Senin, 27 Mei 2019 11:22

Visi Pergerakan Mahasiswa Bela Rakyat

Muslimah HTI Sumut: Pancasila bukan ideologi

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Elya
Senin, 24 Apr 2017 07:29
Dok
Lajnah Khusus Mahasiswa DPD II Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Sumut, Minggu (23/4/2017)
DPD II Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Sumut, Lajnah Khusus Mahasiswa mengadakan agenda round table discussion dengan tema "Khilafah-Visi Pergerakan Mahasiswa Bela Rakyat", pada Minggu, 23 April 2017, di Amaliun Food Court ruang VIP II, Medan.

Acara dibawakan oleh Nurul Ismi Haq dari UMSU, yang menyambut para aktivis dari berbagai gerakan kampus. Acara dibuka dengan pemutaran video mengenai realitas mahasiswa saat ini dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-qur'an oleh Maghfiroh Mendrofa dari UMN.

Sesi round table discussion dipandu oleh Veronicha, ST dan narasumber yang membawakan sesi ini adalah ustadzah Rinie Elmaya R, SS.



Ustadzah Rinie Elmaya menceritakan aksi yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa se-Indonesia (BEM SI) pada tanggal 12 Januari lalu menanggapi kebijakan pemerintah dalam berbagai bidang yang memberatkan masyarakat merupakan bentuk bangkitnya sikap kritis mahasiswa di tengah pragmatisme.

"Namun perjuangan dengan berharap pada jalur demokrasi hanya akan berakhir sebagai wacana sebab hukum demokrasi merupakan hukum buatan manusia sehingga kebijakan yang diambil akan sesuai dengan kepentingan penguasa," kata Rinie.

Menurutnya, pergerakan mahasiswa hanya dibajak untuk kepentingan rezim dan kekuasaan. Jalan demokrasi bukan jalan pergerakan rakyat karena demokrasi adalah sistem yang bisa digerakkan oleh sebagian kelompok penguasa karena pembuat hukumnya adalah manusia.

"Hanya dengan sistem Islam, perjuangan bela rakyat akan tercapai karena tidak adanya intervensi manusia dalam mengatur hukum, yang membuat hukum hanya Allah SWT yang memahami kehidupan manusia," ungkap Rinie.

Dalam sesi diskusi, Nurliani Hatta dari Himadita Nursery USU bertanya, "Apakah ada dalil yang mengatakan Rasulullah saw modal ngomong?", Ustadzah Rinie Elmaya menjawab bahwa maksud "modal ngomong" bukanlah omongan yang sia-sia tetapi yang bersumber dari wahyu Allah, dalilnya seperti yang terdapat dalam surat Ali-Imran 104,"Hendaklah ada sebagian orang yang mencegah dari yang mungkar dan menyeru kepada kebajikan", serta sampaikanlah walaupun hanya satu ayat. Aktivitas Rasulullah saw adalah berdakwah (berbicara) untuk memberikan pemahaman pada masyarakat pada saat itu.

Sementara Yani Andriesti Fily dari IMM FISIP UMSU menanyakan, "Bagaimana cara menegakkan daulah Islam tanpa digerakkan oleh orang-orang, serta pancasila dalam sila pertama bukankah berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah dan mengapa HTI mengatakan ideologi hanya 3?"

Ustadzah Rinie Elmaya menjawab bahwa dalam menegakkan daulah Islam seperti yang dicontohkan Rasulullah, tidak sendiri tetapi bersama dengan ummat, dan pancasila bukan sebuah ideologi tetapi sebuah falsafah.



"Sesuatu dikatakan ideologi jika memiliki fikrah (akidah) dan thariqah (metode), sehingga yang dapat dikatakan sebagai ideologi hanyalah Kapitalisme, Sosialisme dan Islam yang ada di dunia saat ini," ungkapnya. 

Indah Artika dari HMI UNIMED bertanya, "Sudah sampai pada tahap manakah perjuangan pejuang Khilafah ini dan jika sudah tegak, siapakah pemimpinya?"

Ustadzah Rinie menjawab bahwa penegakkan khilafah bukan hanya kewajiban HTI tetapi semua kaum muslimin. "Untuk tahapan selama saya berjuang dengan HTI, Alhamdulillah sudah pada tahapan pembinaan dan interaksi, tinggal tahap meraih kekuasaan dengan sistem Islam yaitu bersama umat menegakkan Khilafah. Serta siapa yang menjadi pemimpin harus memenuhi 7 kriteria yaitu pemimpin Islam, laki-laki, berakal, baligh, mampu, adil, independen dan lebih baik lagi jika ia merupakan seorang mujtahid," pungkasnya.

Agenda round table discussion ditutup dengan doa yang dibacakan oleh Murniati dari UMN. Acara ini bertujuan untuk menyatukan visi kepada para aktivis dengan jalur penegakan Khilafah yang bisa mewujudkan aksi bela rakyat dengan sebenarnya.

Editor: Sam

T#g:HTIMHTI
Berita Terkait
  • Minggu, 14 Apr 2019 03:14

    Tiada Tempat Untuk HTI di Bumi Serambi Mekkah

    Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) resmi dilarang di Indonesia sejak 17 Juli 2017. Langkah tersebut diambil setelah kajian pemerintah tentang gebrakan dan sepak terjang HTI. Hal yang paling mendasar adalah

  • Sabtu, 30 Mar 2019 08:10

    IPW Heran Kelompok Radikal dan Anti Pancasila Terakomodir Dalam Pilpres 2019

    Debat ke 4 Capres 2019 Sabtu malam ini menjadi penting di tengah berkembangbiaknya kelompok radikal anti ideologi Pancasila, eks teroris, dan para preman jalanan.

  • Jumat, 29 Mar 2019 22:29

    Mantan Kepala BIN: Di Pilpres 2019, Berhadapan Ideologi Pancasila dengan Khilafah

    Abdullah Mahmud Hendropriyono, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), menilai Pemilu 2019 yang digelar serentak 17 April mendatang sangat berbeda dari Pemilu yang pernah dilaksanakan di Indonesia

  • Minggu, 03 Feb 2019 06:53

    Politik Pragmatisme Kubu Prabowo-Sandi

    Baru- baru ini, beredar luas di media sosial poster berisi komando pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab agar pendukung FPI menarik dukungan dari pasangan Prabowo-Sandi.

  • Senin, 17 Des 2018 03:17

    Waspada HTI, Tolak Radikalisme!!

    Gencarnya pergerakan organisasi terlarang HTI agar kembali mendapatkan ruang di Indonesia semakin masif. Berbagai upaya baik dari aparat maupun lembaga pemerintah tak kalah untuk menangkal propaganda

  • Kamis, 13 Des 2018 17:03

    Waspada Gerilya HTI Pasca Dibubarkan

    Keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta terkait pembubaran HTI oleh Kemenkumham merupakan hal yang sah dan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Pembubaran organisasi terlarang ini

  • Jumat, 09 Nov 2018 10:49

    Kebutaan Di Balik Aksi 211

    Dampak dari kejadian hari santri yang diselenggarakan oleh Ormas Islam di Garut pada 22 Oktober 2018 lalu, berujung panjang hingga adanya Aksi Bela Tauhid 211. Aksi membela kalimat Tauhid dipelopori o

  • Jumat, 02 Nov 2018 08:22

    Upaya Politis HTI Tunggangi Aksi Bela Tauhid II

    Sebagai organisasi trans-nasional, HTI tidaklah berdiri sendiri. Di belakangnya masih ada Hizbut Tahrir Internasional (HT-IN). Tentu saja mereka tak akan tinggal diam setelah HTI dibubarkan oleh pemer

  • Jumat, 26 Okt 2018 03:26

    Menyalahgunakan Kalimat Tauhid, HTI Berhasil Memecah Belah Umat Islam

    Baru-baru ini Indonesia kembali digemparkan dengan kejadian pembakaran bendera berkalimat tauhid di Garut. Pembakaran bendera berkalimat tauhid yang merupakan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ole

  • Jumat, 19 Okt 2018 14:29

    Terima Demo BBM Gema Pembebasan, DPRDSU: Kita Berdoa Minta Kepada Allah Supaya Turun

    Unjuk rasa mahasiswa yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan di Kantor DPRD Sumatera Utara, Jum'at (19/10/2018), diterima oleh anggota Komisi D DPRD Sumatera Utara, Arfan Maksum.P

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak