Sejumlah warga di Kelurahan Binjai Estate mengadu ke Kantor Lurah setempat akibat dampak pembangunan Jaringan Distribusi Umum (JDU) Sistem Penyediaan Air Minum (Spam) Mebidang, yang diketahui menelan anggaran sekitar 400 Miliar lebih.
Pasalnya, warga Lingkungan IX dan X di Kelurahan Binjai Estate menganggap pembangunan JDU berdampak ke sisi financial mereka. Sebab, proses pembangunan tersebut menutup sebagian akses jalan Gunung Jaya Wijaya, hingga mereka (para pedagang) sepi pembeli.
"Sebenarnya kita mendukung pembangunan tersebut, namun pihak pengembang harusnya juga memikirkan nasib kita yang terkena dampak akibat penutupan sebagian jalan. Apa tidak ada biaya kompensasi kepada warga yang terkena dampaknya," ungkap warga lingkungan IX, Kelurahan Binjai Estate, yang mengaku bernama Ridwan, Selasa (19/10).
Ia juga mengakui bahwa sejumlah warga sudah mengadukan persoalan dampak JDU ke Kelurahan Binjai Estate.
"Sebelumnya ada sekitar 19 orang warga yang melaporkan hal ini ke kantor Lurah," ungkap warga lainnya yang mengaku bernama Sakimin.
Menurut warga sekitar, pencemaran udara yang timbul menyebabkan polusi debu yang cukup tebal.
"Debu pekat itu tentunya mengganggu aktifitas kami. Saya jualan disini namun semenjak pengerjaan pipa berlangsung, pembeli jadi sepi karena akses jalan kesini ditutup," kata warga lainnya.
Sebelumnya, Lurah Binjai Estate, Toni Ismail, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (19/10) sore, mengaku jika pihaknya sudah mengetahui adanya keluhan warga terkait banyaknya debu yang beterbangan saat cuaca panas di sepanjang Jalan yang dilalui oleh truk yang membawa material tanah dari hasil pengerukan proyek.
"Benar, kami sudah mendengar kabar itu. Untuk itu, pada hari Jumat (14/10) lalu, kami dari Kelurahan sudah menyurati pihak Kontraktor dan Pemerintah Kota Binjai," bebernya.
Disinggung ditujukan atasnama Perusahaan apa surat yang dilayangkan ke pihak kontraktor tersebut, Lurah Binjai Estate mengakui atasnama PT HK dan PT Wika.