Pantauan di lokasi, tampak masyarakat yang didominasi oleh kaum ibu terlihat berdesak desakan dan sangat ramai serta tidak mengindahkan Protokol Kesehatan (Prokes). Kedatangan mereka untuk mengambil bantuan sosial dengan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Tidak hanya itu, selain tampak berdesak desakan, berdasarkan data yang diperoleh, bantuan yang disalurkan oleh Bank BNI Binjai ini baru terealisasi pada Pukul 13.30 Wib.
Akibatnya, terjadi kemacetan di Jalan Gatot Subroto, tepatnya di seputaran Dinas Sosial Kota Binjai. Bahkan, setengah badan jalan tampak digunakan sebagai lokasi parkir.
"Kami sudah menunggu dari jam 8 pagi, tapi pembagiannya baru jam setengah dua tadi dimulai. Bantuan untuk masyarakat yang terdaftar dan terdata di BNBA Bansos Sembako PPKM Kota Binjai," ungkap Dewi, salah seorang warga Binjai yang mengaku sebagai penerima Bansos.
Menindaklanjuti hal ini, awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada Plt Kadis Sosial Kota Binjai, Hamidan. Namun saat didatangi di Kantornya sekira Pukul 15.00 Wib, menurut Staffnya bahwa Hamidan sedang tidak ada di Kantor.
"Pak Kadis lagi keluar, sedangkan Kabidnya lagi berduka," ungkap salah seorang Staffmya yang bernama Hendra F Sitorus.
Disinggung mengapa Bank BNI menyalurkan bantuan itu di Dinas Sosial, pria berkumis ini berdalih bahwa pihak Bank BNI tidak mempunyai tempat untuk menyalurkannya.
"Mereka (Bank BNI-red) tidak punya tempat yang luas, sehingga meminjam tempat disini," ujar Hendra, seraya mengatakan bahwa bantuan itu bernama Bantuan Pangan Non Tunai.
Hendra juga menyebutkan, Banntuan Pangan Non Tunai yang seharusnya dalam bentuk beras ini kini disalurkan dalam bentuk uang tunai.
"Seharusnya dalam bentuk beras, tapi entah karena apa, bantuan itu diganti dalam bentuk uang tunai. Umumnya warga yang menerima bantuan ini selama 6 bulan sekaligus, rinciannya perbulan Rp 200.000, jadi dikalikan dengan 6 bulan sama dengan Rp 1.200.000," beber Hendra F Sitorus, seraya menambahkan jika kegiatan ini sudah berlangsung selama 3 hari ini.
Disoal ada berapa orang yang berhak menerima BPNT untuk Kota Binjai, dengan tegas Hendra menjawab bahwa dirinya tidak mengetahuinya.
"Saya tidak tau berapa kuotanya. Tapi setau saya pihak Kelurahan yang mengusulkan. Ada aplikasinya dan langsung di- online- kan ke Kemensos, jadi Kemensos yang me-upload. Selanjutnya Kemensos bekerjasama dengan pihak Bank BNI," katanya.
Selanjutnya, kata Hendra, pihaknya menerima data penerima bantuan, untuk selanjutnya kita menyalurkannya ke Kecamatan, untuk selanjutnya Bank BNI menyalurkan ke rekening masing masing penerima BPNT.
Disinggung membludaknya warga yang akan mengambil bantuan tersebut, Hendra berdalih bahwa pihaknya sebelumnya sudah menjadwalkan bantuan itu kepada para penerima bantuan.
"Sudah kita jadwalkan, jamnya pun sudah kita buat. Namun kemungkinan karena masyarakat ingin cepat, mereka datang lebih awal. Tadi pagi sudah kita halo- halokan juga," ucapnya.
Sedangkan untuk data penerima Bantuan, sambung Hendra F Sitorus, pihak Bank BNI juga mempunyai data penerimanya. "Bank BNI ada datanya," ujar Hendra, seraya meminta salah seorang Staff Dinsos Kota Binjai untuk mengantarkan awak media ke pihak Bank BNI yang saat itu sedang bertugas di belakang Kantor Dinsos Binjai.
Namun dikarenakan berjubelnya warga di seputar pembagian itu, akhirnya salah seorang Staff Dinsos tidak mampu menuju ke pihak BNI. "Gak sanggup saya bang, lihatlah penuh kali," ujarnya.
Berdasarkan informasi yang diterima awak media, seharusnya penerima BPNT adalah dalam bentuk beras. Namun menurut beberapa sumber, beras yang semestinya sudah dibagikan sekitar sebulan yang lalu, ternyata tidak baik dan berkutu.
"Berasnya banyak kutunya," ungkap warga yang enggan menyebutkan namanya tersebut.