamatan Datuk Lima Puluh yang dibangun pada Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp1.896 M dari anggaran APBD Pemkab. Batu Bara.
Berdasarkan pantauan Utamanws.com pada pukul 11.53 Wib siang ini, saat berada di lokasi Masjid Almaidah Nur, tampak para Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama sedang berada di halaman Masjid tersebut.
Adapun Tokoh Agama setempat itu adalah, H. Sugito, H. Kalam dan Imam Masjid Almaidah Nur, Ustadz Kanti Hutabarat, serta diantaranya sebagai Tokoh Masyarakat, Sari Wijaya, Supardi. Begitu juga turut hadir pengurus KSB-BKM Masjid Almaidah Nur, Ketua, Sulianto, Sekretaris, Rahmad Alhudawi Bendahara, Taufik Hidayat.
Kemudian tampak juga pihak Kemenag Kab. Batu Bara, Kasi Bimas Islam, Drs. Azir, M.Si, Huzaifah, S.Pd,I, Aidil Azhar, S.Pd, I, Juliana Sari, SH,I. Kehadiran mereka dalam rangka pengukuran kalibrasi (arah kiblat Masjid), yang terletak di Masjid Almaidah Nur, dusun II Titi Putih, Empat Negeri, Kec. Datuk Lima Puluh, katanya singkat saat ditanya Wartawan.
Namun tak kalah pentingnya, rencana renovasi pembangunan Masjid Almaidah Nur, turut dihadiri sosok pengusaha pandai besi, Sogimin yang akrab disapa Mas Sugeng. Dia juga merupakan Pengurus Yayasan Abdul Khalik Fajduani Majelis Zikir Titi Putih.
Rencana Masjid Almaidah Nur Titi Putih, jauh hari sudah lama direncanakan untuk dilakukan renovasi. Seiring berjalannya waktu, Hari ini, Kamis 10 November 2022 kami berkumpul bersama Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan pengurus BKM hadir untuk membuat perencanaan yang matang.
Insyallah tahun 2022 hingga tahun 2023 akan datang, Masjid Almaidah Nur akan kita pugar. Renovasi pembangunan Masjid dianggarkan lebih kurang sebesar Rp1,2 M. Maka dari itu kita berharap kepada masyarakat untuk dapat berpartisipasi untuk mengulurkan bantuan dana, maupun tenaga dan pikirannya, ujar Mas Sugeng yang juga Pengurus Yayasan Abdul Khalik Fajduani Majelis Zikir Titi Putih, yang yayasannya tersebut berada di lokasi rumah kediamannya.
Untuk memperluas areal renovasi Masjid Almaidah Nur, saya menghibahkan tanah yang tepatnya disebelah kiri Masjid Almaidah ini, seluas 800 M² (2 Rantai).
Lihatlah, Masjid ini kan masih dikategorikan kecil, begitu juga halamannya sempit. Jadi untuk menciptakan daya tampung jamaah harus kita pugar dengan kapasitas ratusan lebih jamaah.
Selama ini, jamaah yang hendak melakukan ibadah, bukan hanya dari jemaah setempat, melainkan ada juga jamaah dari luar yang singgah untuk melakukan ibadah sholat, terang Mas Sugeng melanjutkan.
Cita-cita untuk merenovasi Masjid Almaidah Nur dapat berjalan sesuai rencana. Gagasan dan ide ini tak terlepas datangnya dari seluruh komponen masyarakat. Khusus dari para tokoh agama, tokoh masyarakat dan pengusaha setempat, kata Mas Sugeng yang cukup dikenal sebagai sosok dermawan, yang juga merupakan seorang pengusaha pandai besi di Titi Putih.
Di kesempatan yang sama, senada apa yang diungkapkan oleh dua Tokoh Agama setempat, yaitu H. Sugito dan H. Kalam berharap, untuk memperlancar renovasi pembangunan Masjid Almaidah Nur dapat berjalan dengan baik.
Dahulunya Masjid ini masih Mushollah yang didirikan pada tahun 1999an, dengan berukuran lebih kurang 8 kali 9 meter. Oleh karena itu kapasitas Masjidi kurang representatif, pasalnya jumlah jamaah yang datang terus bertambah, jelasnya.
Maka dengan demikian, sambung H. Sugito, ia berharap kepada warga masyarakat ikut bergotong royong untuk menyisipkan sebagian rezekinya untuk pembangunan rumah Allah ini.
Namun tak kalah pentingnya, kita juga memanggil dan menyerukan kepada para donatur untuk dapat menyisipkan sebagian rezekinya dalam hal rencana renovasi pembangunan Masjid Almaidah Nur Dusun II Titi Putih, Desa Empat Negeri, Kec Datuk Lima Puluh.
Ya, mudah-mudahan panggilan dan seruan jemaah Masjid Almaidah Nur dapat direspon oleh para donatur. Inilah momennya untuk menambah amal kebajikan. Ada empat prinsip dasar yang perlu diperhatikan dan dipedomani, pertama, membina dan memelihara masjid sesuai dengan tuntunan dan ajaran Islam, kedua memelihara dan mempertahankan kehormatan masjid sebagai lambang kesatuan ummat.
Ketiga, membina dan memelihara silaturahmi sesama jamaah masjid dan masyarakat sekitarnya, dan terakhir mengoptimalkan fungsi masjid sebagai pusat dakwah dan syiar Islam yang menimbulkan simpati, kedamaian dan ketenteraman bagi lingkungan sekitarnya, ungkap kedua Tokoh Agama itu, sembari mengucapkan terimakasih kepada Jurnalis Utamanews.com.