Sabtu, 19 Okt 2019 18:20
  • Home
  • Sosial Budaya
  • Media harus kawal oposisi agar tidak bermain dengan isu hoax demi terciptanya demokrasi yang konstruktif

Media harus kawal oposisi agar tidak bermain dengan isu hoax demi terciptanya demokrasi yang konstruktif

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Iman
Rabu, 24 Jul 2019 20:14
Iman
Diskusi "Peran Media Melawan Hoax dan Mengawal Demokrasi Secara Kontruktif Demi Suksesnya Pembangunan 5 Tahun Kedepan", di Jakarta.
Diskusi bersama sejumlah kalangan media dan netizen yang mengupas tema "Peran Media Melawan Hoax dan Mengawal Demokrasi Secara Kontruktif Demi Suksesnya Pembangunan 5 Tahun Kedepan", menghadirkan para narasumber Agus Sudibyo (Anggota Dewan Pers), Dr. Arbi Sanit (Pengamat Politik Senior UI), M. Antoni (Wartawan Senior Antara) dan Abdul Kadir Karding (Ketua DPP PKB) sukses digelar di Jakarta. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Social Media for Civic Education (SMCE) di Hotel Sebtral Jakarta Pusat, Rabu 24 Juli 2019.

Diskusi ini menarik kesimpulan bahwa dalam membangun kehidupan demokrasi maka diperlukan peran oposisi. Di sisi lain media diharapkan dapat mengawal oposisi dalam memainkan fungsinya dalam koridor berdemokrasi yang kontruktif. Artinya media harus memberikan ruang bagi oposisi sepanjang kritik yang diarahkan kepada penguasa haruslah berdasarkan basis data valid dan bukan hoax. Hal ini diperlukan agar proses pembangunan lima tahun kedepan dapat berjalan sesuai arah yang direncanakan untuk kemakmuran sebesar besarnya bagi rakyat.


Berikut intisari dari diskusi tersebut yang disampaikan oleh Wasil (Direktur eksekutif SMCE), yang mengatakan bahwa Pemerintah yang memiliki legitimasi yang kuat perlu diimbangi dengan oposisi yang cerdas. Tanpa hal itu, demokrasi kurang bermakna, pemerintah akan berjalan tanpa ada yang mengkoreksi. Maka diperlukan kekuatan di luar pemerintahan yang sama-sama memiliki tujuan memajukan bangsa namun dengan peran yang berbeda.

Untuk mengabdi pada bangsa dan negara, unsur kekuatan politik yang dalam hal ini direpresentasikan oleh Parpol tidak harus masuk dalam Pemerintahan semua, karena mengabdi pada bangsa dan negara dapat dilakukan semua pihak dan dalam bentuk berbagai hal serta di semua lini, dengan kemampuan peran dan profesi masing-masing. Artinya jadi oposisi pun juga mulia, namun dengan catatan harus dilakukan dengan bertanggung jawab, bukan dengan rasa dendam dan rasa kebencian apalagi menggunakan basis data hoax.

"Janganlah pengabdian dijadikan dalih untuk menikmati kekuasaan bersama pemerintah padahal sebelumnya sebagai rival yang sering mengkritisi pemerintah bahkan tanpa basis data yang benar sekalipun alias Hoax. Menjadi Oposisi pun kalau menjalankan fungsinya dengan baik dan berdasarkan data serta fakta yang benar maupun mampu memberikan sesuatu yang bersifat konstruktif, adalah juga manifestasi dari pengabdian bagi bangsa dan negara", ujarnya.


Jika yang menjadi pertimbangan adalah kepentingan bangsa, maka sebaiknya terdapat partai yang tetap menjadi oposisi sebagai bagian dari melaksanakan demokrasi namun dalam tatanan yang konstruktif, tidak berbasis data hoax serta tidak menggunakan kemasan- kemasan yang dapat memecah belah persatuan, ukurannya yaitu untuk mempercepat kemajuan bangsa dan penegakan hukum.

Mengapa?

Karena sesungguhnya, demi menjaga keseimbangan dalam pemerintahan, harus ada partai oposisi yang cerdas demi demokrasi yang baik. Tentu saja peran oposisi harus efektif, profesional, dan tidak menyebar provokasi apalagi hoax.

Apalagi dengan hanya sekedar asal berbeda tanpa dasar yang jelas serta bersumber dari berita dan kabar hoax, maupun yang lebih mengerikan dengan menggunakan kemasan- kemasan sensitif yang dapat memecah belah bangsa. Maka disinilah peran media sebagai pengawal demokrasi harus jelas dan tegas bersikap, artinya media harus memberikan ruang bagi oposisi dalam rangka menjalankan fungsi media juga dibidang pengawasan dan kontrol terhadap penguasa. Namun jika kritik dan perbedaan dibangun dari rekayasa hoax dan bahkan demgan kemasan yang memecah belah bangsa, maka media seharusnya tidak memberi tempat dan ruang agar situasi kondusif di ruang media publik tetap terjaga dan jalannya program pembangunan tidak terhambat.


Karena peran Media diharapkan menjadi kontrol yang efektif, dan tidak menjadi pemain ketiga yang partisan karena kepentingan politik praktis jangka pendek. Media juga harus memegang etika, media harus menjalankan tanggung jawab edukasinya melalui literasi dan mencegah berita-berita hoax yang disebar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Kita semua harus belajar dari pengalaman sebelumnya dan kejadian kejadian di luar sana dimana banyak negara negara yang hancur dan gagal karena tidak dapat membendung dasyatnya bahaya hoax yang disertai dengan agenda-agenda yang ingin merubah bentuk dan dasar suatu negara.

Jika semua ketentuan tersebut dapat dijaga dengan bertanggung jawab dan konstruktif, maka kontribusi oposisi dan media sangat besar bagi kemajuan bangsa jika mampu secara konstruktif memperbaiki kinerja Pemerintah, dan masyarakat pun secara objektif akan dapat bisa menilai posisi oposisi serta media terhadap Pemerintah yang berkuasa yang pada akhirnya dapat menjadi referensi bagi siapapun untuk memberikan reward dan punismhent pada kontestasi pollitik selanjutnya tanpa kegaduhan.

Demikianlah intisari dari diskusi SMCE bersama berbagai kalangan, baik media netizen dan elemen lainnya tersebut.

Editor: Sam

T#g:MediaOposisi
Berita Terkait
  • Kamis, 10 Okt 2019 15:30

    Peran media mengawal proses demokrasi yang konstitusional demi suksesnya agenda nasional pelantikan Presiden

    Pada 22 Mei 2019 yang lalu Pengumuman Pemenang Hasil Pemilu 2019 telah dilewati dan KPU menetapkan Presiden dan wakil presiden terpilih yaitu Joko Widodo dan Ma'ruf Amin yang telah mengantongi le

  • Kamis, 10 Okt 2019 08:10

    Peran Media Dalam Menumbuhkan Optimisme Bangsa Demi Suksesnya Pembangunan 5 Tahun Kedepan

    Tak dipungkiri, kian pesatnya perkembangan teknologi sekarang ini semakin memudahkan manusia dalam melakukan segala hal. Imbasnya, secara bersamaan media juga ikut berkembang dengan semakin modernnya

  • Senin, 05 Agu 2019 03:05

    Mencermati Perburuan Kursi, Koalisi VS Oposisi

    Kubu koalisi tampak seperti kebakaran Jenggot, ketka kemenangan Capres yang diusungnya Joko Widodo, menyisakan kegalauan, ketenangan dan kepastian mereka terhadap jatah kursi kabinet yang terusik oleh

  • Senin, 22 Jul 2019 13:20

    SMCE Gelar Diskusi Peran Media Melawan Hoax dan Mengawal Demokrasi Secara Konstruktif

    Lembaga nirlaba Sosial Media for Civic Education (SMCE) akan menggelar diskusi dengan kalangan insan media bertema "Peran Media Melawan Hoax dan Mengawal Demokrasi Secara Konstruktif Demi Suksesnya Pe

  • Sabtu, 20 Jul 2019 03:20

    Peran Vital Media Dalam Menjaga Persatuan Pasca Pemilu

    Media merupakan hal yang sangat penting bagi Indonesia, selain itu keberadaan media yang sehat adalah salah satu upaya untuk menjaga negeri ini tetap utuh. Kita tentu tidak bisa melupakan sejarah keti

  • Senin, 15 Jul 2019 11:15

    Menjadi Oposisi Konstruktif Tanpa Hoax Demi Kemajuan Bangsa Indonesia

    Partai politik pendukung pemerintah dipastikan akan mendominasi kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia periode 2019-2024. Meski demikian, partai politik di luar koalisi pemerintah mest

  • Selasa, 25 Jun 2019 21:15

    Diskusi Terkait Peran Media Mengawal Proses Demokrasi Konstitusional & Merajut Persatuan Kembali

    Media massa melalui perannya sangat diharapkan memberikan informasi yang edukatif kepada masyarakat agar sistem demokrasi konstitusional yang menjadi kesepakatan bangsa dapat berjalan dengan baik dan

  • Selasa, 24 Apr 2018 06:34

    INDONESIA OPTIMIS, Peran Media Sangat Strategis Dalam Membangun Optimisme Bangsa

    Media mempunyai kebebasan, namun sebaiknya mempertimbangkan kepentingan nasional, media juga jangan menjadi pengikut media sosial.

  • Jumat, 20 Apr 2018 15:10

    Disnaker Palas Limpahkan Kasus PPHI PT Grafindo ke Disnaker Sumut

    Untuk kesekian kalinya, dikarenakan ketiadaan Pegawai Mediator pada Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Padang Lawas (Disnaker Palas), pihak Disnaker Palas kembali melimpahkan kasus Penyelesaian Perse

  • Rabu, 29 Nov 2017 12:29

    Di Era Digital, Masyarakat Diminta Sampaikan Konten Positif

    Di tengah ketertinggalan Papua dalam pembangunan, khususnya infrastruktur, peran media sangat dibutuhkan dalam rangka membangun optimisme dan nasionalisme Papua untuk mengejar ketertinggalannya. 

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak