Jumat, 22 Mei 2026
Rempang Mencekam, 14 Aliansi Demo di Depan Gedung DPRD Batu Bara
Batu Bara (utamanews.com)
Oleh: Mukhlis Aci Rabu, 13 Sep 2023 21:13
Aksi unjukrasa di DPRD Batu Bara
Istimewa

Aksi unjukrasa di DPRD Batu Bara

Situasi Pulau Rempang mencekam dan penuh kekerasan sejak 7/9 lalu. Aparat gabungan diterjunkan mengawal aktivitas pengosongan lahan yang dihuni puluhan ribu penduduk yang sudah hidup sejak zaman Belanda. 

Repleksi kasus Rempang Batam, hari ini ada 14 dari aliansi yang mengatasnamakan Aliansi Peduli Masyarakat Melayu dan Antar Suku (APMM & AS) Kabupaten Batu Bara melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Batu Bara. Aksi ini sebagai dukungan moral terhadap warga Rempang yang sedang mencekam. 

Amatan Utamanews.com di lapangan, sebelum massa turun melakukan aksi demonstrasi, tampak sejumlah aparat kepolisian dibawah komando Kabag Ops Polres Batu Bara Kompol Meri Taken Surbakti, SH, M.Kn serta para petugas Satpol PP dan Dishub Batubara tampak mempersiapkan barisan dalam rangka pengamanan aksi demontrasi, Rabu (13/9/2023). 

Tak berselang lama, pukul 14.34 sejumlah elemen masyarakat dari elemen APMM & AS Batu Bara yang tergabung dari 14 lembaga diantaranya PB Tunas Muda Gemkara, DPP APDESU Indonesia, PB. IPMBB, GMBB, Komunitas Da'i Melayu Sumut, SEMII Batu Bara serta sejumlah tokoh Agama, H. Razali, dan Tokoh Masyarakat lainnya hadir dalam satu barisan menyampaikan aspirasi.
Sejumlah massa membawa sejumlah poster dan spanduk. Tulisan di poster karton beragam statemen, diantaranya "Revolusi mental gagal, copot menteri Bahlil, batalkan rencana investasi, dan revolusi bangsa Melayu". 

Koordinator aksi Adam Malik, S.Sos dalam orasinya, kami dari aliansi APMMAS Batu Bara mendukung penuh secara moral terhadap saudara-saudara bangsa melayu Pulau Rempang dalam mempertahankan tanah leluhurnya. 

Meminta kepada Presiden, DPR RI, Kapolri, TNI, mendesak untuk menghentikan segala tindakan-tindakan penanganan represif pihak-pihak aparat kepolisian dan tentara dalam menangani aksi unjuk rasa masyarakat Rempang. 

Begitu juga, lepaskan semua tokoh-tokoh yang ditangkap pihak kepolisian. Padahal mereka adalah pribumi yang hanya mempertahankan tanah leluhurnya, teriak Adam dengan suara lantang.
produk kecantikan untuk pria wanita

Para orator silih berganti dalam menyampaikan orasinya, Darmawan, Dedek Piliang, Jefrizal Amnil senada apa yang disampaikan oleh sang orator lainnya yaitu Ismail, SH meyembutkan, mana Ketua DPRD Safi'i, keluar anda pengecut. 

Kalau anda tidak berani bubar saja DPRD ini, bubarkan saja MABMI, tidak ada gunanya pengurus MABMI di Batu Bara ini, ucap Ismail dengan nada lantang lewat pengeras suara. 

Lama berorasi, namun Ketua DPRD Safi'i yang juga sebagai Ketua MABMI Batu Bara tak kunjung keluar dari dalam gedung Dewan. 

iklan peninggi badan
Selanjutnya orasi disambut oleh Tokoh Agama H. Razali, dia berharap segala aspirasi kami, hendaknya dapat diterima langsung oleh Ketua DPRD Safi'i. 

Jangan nantinya sudah habis masa jabatan, disitu pula butuh suara rakyat. Padahal tanpa suara rakyat, gak akan bisa menang. Ingat ketika mati, siapa yang menghantarkan jenazah anda, ingat itu wahai wakil rakyat, ketus H. Razali seraya disambut takbir berkali-kali dari massa.

Setelah beberapa jam melakukan orasi, Kabag Persidangan dan Perundang-undangan pada Sekretariat DPRD Batu Bara Azhar, S.Pd, M.Pd hadir menemui para aksi demontrasi. 

Saat dia naik ke atas mobil pickup pengunjuk rasa, Azhar menyampaikan kabar bahwa Ketua DPRD Safi'i sedang melakukan kunjungan kerja ke Jakarta. 

Saat itu juga dia membawa naskah salinan berupa pernyataa sikap dari Ketua DPRD Batu Bara Safi'i, Nomor : 170/2054 yang diserahkan melalui Anggota DPRD Andre kepada salah satu koordinator aksi Jefrizal Amnil, SE. 

Sebagaimana diketahui, bunyi pernyataan dari Ketua DPRD Safi'i sebagai berikut : 

Menyikapi peristiwa kerusuhan yang terjadi pada hari Kamis tanggal 7 September 2023 di Pulau Rempang, yang mengakibatkan korban perempuan dan anak, serta rencana penggusuran 16 Kampung Tua Melayu di Pulau Rempang dan Galang yang mana masyarakat disana telah tinggal di Wilayah tersebut sejak tahun 1834.

Maka kami DPRD Kabupaten Batu Bara memberikan dukungan kepada Aliansi Peduli Masyakat Melayu dan Antar Suku Kabupaten Batu Bara tentang "Rip Masyarakat Adat Suku Melayu Pulau Rempang dan Galang-Kepri", Masyarakat Melayu Batu Bara Menggugat, dan tidak dapat menerima tindakan represif terhadap masyarakat yang berdampak kepada Hak Asazi Manusia serta meminta pemerintah memberikan perlindungan kepada
masyarakat adat dan tempatan di 16 Kampung Tua Melayu di Pulau Rempang dan Galang.
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later