Hari Raya Idul Adha 1437 Hijriah dijadikan momentum yang humanis oleh jajaran Unit Induk Pembangunan (UIP) II PT PLN (Persero) dalam memaksimalkan sinergi peran masyarakat untuk ikut dalam proses pembangunan tower, sebagai sarana pendistribusian energi listrik.Langkah ini juga dilakukan guna mengantisipasi byarpet yang selama ini melanda provinsi Sumatera Utara umumnya dan kota Binjai khususnya.
Dalam momen perayaan hari besar keagamaan ini, model pembagian kurban yang dilakukan oleh UIP II itu nyaris seluruhnya melibatkan peran masyarakat. Berdasarkan pantauan sejak Jumat (8/9/2016), untuk lingkungan kota Binjai, mereka sepenuhnya memberikan peran kepada kepala lingkungan (Kepling) dan masyarakat, termasuk Masyarakat Peduli Listrik (MPL) Perwakilan Sumatera Utara yang dilibatkan untuk dititipkan menerima 10 ekor kambing jenis Ottawa.
Seluruh hewan kurban bantuan itu kemudian diserahkan ke 4 Kepling yang berada di seputaran Kecamatan Binjai Utara, persisnya di Kelurahan Jati Makmur dan Kelurahan Nangka.
4 orang Kepling yang menjadi panutan warganya dengan ikhlas menyediakan rumah dan pekarangannya untuk menerima serta melakukan penyembelihan termasuk pembagian daging hewan kurban itu kepada kaum yang berhak setelah sebelumnya para Kepling membagikan kupon dari UIP II PT PLN (Persero) kepada warganya.
Kaum Mustahlik penerima kurban di 4 lingkungan itu sebanyak 300 orang terlihat silih berganti dengan tertib menunggu pembagian dari pimpinan lingkungannya.
"Wilayah ini persis menjadi lokasi keberadaan dari tapak tower PLN 275Kv nomor 3; 4; 5; 6; 7; 7A; 8 dan 9 penerima alokasi kurban kami perhatikan menjadi sebagai suatu bentuk cerminan bahwa seperti apapun persepsi masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur kelistrikan yang dikelola oleh PLN, namun ternyata mereka tidak membedakan-bedakan masyarakat," ujar Muhammad Ridho, Kepala Perwakilan MPL Sumut kepada wartawan di sela kegiatan, Senin (12/9/2016).
Selain itu, pihak PLN juga terlihat terus berupaya mendekatkan diri ke masyarakat yang dekat dengan tempat sarana milik negara tersebut, sambung pria berdarah Sumsel itu.
"Acara mereka tadi tidak terlihat seremonial sebab sepenuhnya dikelola masyarakat. Ini patut untuk menjadi contoh model ke depan bagi PLN sehingga publik bisa secara langsung berinteraksi merasakan bagaimana sesungguhnya beban berat PLN dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat," selanya seraya mengatakan, kegiatan itu nyata-nyata membuat masyarakat di kota Binjai memahami pola pembangunan oleh PLN walau ada juga masyarakat yang seakan seperti tidak mau tahu dengan itu.
"Itu menurut kami hal yang biasa. Kan ada kata bijak yang menyatakan, tidak kenal maka tidak sayang. Tinggal, bagaimana PLN memahami bagaimana upaya kebaikan yang mereka lakukan bisa diterima masyarakat menjadi sesuatu bentuk apresiasi atas partisipasi publik terhadap kinerja PLN yang terbebani tugas berat untuk meminimalisir byarpet di kota Binjai yang sudah puluhan tahun belum teratasi. Semoga Binjai bisa tidak gelap-gelapan lagi jika seluruh infrastruktur PLN terbangun dengan baik di wilayah ini," tutupnya.