Puluhan pedagang kopi dari sejumlah coffe shop di Kota Pematangsiantar angkat suara dengan adanya kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah, mereka menyerah akibat dampak diberlakukannya PPKM level 4, dan efeknya sangatlah merugikan sekali.
Dengan adanya penerapan PPKM level 4 di kota Pematangsiantar, para pedagang coffe shop menyatakan menolak keras perpanjangan PPKM, melihat dampak negative yang dirasakan pedagang kopi, mulai dari omset yang menurun sampai 70%.
Dalam hal ini, beberapa coffe shop telah sepakat untuk menyatukan suara dalam menolak keras perpanjangan PPKM, yang terdiri dari, Kerabat Coffe, Zona Nyaman Coffe, Four Coffe, Good Nice Coffe, Vona Coffe, Kopi Roda, Anytime Coffe, Melancholist Store Coffe, Analisis Coffe, Kawan Kita Coffe, Punya Kita Coffe, Kopi Jalanan Gayo, Sado Coffe, Pw Coffe dan A4 Coffe.
Beberapa poin-poin tuntutan yang telah dirampungkan dan disepakati oleh para pedagang kopi, yakni; Tolak Perpanjangan PPKM, Jam Operasional harus diperpanjang, Pembatasan jumlah pelanggan 25% harap ditiadakan, Menolak Pensegelan dalam warung coffe, dan kembalikan kota Siantar ke seperti semula.
"Saat ini pedagang kopi menjerit dengan adanya penerapan PPKM, sehingga kami hanya meminta agar pemerintah bukan cuman membuat kebijakan, tetapi memberikan solusi dan memikirkan dampaknya kedepan seperti apa, karena kita sudah mensurvei bahwa orang-orang di Siantar yang memiliki kedai shop semakin bertambah," tuturnya, Sabtu malam (4/9).
"Dengan dengan demikian, kami para pegiat kopi berharap agar pemerintah dapat mendengar suara dari kami pegiat kopi", tutup Alpin Rangkuti, penyedia kopi.