Peringati Hari Perempuan Internasional, Women March Sumut ramaikan CFD di Lapangan Merdeka Kota Medan, Minggu (8/3). Aksi digelar dengan kampanye dukung percepatan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual menjadi undang-undang, serta tolak RUU Ketahanan Keluarga.
Selain diikuti aktivis gerakan Feminis, kegiatan juga diramaikan dengan ketertarikan puluhan peserta CFD.
Rangkaian acara meliputi orasi anti kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan, pembentangan poster-poster kesetaraan gender, pembacaan puisi dan pengumpulan tanda tangan.
Lusty, perintis Gerakan Perempuan Hari Ini, menyatakan, "Kegiatan ini bertujuan untuk menginformasikan dan menyuarakan kondisi perempuan di Indonesia. Termasuk untuk mengampanyekan tolak kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan yang terus meningkat setiap tahunnya."
"Selain itu untuk menolak adanya tindakan mengisolasi perempuan di ruang domestik dengan membatasi ruang berekspresi," ungkap Lusty.
Menurut catatan Komnas Perempuan, kasus kekerasan perempuan mengalami peningkatan 14 persen pada tahun 2019 dengan menembus angka 406.178 kasus di seluruh pelosok tanah air.
"Perempuan terus-menerus menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual, mulai dalam rumah tangga, di sekolah, di kampus, di jalan, di transportasi publik, di tempat kerja, hingga di dunia maya", tambahnya.