Lapas Kelas IIA Rantauprapat terus memperkuat pembinaan kepribadian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui pelatihan rebana yang dilaksanakan secara rutin.
Program ini menjadi sarana pembentukan karakter religius, peningkatan kedisiplinan, serta penyaluran ekspresi seni Islami di dalam lapas. Selasa (16/09) Pagi.
Pelatihan rebana dipandu oleh instruktur berpengalaman dengan materi dasar hingga penguasaan irama shalawat.
Melalui proses ini, WBP dilatih untuk fokus, kompak, dan konsisten, sehingga nilai kerja sama dan kedisiplinan dapat terbangun secara nyata. Rebana bukan sekadar hiburan, melainkan media penguatan mental dan spiritual agar WBP memiliki bekal moral ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kalapas Kelas IIA Rantauprapat, Khairul Bahri Siregar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pembinaan yang humanis dan berkesinambungan.
“Rebana bukan hanya seni musik islami, tetapi juga sarana pembentukan karakter. Melalui latihan ini, kami ingin menanamkan nilai religius, disiplin, serta kebersamaan, sehingga warga binaan memiliki bekal moral yang kuat ketika bebas nanti,” ujar Kalapas.
Ia juga menambahkan bahwa pembinaan berbasis seni islami seperti rebana dapat menumbuhkan suasana harmonis di dalam lapas.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga binaan mendapatkan kesempatan untuk berubah dan berkembang. Irama rebana yang penuh harmoni menjadi simbol dari semangat kebersamaan dan perubahan positif di Lapas Rantauprapat,” tegasnya.
Suasana latihan tampak hidup dan penuh semangat. Setiap pukulan rebana menghadirkan harmoni yang mencerminkan kebersamaan dan optimisme.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembinaan di lapas tidak hanya berorientasi pada penegakan aturan, tetapi juga menyentuh sisi batin dan spiritual WBP untuk mencetak pribadi unggul, berdaya, dan bermanfaat bagi masyarakat.