Osriel Limbong: Sejauh keamanan kondusif, Indonesia Maju optimis terwujud
MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Sam
Senin, 20 Mei 2019 17:40
Hangatnya situasi sosial politik menjelang hari Rabu, 22 Mei 2019, masih menjadi pembicaraan umum di masyarakat. Masyarakat awam banyak yang mengkhawatirkan sejauh mana keamanan negara dapat dijaga oleh aparat keamanan.
Pemerhati sosial politik dari Sumut, Osriel Limbong, menanggapi hal ini menyatakan bahwa kekhawatiran sebagian masyarakat Indonesia khususnya Sumatera Utara sudah dijawab oleh profesionalisme kepolisian dibackup TNI, yang mampu menjaga keamanan dalam negeri.
"Kekhawatiran masyarakat saat ini berangsur-angsur turun oleh profesionalitas institusi yang punya tanggung jawab dalam menjaga keamanan negara dan Kamtibmas di Indonesia yaitu TNI-POLRI", tutur Osriel, Senin (20/5).
Oleh karenanya, Direktur Sumut Institute ini yakin TNI- Polri mampu menjaga situasi keamanan, sehingga kerja KPU dan Bawaslu dapat diselesaikan sesuai amanat UU Pemilu dan Pilpres 2019.
"Kita berharap hasil ini dapat diterima semua pihak, sehingga program pembangunan Indonesia Maju dapat terwujud. Ini sesuai hasil rekap KPU propinsi se-Indonesia saat ini yang sudah masuk 90% data, dimana pasangan Jokowi Maruf Amin mengalahkan pasangan capres Prabowo-Sandi dengan selisih 15 juta suara atau 55%", tambahnya.
Osriel optimis lima tahun kedepan ini Indonesia akan makin mantap di tengah persaingan global.
"Merujuk sejarah dan dinamika kekuasaan di Indonesia, pasca Soekarno- Soeharto program Indonesia sebagai Negara yang besar belum mewujudkan 50% dari amanah Pancasila, begitu juga Pasca Rezim Orde Baru ke reformasi. Jadi menurut saya, program menuju Indonesia Maju di era Kabinet Kerja dan kelanjutannya, kita harapkan dapat dilaksanakan di 5 tahun ke depan, yaitu di periode 2019-2024", jelasnya.
"Dengan kondisi saham Freeport 51%, MOU dengan Swiss 7 ribu triliun, serta komitmen peningkatan Pembangunan Desa dengan dana desa yang membuka ruang warga desa untuk membangun desa dan SDM-nya, kebijakan pajak sebagai kekuatan dasar untuk membangun bangsa serta komitmen clean government dengan penguatan lembaga pemberantasan korupsi di Indonesia", ungkap Osriel.